My Boss My Hubby

My Boss My Hubby
Bab.23 - Emosi


__ADS_3

Hati Daisy menjadi gundah gemuruh, dia tidak tahu perasaan apa yang dimiliki oleh Zhafran. Yang jelas perasaan itu bukan cinta. Ya benar, justru karna tiada cinta maka tak saling mempercayai.


Mereka kembali kekamar secara diam-diam. Sepanjang jalan Daisy memandangi wajah Zhafran, dia takut kalau suaminya akan sakit, melihat wajah istrinya yang khawatir lalu Zhafran berbisik ditelinganya," tenanglah aku tidak apa. Jadi jangan khawatir."


Zhafran memegang erat tangan Daisy yang berdiri disampingnya," Apa kamu akan kembali ?"


Daisy tersenyum lembut dan menatap mata Zhafran." Aku tidak tau, mungkin nanti."


Zhafran menarik tangan Daisy dan menaruhnya didadanya, sehingga dia bisa merasakan detakan jantungnya," Baiklah, lalu apa kamu mau mandi?"


Daisy mengangkat kepalanya, wajah mereka saling berdekatan," Aku akan mandi nanti kalau sudah dikamarku."


Zhafran melingkarkan tangannya ke pinggang Daisy, sampai bibirnya menyentuh bahunya mendekap dalam pelukannya," ayo mandi bersama."


Bersandar di dada Zhafran yang kokoh sambil menutupi raut wajahnya yang memerah, Daisy hanya diam seribu bahasa.


Melihat Daisy hanya diam tanpa respon apapun." Malam ini tidur disini besok kita akan kembali ke rumah," Daisy hanya mengangguk.


Merasa tingkah Daisy sangat menggemaskan diapun berbisik lagi," bagaimana kalau berendam bersama, aku tidak akan melakukan hal aneh padamu."


Daisy melepaskan tubuhnya dari pelukan Zhafran, berpaling dari wajahnya," aa...aku bisa mandi sendiri."


Zhafran mendekat lagi dan menyentuh rambut Daisy yang masih basah," kalau begitu bantu aku menggosok punggungku," jemarinya mendarat di leher Daisy.


Daisy mendorong tubuh Zhafran dengan kedua tangannya," kamu mandilah duluan aku harus kembali kekamar, setelah itu ikut kegiatan Barbeque. Kalau mau menyusullah nanti," berbalik lalu berjalan keluar ruangan meninggalkan Zhafran sendirian.


Ya Tuhan, terlalu banyak didekat Zhafran bisa memperpendek sisa umurku. Dia sadar gak sih ngomong gitu, sampai ngajak mandi bareng. Ya kan pasti telanjang gak mungkin aku maulah. Gak baik buat kesehatan jantungku.


Memandang punggung Daisy yang sudah menjauh diapun terduduk di sofa menyenderkan badannya sambil bergumam pelan," kamu selalu membuatku sakit kepala Daisy."


Padahal cuma mandi bareng, apa dia berharap lebih tapi malu-malu ya. Hemmm lucunya kucingku..


-


-


Sedari tadi Sarah sudah sangat menahan segala luapan emosinya, disepanjang keramaian dia mencari Daisy tapi tidak menemukannya.


Dia sudah bekerja sangat keras berdandan, membeli pakaian baru dan memakai bikini yang sangat seksi. Lelaki normal tentu akan memandangnya dengan buas, tapi tidak dihadapan Zhafran ataupun Jullian.


Dia dikenal karna kecantikannya dan sering mencapakkan lelaki ketika sudah bosan, baginya lelaki hanya binatang kelaparan yang bisa memuaskan hawa nafsunya dan memberikan kekayaan padanya. Tidak pernah tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Apalagi dia dikenal sebagai sepupunya Manajer Humas tentu orang akan segan dan menghormatinya.


Melihat Daisy lebih bersinar dari dirinya, dia selalu memikirkan berbagai cara untuk bisa menyingkirkan perempuan itu. Dia melihat ke arah Randy semakin menjadi kesal. Padahal sudah dihasut sedemikian rupa tapi dia belum bergerak mendekati Daisy.


"Randy gimana kamu sudah menyatakan perasaanmu pada Daisy belum ?" Sarah menghampiri Randy yang sedang duduk di mini bar.


Randy hanya santai menanggapi pertanyaan Sarah," Aku gak yakin Sar. Daisy terlalu istimewa rasanya aku gak bisa meraih dia. Lagian hubungan sebagai pasangan juga rekan kerja rasanya gimana gitu, entar malah canggung bukannya kerja malah sibuk pacaran hehehe."


Jawaban Randy membuatnya cemberut " Randy justru karna dia terlalu istimewa harusnya kamu semakin antusias dong, kapan lagi bisa punya pacar secantik dia."


Berbicara sampai memuji musuhnya membuat Sarah menahan mualnya.


Mendengar perkataan Sarah masih tidak membuatnya tergoyah," Sarah kenapa sih kok pengen banget kalau aku pacaran sama Daisy, toh dia belum tentu suka sama aku."

__ADS_1


Sarah berdecak kesal lalu memalingkan wajahnya," kamu tau kan aku tuh naksir sama Presdir, dan kayaknya Daisy juga mulai caper sama Presdir. Rasanya cemburu itu gak enak, mungkin kalau kamu pacaran sama Daisy setidaknya dia gak akan mendekati Presdir lagi."


Randy mengelus kepala Sarah," Daisy kayaknya gak akan mendekati Presdir. Kan Presdir sudah menikah, harusnya kamu yang tau diri jangan sampai mendekati suami orang lain. Kamu kan cantik pasti banyak lelaki single yang tertarik sama kamu."


Semakin kesal mendengar perkataan Randy," Siapa tau aja bohong kan, aku gak pernah tuh lihat Presdir sama istrinya. Sudahlah ngomong sama kamu percuma terlalu pengecut sampai takut ditolak."


Sarah pergi meninggalkan Randy sambil mengepalkan tangannya.


-


-


Melihat Daisy yang sudah kembali lalu Sarah menghampirinya.


"Enak ya habis dicium Jullian eh berenang bareng sama Presdir. Gimana sudah sampai mana ? sudah puas goda suami orang? kalau sudah murahan ya tetap aja murahan." Sarah menjadi tidak terkendali dan menghina Daisy dengan tatapan benci.


Biasanya Daisy hanya mengabaikan Sarah tapi kejadian hari ini membuatnya sangat kesal ditambah lagi Sarah selalu memprovokasinya. Daisy sudah sering menonton drama dimana karyawan lain akan ditindas oleh yang lainnya karna terlalu lemah dan dia tidak mau selalu menjadi orang yang disalahkan.


Daisy berjalan mendekat dan tangan kanannya meremas pipi sarah dengan sangat kuat," Apapun yang kulakukan dengan siapapun bukan urusanmu."


Sarah yang kaget berusaha melepaskan pipinya dari tangan Sarah, tapi cengkraman itu sangat kuat dan tatapan mata Daisy sungguh menakutkan," Kamu mau apa? mau berkelahi denganku, kau tidak lihat ada CCTV diatas kita hah."


Daisy mendorong Sarah kedinding dengan sangat keras dan masih belum melepas cengkramannya," jangan menggangu kucing yang sedang tidur, kalau sampai terbangun akan berubah menjadi macan dan mencakar wajahmu itu."


Berhasil melepaskan cengkraman dari Daisy dan mundur beberapa langkah," terus kenapa? aku lebih baik kok dari kamu. Apa pernah aku menggoda Jullian ataupun Presdir didepan orang banyak. Kamu cuma pengen ngejual tubuhmu kan, makanya bisa sampai kerja dan mendapatkan posisimu yang sekarang. Kamu pikir Presdir mau sama kamu? kamu cuma perempuan murahan yang gak tahu diri, sok suci sok bersih dasar munafik, kamu tuh bukan siapa-siapa cuma perempuan rendahan perebut suami orang."


Daisy diam lalu menatap Sarah dengan tatapan kosong, tanpa sadar Daisy melayangkan tangannya untuk menampar Sarah, tapi ada Ran yang menahan tangannya," Lebih baik tidak ada keributan disini jangan sampai membuat nama Perusahaan kita buruk, ingatlah tujuan kalian disini apa. Saya juga tau persis Daisy bekerja dengan sangat baik dan tidak pernah menggoda Presdir. Dan juga Presdir sudah menikah dia punya seorang istri tentunya beliau tidak akan pernah melirikmu Sarah."


"Siapa yang bilang dia bukan siapa-siapa, Daisy adalah orangku. Dia bekerja dengan sangat baik."


Mendengar suara berat yang tidak asing itu membuat Sarah kaget dan memundurkan langkahnya sampai ketembok.


Daisy yang melihat kedatangan Zhafran menjadi sedikit lega tapi juga merasa malu, dia takut akan membuat suaminya kerepotan dan salah paham lagi.


"Pak Presdir saya hanya menasehatinya dan berbicara fakta, bukankah tidak baik jika dia terlalu dekat dengan seorang yang sudah menikah, itu akan membuat malu I&T Corporation dan juga anda Pak."


Zhafran sama sekali tidak memandang Sarah, matanya hanya tertuju pada Daisy lalu dia berkata dengan sangat nyaring," keluar jangan sampai aku melihatmu lagi," Sarah yang ketakutan langsung lari sambil menangis.


Daisy mendekat ke arah Zhafran dan menatap lekat pada matanya," maaf, aku enggak bermaksud ribut ataupun coba melukainya tapi.." Zhafran langsung mendaratkan kecupan hangat di bibir Daisy sebelum dia menyelesaikan kalimatnya," aku tau, ayo pergi sebentar." menarik tangan Daisy dan mereka menuju suatu tempat."


Melihat tatapan hangat suaminya tanpa bertanya apapun membuatnya merasa lega dan sangat nyaman," terimakasih, tapi mau kemana aku takut ada yang melihat kita."


"Tenanglah," jawabnya," lain kali aku tidak akan membiarkan ada yang menindasmu, kamu punya aku Daisy jadi tolong bergantunglah padaku, andalkanlah aku sebagai suamimu, manfatkanlah aku, apapun itu. Jadi jangan pernah menahannya sendiri."


Daisy merasa sedih tapi juga bahagia untuk pertama kalinya ada seorang yang begitu perduli dan memperlakukannya sebaik ini.


"Zhafran aku..." Zhafran mendaratkan ciumannya sekali lagi pada Daisy," Daisy bukalah sedikit ruang untukku, dan percayalah padaku," lalu memeluknya.


Daisy menganggukan kepalanya di dalam pelukan Zhafran," Daisy lihatlah, indah bukan."


Daisy menatap pemandangam alam yang indah, walaupun sudah malam tapi ada banyak cahaya lampu dan rembulan yang menyinari mereka. Susana yang sangat indah, nyaman dan menyegarkan tidak salah kalau tempat ini menjadi salah satu tempat termahal untuk di kunjungi. Di sekelilingnya terlihat bukit tinggi dan sekitarnya juga ada pantai yang luas. Sangat cocok untuk menikmatinya bersama pasangan.


Zhafran walaupun kamu gak mencintaiku. Tapi ini sudah lebih dari cukup untukku.

__ADS_1


"Seandainya aku bisa berada disini lebih lama," ucap Daisy tanpa sengaja.


Mendengar ucapan Daisy dia langsung mengigit telinganya lalu berbisik," bahkan jika kamu mau selamanya disini aku bisa memberikannya untukmu." Zhafran memeluknya dari belakang, lehernya menyandar di bahu Daisy.


Daisy hanya tersenyum dia pikir itu pasti hanya untuk menghiburnya. Dia tau Zhafran berkecukupan tapi tidak mungkin bisa tinggal disini.


[Kruyuk] Suara perut Daisy.


"Lapar ?"


"Bibi akan menyiapkan makanan."


"Tapi aku mau barbeque."


"Kau ingin bergabung bersama mereka?"


"Mau kalau kamu ikut."


"Aku masih ada pekerjaan, pergilah bersama Ran. Nanti aku menyusul."


Zhafran mendekat ke arah Ran," Jaga Nyonya seperti kamu menjagaku dengan nyawamu. Jika dia terluka kau tanggung akibatnya." Ran tersenyum lalu membungkukkan badannya dan pergi bersama Daisy.


Ren datang setelah keduanya pergi," Tuan surat pemecatan Sarah sudah siap."


"Hanya dipecat ?" tanya Zhafran mengangkat sebagian alisnya dengan tatapan tidak puas.


Melihat reaksi dingin dari Tuannya, Ren pun berkata," saya akan menuntaskannya Tuan."


Biasanya Ren selalu melakukan pekerjaan dengan sempurna tanpa diperintahkan, tapi reaksi Tuannya kali ini sungguh berbeda, semenjak saat ini Ren berkemauan untuk memprioritaskan Daisy, dia tidak mau melihat kejadian seperti tadi siang. Membuat hatinya mendidih melihat Nyonya nya disentuh lelaki lain, dan dia tidak bisa melakukan apapun sebagai asisten profesional.


"Beraninya perempuan kotor itu mengancam Nyonya, akan kubuat dia susah bernafas setiap harinya. Bahkan keluarganya pun akan kuhancurkan jika perlu," Ren bergumam pelan.


Keeseokan harinya seluruh keluarga Sarah............


a. Mati


b. Gila


c. Bangkrut


d. isi sendiri


e. Rahasia ilahi


Serius amat 😂 sih


Bersambung.


Terima kasih atas segala dukungannya dan masih setia membaca. Jangan lupa jejak berupa Like, vote, Komen, Klik ❤ dan Rate ⭐5.


-


-

__ADS_1


__ADS_2