
Akhirnya mereka berempat berjalan bersama mengitari pantai dengan suasana yang hangat dan nyaman. Ren dan Ran hanya sebagai penjaga dan pelengkap mereka.
Ran yang diam - diam memperhatikan keduanya mulai menunjukkan senyuman manis, sebaliknya Ren tanpa ekspresi seperti biasa. Ren yang melihat kakaknya pun berkomentar.
"Ran, sekarang kamu lebih sering senyum ya. Kirain gak bisa."
"Ren, kamu mau mati ?"
Walaupun Ren dan Ran selalu terlihat akur dan membawa hawa dingin disekitarnya tapi saat mereka hanya berdua atau bersama Zhafran terkadang candaan ringan selalu menghiasi hari mereka.
Suasana hati Daisy saat ini tidak dapat dilukiskan hanya terlihat senyuman cerah menghiasi wajahnya, Zhafran yang menatapnya dari balik kaca mata semakin terpesona dengan istrinya, akhirnya dia memulai obrolan.
"Kau suka ?"
Zhafran berharap kalau Daisy menyukai semua hadiah yang dia berikan. Karna untuk pertama kalinya Zhafran melakukan semua hal ini demi seorang wanita. Dikehidupan yang lalu justru banyak orang yang mengejarnya.
"Ya. Terimakasih suamiku."
"Apa yang paling kamu suka ?" bertanya penuh harap.
"Aku sangat menyukai....."
"Apa?"
"Aku sangat menyukaimu dan semua yang kamu berikan untukku. Aku suka saat kamu ada bersamaku. Terimakasih suamiku Zhafran."
Tanpa sadar Daisy mengeluarkan isi hatinya tapi karna sudah terlanjur dia hanya tertunduk malu.
__ADS_1
Zhafran terdiam dan hanya memandang Daisy. Zhafran terlalu bahagia saat Daisy memanggilnya dengan lengkap "Suamiku Zhafran" biasanya perlu disuruh. Bahkan hanya karna hal ini Zhafran bisa memberikan apapun untuk Daisy, baginya menjaga senyum itu lebih berharga. Dia ingin memeluk dan menciumnya tapi tidak bisa padahal sudah menikah dan syah.
Melihat Zhafran tanpa reaksi membuat Daisy khawatir, apakah dia salah bicara atau membuat Zhafran tersinggung dan berkata," Maaf apa kau.." belum sempat menyelesaikan kalimatnya Zhafran mengecup bibir Daisy. Takut akan banyak mata memperhatikan majikannya Ran dan Ren dibuat kelabakan menutupi adegan tersebut. Syukurnya Ren membawa payung dari belakang, semuanya keringat dingin kecuali Zhafran.
Zhafran yang lambat bereaksi akhirnya tersadar lalu meninggalkan istrinya yang kebingungan tanpa berbicara apapun. Ren mengejar Tuannya sedangkan Ran meminta izin untuk pamit. Tidak tau mau berkata apa, Daisy hanya mengangguk.
Daisy yang ditinggalkan oleh mereka bertiga langsung terjongkok sambil menutup wajahnya. Terlalu banyak kejutan untuk dia proses setiap harinya. Dia takut semua kejutan dari Zhafran akan membuatnya terkena serangan jantung.
Diana dan Randy yang melihat Daisy jongkok di terik matahari langsung menghampirinya.
"Des kamu ngapain mau berjemur kaya bule ?" tanya Diana.
Daisy yang sadar ada temannya langsung berdiri tegap dan menjawab," kayaknya kakiku tadi digigit kepiting."
Randy pun berkata," serius kepitingnya sampai sini, yuklah pindah panas banget ini."
"Des pake sunblock ku nih entar kamu gosong, kamu ikut gak bentar lagi ada pertandingan voli melawan Dep.Humas," sambil menyerahkan sunblock pada Daisy dan mereka berjalan menuju mini bar yang ada di sekitar pantai.
"Yakin? si Sarah juga ikut loh," mata Diana dan Daisy saling menatap seolah punya rencana jahat dimata mereka, lalu keduanya tertawa. Randy hanya menggelengkan kepala dan bergumam pelan," dasar perempuan."
Dikejauhan Zhafran sudah kembali normal, lalu bertanya pada Ran," mengapa mereka berkumpul?" Ran pun menjawab," akan ada lomba voli dari masing-masing divisi Tuan. Dan sepertinya Nyonya akan mengikutinya."
Panitia memberi arahan kepada setiap divisi untuk membuat tim. Ketika panitia memberi arahan, Jullian yang sebagai tamu datang untuk menonton dari mini bar. Peserta yang melihatnya mulai mengacungkan tangan dan membuat permintaan.
"Pak panitia bagaimana jika Tn. Jullian ikut pertandingan bola voli juga," ujar penonton A.
Karna permintaan itu, akhirnya panita memberanikan diri bertanya pada Jullian. Tidak disangka Jullian menerimanya dan mengedipkan matanya ke arah Daisy. Sepertinya Jullian sengaja datang untuk ikut bergabung bersamanya. Mengetahui hal itu Ren mengatur strategi untuk membuat Presdir bisa masuk kedalam permainan tersebut.
__ADS_1
"Perhatian ada pengumuman akan hadir 4 orang istimewa yang akan ikut memeriahkan acara kita Asisten Ran dan Ren, lalu Tn. Jullian dan Pak Presdir akan membantu meramaikan acara kita hari ini," ucap panita penuh antusias.
Semua yang hadir bersorak gembira karna 4 orang keren akan bergabung dan bermain bersama mereka. Tiap 2 tim ada 6 pemain jadi totalnya 12 orang. Untuk 4 orang spesial akan diberikan undian.
Didalam genggaman tangan panita ada batang yang ujungnya sudah diwarnai, jika mendapat batang merah akan bergabung dengan Tim A dari Departemen Bisnis dan jika batang bewarna biru akan bergabung ke Tim B dari Departemen Humas.Ren merah, Ran merah, Zhafran Biru, Jullian Biru. Tapi sebelum pertandingan dimulai Ren berkata pada panita kalau batangnya bewarna biru jadi sekali lagi Ren berhasil mengatur strategi untuk Zhafran.
Semua wanita dari masing-masing departemen berteriak sorak gembira karna mereka 1 tim dengan para pangeran dari negri dongeng.
Zhafran memasang senyum puas ke arah Ren lalu mereka memulai pertandingan voli.
Setiap kali ada bola yang mendekat ke arah Daisy maka Zhafran segera menghempaskan bola tersebut, bertindak secara wajar dan normal tapi juga melindungi istrinya. Sayangnya Daisy bukannya fokus bermain bola tapi matanya selalu menatap perut bidang suaminya yang mengeluarkan keringat basah. Bukan hanya Zhafran tapi ketiga pemuda tampan itu mengeluarkan aura mematikan dan seksi dimata penonton dan peserta lainnya.
Bahkan Zhafran menikmati setiap momen ketika Daisy tanpa sengaja menabraknya saat hendak memukul bola, wajah Daisy semakin memerah bukan karna teriknya panas, tapi ada raja magma di hadapannya.
Tentunya Sarah sangat amat menahan amarahnya melihat Daisy lagi-lagi bersama dengan Zhafran. Setiap kali Sarah mendapat bola pasti akan selalu dia arahkan ke Daisy, dan ketika Daisy tidak bisa menangkisnya ada Zhafran yang membantunya.
Padahal sedari awal dia mengikuti permainan ini untuk membalas Sarah tapi nasi sudah menjadi bubur, fokusnya malah di tubuh suaminya saat bermain.
Tingkah Zhafran yang sangat terlihat normal dan cuek tidak menimbulkan curiga pada siapapun, siapa sangka Presdir yang super cool rela meninggalkan pekerjaannya untuk bermain voli dengan istrinya apalagi banyak lalat yang berkeliaran jadi dia perlu memantau istrinya.
Jullian yang tanpa tahu apapun hanya ikut menikmati permainan tersebut. Sayangnya Tim A kalah dan pemenangnya Tim B. Jadi Tim yang kalah akan dihukum. Hukumannya yaitu memainkan Truth or Dare. Dan hukuman apa yang akan dipilih oleh Presdir dan Daisy.
Ada- ada saja Zhafran dan Ren ...
Bersambung.
Terimakasih banyak atas semua Vote dan Likenya.
__ADS_1
Terimakasih banyak atas segala saran, masukan dan suportnya saya sangat amat bahagia.
Terimakasih sudah mau membacanya. Jangan bosan Like, Komen, Vote, Klik ❤ dan Rate bintang lima yah.