My Boss My Hubby

My Boss My Hubby
Bab.59 - Tunangan?


__ADS_3

Setelah drama panjang yang terjadi di kediaman Keanubroto, Daisy dan Zhafran masih duduk menunggu di dalam mobil dengan suasana tegang.


Karna tidak ingin suasana menjadi lebih suram, Zhafran meninggalkan si kembar lalu mengemudikan mobil melaju pelan pulang ke apartemen.


Tentunya si kembar bisa mengurus semua masalah setelah kepergian Daisy dan Zhafran termasuk urusan mereka dengan keluarga Keanubroto dan Melinda.


Nafas Zhafran terasa berat seperti tercekik karna sepanjang perjalanan Daisy yang biasanya memasang senyum hangat berubah datar tanpa ekspresi. Sunyinya malam terasa semakin dingin, dia merindukan hangatnya mentari dari balik bibir manis Daisy.


"Istriku apa kamu masih marah padaku?" Zhafran yang menyetir sesekali melirik pelan ke arah Daisy.


"Siapa yang marah sayang?" jawab Daisy tanpa menatap Zhafran. Arah pandangannya hanya tertuju pada jalanan kota dari balik kaca jendela mobil.


Fix Istriku sedang marah.


Zhafran menghentikan mobilnya terparkir di jalan sepi. Daisy yang heran langsung menatap Zhafran.


Zhafran melepaskan safety belt lalu mendekat ke arah Daisy, dia mulai mengecup lembut bibir Istrinya. Daisy tidak menolak, dia menerima kecupan itu tanpa membalasnya.


"Istriku, apa kamu sungguh ingin tidur sendirian?" tanya Zhafran dengan tatapan manjanya sambil memegang dagu Daisy.


"Sudahlah ayo kita pulang, sekarang sudah malam. Aku gerah ingin mandi dan berganti pakaian." Daisy memalingkan wajahnya sambil menghembuskan nafas panjang.


Zhafran tidak melanjutkan percakapan, dia mengemudikan mobil sedikit laju, sampai akhirnya mereka tiba di apartemen mewah miliknya.


Pertama kalinya Zhafran menghadapi Daisy yang moody. Dia juga sudah menunggu hampir seminggu selama masa periode, dia berusaha memperlakukan Daisy sebaik mungkin. Tapi dia sadar selama ini juga merahasiakan identitasnya pada Daisy. Dan Daisy berhak untuk marah dan kecewa padanya, itulah yang Zhafran pikirkan saat ini.


Sesampainya di apartemen Daisy langsung mandi tanpa mau menatap Zhafran ataupun berbicara padanya. Zhafran yang bingung harus bagaimana, mulai ke dapur lalu membuat makanan ringan.


Zhafran melepas jasnya, lalu menggulung lengan bajunya dan memulai membuat sesuatu untuk menyenangkan hati Istrinya.


Selama mandi Daisy terus memikirkan Suaminya. Dia penasaran siapa Zhafran, tapi sampai sekarang Zhafran tidak pernah membahas mengenai latar belakang dirinya.


Apakah dia sungguh mencintaiku? aku sama sekali tidak tau apapun mengenainya. Setidaknya kalau aku tidak bertanya, kan dia bisa memulainya.


Mandipun usai dia segera membalut tubuhnya dengan handuk kecil bewarna putih. Saat dia membuka pintu terdengar suara berisik dari dapur.


Karna khawatir dia segera menuju dapur dalam keadaan rambut yang masih basah, tetesannya mulai membahasi lantai.


"Sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya Daisy kemudian mendekat masih dengan handuk kecilnya.


Apa dia masak? Lelaki memang tampan kalau lagi masak mengenakan baju kemeja lalu menggulung lengan bajunya, ototnya begitu nampak. Astaga Suamiku sungguh sempurna.


Fokus Zhafran teralihkan dengan pemandangan indah di depannya. Di tatapnya wajah mungil Daisy yang berbentuk oval, alisnya berdiri sejajar dengan indah, bentuk bola matanya yang kecil terlihat menggemaskan, hidungnya mancung dan bibir tipisnya bisa mengundang gairah. Tubuhnya berbalut handuk tapi terlihat jelas lekukan kakinya yang seksi yang bisa memancing hasrat.


"Zhafran?" panggil Daisy khawatir, dia melihat ada beberapa makanan ringan yang berhamburan di lantai dan ada juga jus aneh bewarna hijau.


Panggilan Daisy memecah lamunanya, Zhafran pun menjawab," jangan mendekat, aku akan membersihkan sup yang tumpah. Hati - hati ada pecahan kaca." Dia mulai membersihkan lantai dan merapikan meja. Bajunya mulai basah karna keringat. Daisy yang tidak tega, mulai ikut membantunya.


Setelah membersihkan pecahan kaca, Zhafran menghidangkan makanan dan jus diatas meja.


Daisy yang heran lalu bertanya," maaf ya, aku gak tau kamu lapar. Kenapa gak ngomong kan aku bisa menyiapkan makanan buatmu."


"Aku tidak lapar." Zhafran menatap ragu ke mata Daisy. Daisy yang tidak peka lalu menjawab," hemm, aku mau berpakaian. Lanjutkan saja makannya."


Zhafran menarik tangan Daisy, dia berkata pelan," aku memasaknya untuku." Pipi Zhafran memerah dia merasa malu.Melanjutkan kalimatnya," tapi aku ragu dengan rasanya, mungkin tidak enak."


"Bukannya kamu tidak bisa masak?" Daisy mulai mencicipi makanan aneh yang ada di atas meja makan. Dia mengecap pelan sambil memejamkan matanya, seolah menjadi juri chef.


"Bagaiamana?" tanya Zhafran penasaran, dia berdiri tepat di samping Daisy yang masih mengenakan handuk berukuran kecil, memperlihatkan paha mulusnya.


"Rasanya enak walaupun bentuknya aneh, dan jusnya juga terasa segar. Aku jadi ragu apa kamu sungguhan tidak bisa masak?"


Bagaimana aku bisa marah kalau kamu semanis ini Suamiku.


Zhafran mendekat lalu menyenderkan tubuhnya di punggung Daisy, dia menjawab," aku sedikit belajar beberapa hari yang lalu. Jadi apa perasaanmu sudah menjadi lebih baik?" dia pun mulai menghirup aroma sampo dari rambut Daisy. Tatapan mata Zhafran seolah ingin menerkam Daisy.


"Hahaha jadi kamu sengaja memasaknya untukku karna khawatir aku marah? tau tidak supmu terlihat seperti hingus. Tapi terima kasih ya, perasaanku menjadi lebih baik."


Suasana yang tadinya tegang kini mencair, Zhafran melanjutkan obrolannya," itu karna kamu dari tadi diam, aku jadi bingung harus bagaimana." Sambil berbicara tangannya mulai menjelajahi leher Daisy.


Apa seburuk itu bentuk supku yah? aku harus belajar lebih giat lagi.


"Tenanglah aku tidak mar.." Kalimat Daisy berhenti karna Zhafran mencium liar bibirnya, lidahnya mulai bermain kasar didalam mulutnya. Dia mengangkat tubuh Daisy dan meletakkannya di atas meja makan.


"Suamiku jangan sekarang." Daisy mendorong pelan tubuh Zhafran. Melanjutkan kalimatnya," aku mau berpakaian lalu tidur." Daisy turun dari meja makan lalu berjalan cepat menuju kamar.


Zhafran melemas melihat tingkah Istrinya, dia pun mulai membersihkan meja dan mencuci piring. Perasaannya pun menjadi sangat kesal.


Setelah mencuci piring dia mandi lalu menuju kamar masih mengenakan handuknya, dia melihat Daisy yang sudah membungkus dirinya dengan selimut.


"Sayang, kamu sudah tidur? jadi malam ini aku boleh tidur disini?" tanya Zhafran menatap tubuh Daisy yang terbungkus selimut.


Tidak ada jawaban, Zhafran mulai mendekat dan menarik paksa selimutnya. Hanya dengan mengenakan handuk kecil menutupi daerah sensitifnya, dia menindis tubuh Daisy.


"Zhafran aku sangat lelah, aku mau tidur." Daisy mendorong Zhafran sekuat tenaga, tapi ditahan paksa oleh Zhafran.

__ADS_1


Zhafran mulai menindis paksa tubuh Istrinya sambil memegang kedua tangannya, dia mendaratkan beberapa tanda merah di antara dua bukit kembar Istirnya. Daisy mulai kesal, dia tidak suka dipaksa. Akhirnya Daisy menggigit bibir Zhafran saat mereka berciuman.


"Tidak marah tapi masih mengacuhkanku? bahkan memanggil namaku bukan Suamiku !!! dicium saja tidak mau !!! aku akan menjelaskan semuanya jadi diam dan dengarkanlah !!! bentak Zhafran.


Zhafran bangkit dari tubuh Daisy lalu merebahkan tubuhnya bersebelahan dengannya.


Melihat tatapan kesal Zhafran, Daisypun menjawab," aku tidak marah hanya kesal saja. Rasanya jarak diantara kita masih jauh. Kau taukan saat kita menikah aku tidak mempermasalahi latar belakangmu, makanya aku tidak bertanya. Tapi seiring waktu aku mulai tidak nyaman."


Zhafran menarik tubuh Daisy, menyenderkan Daisy di dada bidangnya," Keluarga besarku ada di Amerika. Dua minggu lagi kita akan bertemu dengan mereka, maaf selama ini aku tidak pernah membahas keluargaku."


"APA? dua minggu lagi? secepat itu?" Daisy mendongak kaget sambil melotot.


"Karna suatu hal mereka datang lebih cepat. Dan juga aku memang keturunan dari keluarga Fryaga tapi itu tidak mengubah apapun. Dari awal aku berusaha membangun karir di I&T Corporation. Aku juga tidak berharap menjadi pewaris, karna aku masih punya Saudara laki - laki."


Butuh waktu lama sampai Daisy bisa mencerna perkataan Suaminya. Raut wajahnya memucat.


"Aku jadi takut, bagaimana kalau keluargamu tidak menyukaiku? kabarnya keluargamu sangatlah berpengaruh, intinya kalian terlalu luar biasa. Astaga rasanya aku mau pingsan, aku pikir kamu hanyalah Presdir biasa dan kebetulan kamu lahir dari keluarga kaya. Tapi tidak sekaya Fryaga."


"Jangan berpikiran negatif, kamu kan belum bertemu mereka. Apa kamu membenciku? rasanya kamu tidak menyukai fakta dan latar belakangku. Sejujurnya juga aku tidak bermaksud merahasiakannya darimu. Aku hanya gak kepikiran sebelumnya, siapa sangka sekarang aku menjadi sangat mencintaimu."


"Aku juga mencintaimu. Jadi lain kali tanpa aku bertanya tolong bicaralah terlebih dahulu.'


Orang waras mana yang gak kaget dan takut dengan Fryag Grub. Bagaimana kalau mereka tidak suka padaku? dan tidak merestui hubungan kita?


"Aku janji Istriku." Zhafran mulai menarik piyama tipis berbentuk gaun pendek ditubuh Istrinya. Tangannya mulai meraba lembut di bukit kembar Daisy sambil memainkan lidahnya.


Zhafran melepas handuknya, mengangkat pinggangnya lalu mulai menggesek dan mendorong pelan menusuk liar ke daerah sensitif Daisy.


Daisy yang hanyut dalam belaian Zhafran mulai menerima dorongan ganas yang menembus kedalam kulitnya.


Terjadilah malam penuh gairah penuh hasrat yang sudah tertunda selama seminggu.


"Istriku, apa kamu lelah?" Zhafran menempel ke tubuh Daisy. Keduanya tidak berpakaian, jadi mereka bisa merasakan suhu tubuh masing - masing.


"Tidak juga sih, kamu mau lagi?"


Aku capek, dia terlalu ganas dan kuat.


"Sebaiknya kita istirahat, aku tau kamu lelah."


Aku masih mau, tapi Istriku butuh istirahat. Apa aku lakukan saat dia tertidur? ah apa yang kupikirkan !!


Suasana hangat tersebut pecah oleh suara dering ponsel Zhafran.


"Istriku, aku terima telpon dulu." Dia keluar dari kamar dengan terburu - buru setelah mengambil piyama dari dalam lemari.


Apakah urusan pekerjaan lagi? hah aku haus.


Daisy keluar dari selimutnya lalu menuju dapur.


Zhafran sedang berbicara di telpon, dia berada di ruang kerja tanpa menutup pintu.


"Jasmine, aku dengan tegas menolak perjodohan itu. Dua minggu lagi aku akan bertemu dengan Kakek."


"Astaga, kamu pikir aku mau dengan orang kaku dan sok bersih seperti kamu? aku sudah dengar kabarnya dari Avril. Kamu serius sudah menikah?"


"Aku akan jelaskan semuanya dua minggu lagi. Jadi jangan menelponku tengah malam begini. Sekarang aku mau tidur dengan Istriku !!!


"Lalu aku harus bagaimana? Kakek terus mendesakku. Aku di paksa Kakek bertemu denganmu besok. Astaga kamu sungguhan menikah? aku kira kamu homo. Karna selalu menempel dengan Ren. Hahaha."


"Aku tidak bisa bertemu denganmu. Jadwalku padat. Biacara saja pada Ren."


"Tunanganku kan kamu bukannya si Ren."


Tuhkan dia kaku banget, diajak bercanda saja gak bisa. Aku jadi penasaran siapa Istrinya?


"Jangan panggil aku tunanganmu."


Daisy tanpa sengaja mendengar percakapan tersebut. Setelah itu dia berlari pelan menuju kamar mandi, cairan panas mulai keluar dari matanya yang sudah memerah.


"Tunangan? Zhafran punya tunangan? apa aku menikahi pria yang sudah bertunangan?" gumamnya pelan sambil menatap cermin.


Jantungnya berdebar dengan cepat, deraian air mata mulai membasahi pipinya, lutunya melemas dan kakinya mulai bergetar, kemudian dia duduk diatas kloset sambil menahan isakan tangis agar tidak terdengar Suaminya.


Kamu bilang akan bersamaku seumur hidupmu,


memintaku berjanji untuk tidak meninggalkanmu. Bersama sampai tua, sampai akhir hayat menjemput. Namun, siapa itu tunanganmu? hal apa lagi yang kamu sembunyikan? apakah masa lalu akan terulang kembali?


Zhafran kembali ke kamar lalu tapi dia tidak melihat Daisy lalu mulai mencarinya.


"Istriku apa kamu didalam? apa perutmu sakit? dari tadi kamu tidak keluar," tanya Zhafran khawatir.


"Aku sakit perut mungkin karna sup anehmu." Daisy berusaha mengatur suaranya yang mulai serak.


"Aduh maafkan aku, tunggu ya aku ambilkan obat. Dan menelpon Farhan."

__ADS_1


"Jangan aku hanya mules, kamu kembalikah ke kamar sayang."


"Baiklah. Panggil aku kalau butuh sesuatu."


Zhafran kemudian pergi ke kamar lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil memegang ponselnya.


Dia mengirim pesan pada Ren. Memberitahukan masalahnya dengan Jasmine, dan meminta Ren untuk mengatur pertemuannya, dia takut kalau Jasmine akan datang ke Perusahaan dan membuat Daisy salah paham.


Di dalam kamar mandi.


Kenapa air mataku tidak mau berhenti keluar. Aku takut. Ayah aku takut, apa yang harus aku lakukan. Aku tidak bisa keluar dan bertemu dengannya.


Setelah beberapa lama Daisy mulai bisa mengatur emosinya dan menenangkan dirinya, dia kembali ke kamar. Melihat Suaminya yang sudah tertidur pulas.


Dengan pelan dia menarik selimut Zhafran lalu merebahkan tubuhnya di samping Suaminya.


Zhafran terbangun lalu memeluk Daisy.


"Sayang, apa perutmu masih sakit? mau ku oleskan krim pereda nyeri? atau kita ke Rumah Sakit? atau aku telpon Farhan sekarang? tunggu ya."


"Perutku hanya kaget, sudah mendingan kok. Tidak usah menelpon Dokter Farhan, tadi aku sudah minum obat. Tidurlah besok kita harus bangun pagi."


"Sungguh sudah minum obat?" tanya Zhafran sambil memijat pelan perut Daisy.


Daisy pasrah menerima elusan lembut dari tangan Zhafran di perutnya, merasa geli dia pun berkata," sayang kalau memijat perutku tangannya jangan menjelajah kemana - mana dong."


"Memangnya tidak boleh? kamu kan Istriku, yang artinya kamu itu milikku, jadi perutmu juga milikku."


"Pfft hahaha sayang kamu ini bisa saja. Kalau begitu kamu juga milikku dong?"


"Kita kan saling memiliki. Dan semua yang ada pada diriku termasuk tubuhku jelas milik Istriku."


"Masa sih? sekarang kamu sudah pandai menggombal ya?"


"Bukan gombal. Tapi semua memang sudah menjadi milikmu, bahkan adik kecilku yang besar ini juga milikmu. Segalanya akan kuberikan hanya untukmu."


"Ya ampun sayang. Aku bisa mati meleleh karna gombalanmu. Sebaiknya kita tidur sekarang." Karna gemas Daisy menyentuh adik kecil Zhafran.


Zhafran yang kaget lalu berkata," Kamu mau lagi? jangan membangunkannya." Dia pun membalas dengan ciuman lembut di bibir Daisy.


"Hahaha habisnya kamu gemesin. Kan katanya adik kecilmu itu milikku."


"Heemmm tidak percaya? Istriku boleh menyentuhnya sampai puas. Di mainin semalaman juga tidak apa."


"Hah aku ngantuk." Daisy menarik tangannya kembali tapi ditahan Zhafran.


"Biarkan saja tanganmu menempel sampai kita tertidur. Selamat malam Istriku, mimpi yang indah.


I Love You My Wife."


"Tapi...baiklah selamat malam, mimpi indah.


I Love You To My Hubby."


Saat ini aku harus percaya pada Zhafran. Aku yakin dia akan menjelaskannya nanti. Aku tidak boleh berprasangka buruk karna hanya mendengar setengah percakapannya, itu juga samar - samar.


Di perjalanan di dalam mobil


Ran sedang menyetir lalu bertanya pada saudaranya," Ren ada masalah apalagi? kenapa wajahmu pucat begitu?"


Ren menarik dalam nafasnya lalu menghembuskannya pelan," Nona Jasmine akan datang, mungkin."


Ran yang kaget, mendadak mengerem mobilnya. Mereka berhenti di jalanan sepi lalu mulai mengobrol.


"Kenapa Nona Jasmine mau datang?"


"Tuan besar berencana melanjutkan perjodohan cucunya dengan Nona Jasmine."


"Lalu bagaimana dengan Tuan muda?"


"Kau taukan Tuan muda kita selalu menolaknya. Dua minggu lagi Tuan akan membawa Nyonya bertemu dengan keluarga besarnya."


"Nona Avril dan Nona Jasmine lumayan dekat, dan dia tau kalau Tuan sudah menikah, itu pasti karna Nona Avril yang memberitahukan padanya."


"Tapi aku rasa Tuan muda bisa menyelesaikanya. Dan pasti Nona Jasmine juga menentang perjodohan tersebut."


"Entahlah, kau tau kan Tuan itu sangat kaku dan pendiam. Sampai sekarang saja dia tidak menceritakan apapun pada Nyonya dan keluarganya."


"Kau benar, semua yang dilakukan Tuan muda atas kehendaknya sendiri termasuk mendirikan I&T Corporation. Dia tidak pernah meminta atau mendengarkan pendapat orang lain. Tapi setelah bersama Nyonya, Tuan lebih terasa menjadi manusia bukan robot. Hahahaha."


Bersambung.


Terima kasih atas segala dukungannya dan selalu setia membaca cerita receh ini.


Maaf kalau ceritanya membosankan dan terlalu panjang, pasti kalian ngantuk bacanya. Aku juga pertama kalinya bikin cerita, apalagi gendrenya romantis.

__ADS_1


Author berjuang Update. Jahat kalau kalian masih belum VOTE, Koment, Like dan Klik favorite ❤


__ADS_2