
Meskipun ragu Daisy tetap menjawab panggilan telpon tersebut, mungkin saja ada hal penting atau barang si Nenek tertinggal, itulah kenapa William menelponnya.
"Selamat pagi Daisy. Apa aku menggangumu?"
"Selamat pagi William. Tidak kok, ada apa ya?"
"Sebagai tanda balas budi, bagaimana kalau kita makan siang bersama?"
"Tidak perlu balas budi, aku ikhlas membantu. Sayangnya aku sudah janji makan siang dengan seseorang, maaf ya."
"Baiklah kalau begitu, lain kali kita harus makan bersama. Sampai jumpa Daisy."
"Ngomong sama William rasanya gak nyaman, tuhkan leher belakangku langsung dingin." Daisy yang berbicara pelan pada dirinya sendiri mulai menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan pekerjaannya.
Setelah percakapan singkat dengan Daisy, William segera menghampiri Neneknya.
William yang biasa di panggil Willi, ikut duduk di atas sofa bersebalahan dengan Neneknya.
"Nek, Daisy tidak akan lunch denganku. Katanya dia sudah membuat janji dengan seseorang."
"Sayang sekali padahal Nenek ingin melihat kalian berdua bersama."
Bagaimana bisa Nenek menyukai orang yang baru dia temui, ini aneh.
"Alex beruntung di jodohkan dengan Jasmine, setidaknya dia dari keluarga terpandang yang jelas latar belakangnya, tapi kenapa Nenek malah ingin aku dekat dengan wanita biasa seperti Daisy?" tanya William ragu - ragu sambil menatap Neneknya.
Nenek menghela nafas pelan lalu berkata," kamu iri dengan saudara mu hah? itu karna kakekmu yang dekat dengan sahabatnya, jadi di masa lalu mereka ingin menjodohkan salah satu diantara kalian. Lagi pula Nenek punya perasaan yang baik kepada Daisy."
"Ya sudahlah terserah Nenek, aku ada urusan keluar sebentar. Nenek istirahat saja, sebentar lagi kita makan siang." William keluar dari hotel lalu berjalan - jalan sambil memegang ponselnya.
*
*
*
Zhafran dan Ren sudah berada di ruang kerjanya, mereka fokus membahas pekerjaan, sampai kemudian Ran datang memberi kabar mengenai Jasmine.
"Tuan, Nona Jasmine ingin bertemu dengan anda siang ini. Beliau memaksa karna besok dia akan ada urusan penting. Itu katanya sih."
Ren menimpali," tapi kita ada rapat siang ini. Bagaimana dengan Nyonya besar?apa kita akan membatalkan rapat siang ini?"
Zhafran bangkit dari kursinya dan mulai meregangkan tubuhnya sambil berdecak pelan lalu menjawab," majukan rapat lalu kita makan siang dengan Nenek. Aku lelah hari ini, seharusnya aku makan siang dengan Istriku."
Dengan ekspresi ragu, Ran bertanya," Tuan, maafkan saya, tapi saya penasaran kenapa tidak mengatakan yang sejujurnya pada keluarga anda mengenai Nyonya Daisy?"
Zhafran melirik Ran dengan tatapan tajamnya, sadar dengan tatapan Tuannya Ran berkata," maaf Tuan, saya akan melanjutkan pekerjaan saya." Kemudian Ran keluar dari ruang kerja Zhafran.
"Sebenarnya aku sudah mengatakan pada ayah dan ibu akan menikah dua bulan yang lalu," gumam Zhafran pelan sambil menatap pemandangan dari balik kaca jendela.
Ren yang mendengar kalimat pelan dari Zhafran menjawab," Tuan, kau hanya mengatakannya sekilas pada Tuan dan Nyonya besar di telpon. Mungkin itulah sebabnya mereka tidak menanggapi secara serius."
"Kamu benar, itulah sebabnya aku akan membawa Daisy dan memperbaiki kesalahanku. Siapa sangka kalau sekarang aku sudah begitu mencintainya. Setelah makan siang dengan nenek kita akan bertemu dengan Jasmine. Aku harus meluruskan beberapa hal dengannya."
Setelah rapat dan makan siang bersama neneknya, Zhafran segera menuju restoran khusus masakan prancis dan bertemu dengan Jasmine di dampingi Ren.
Jasmine mengenakan gaun putih pendek dengan rambut coklat terurai, wajahnya cantik dan senyumnya begitu menggoda, kulitnya yang bersih dan bewarna kuning langsat. Bentuk matanya kecil dengan alis yang tersisir rapi. Bibirnya sedikit berisi dan hidungnya mancung. Yang jelas penampilannya terlihat dewasa dan anggun.
@ladiiprang
__ADS_1
Nama : Jasmine R
Usia : 27 tahun
Hobi : Make up
Makanan Kesukaan : salad dan spageti
Minuman Kesukaan : jus tomat
Tidak ada formalitas apapun, Zhafran langsung duduk diatas kursi berhadapan dengan Jasmine yang baru saja selesai menikmati hidangan lezat diatas meja makan.
"Bagaimana kabarmu Tuan Muda Alexander?" tanya Jasmine menatap dingin pada Zhafran.
"Aku sehat. Baiklah langsung ke intinya, aku menolak perjodohan kita. Karna aku sudah menikah."
"Setidaknya kamu bisa basa - basi dulu denganku, tapi ini memang gayamu langsung ke intinya. Kalau sudah menikah pasti kakek tidak akan menjodohkan kita, tapi kamu bukanlah orang rendahan yang akan membuat alasan klasik begitu, kecuali keluargamu belum tau tentang pernikahanmu. Benar ?"
"Aku akan membawa Istriku dua minggu lagi pada saat pertemuan keluarga. Jadi ku harap kamu mengerti apa maksudku, Nona Jasmine."
"Kalau aku membantumu, apa yang kudapatkan?"
"Aku tau kamu tidak sempat bahkan kehabisan tiket konser Jullian jadi aku sudah menyiapkan tiket Vip dan kamu juga bisa langsung menemui Jullian."
Jasmine kaget, lalu dia berdiri dari kursinya sambil melotot ke arah Zhafran. Tapi setelah itu dia duduk kembali menenangkan diri.
"Kamu mau menyogokku dengan tiket? jaringanmu begitu luas ya, sampai tau kenapa aku datang kemari. Kalau cuma tiket aku mampu membelinya tapi memang aku terlambat sih jadi sudah habis. Tapi untuk bisa bertemu Jullian itu..."
"Itu apa? aku sudah sering bertemu dengannya bahkan mengundangnya ke beberapa acara."
"Baiklah deal. Aku akan bicara dengan kakek. Aku juga gak perduli kalau kamu sudah menikah. Perempuan itu pasti luar biasa karna mau menikahimu."
"Istriku memang luar biasa. Dan juga pindahlah ke Hotel Atson, Ren akan mengurusnya untukmu. Oh ya Nenek dan William juga ada di Hotel."
"Aku gak mau bertemu dengan mereka apalagi dengan nenek dan William. Baiklah sore ini aku akan pindah, jadi jangan lupa janjimu."
Zhafran tidak menjawab hanya mengangguk setelah itu Ren mulai menjelaskan beberapa hal penting pada Jasmine.
Zhafran pergi meninggalkan Ren dan Jasmine lalu dia kembali ke Perusahaan bersama Ran yang menunggu di dalam mobil.
*
*
*
Skip time
Setelah makan malam dan mencuci piring, Zhafran dan Daisy duduk bersebalahan diatas sofa sambil menonton tv.
"Istriku maaf tadi siang begitu banyak hal yang harus ku selesaikan."
"Kenapa minta maaf, kalau sibuk tidak usah dipaksa untuk makan siang bersama."
Hati ini tidak tenang, tapi aku belum bisa mengatakan kalau tadi siang bertemu dengan Nenek. Daisy pasti akan sedih karna aku tidak mengajaknya. Sayang ku mohon bersabar karna aku sedang mempersiapkan semuanya.
"Terima kasih Istriku."
__ADS_1
"Sayang, apa bisa kamu menceritakan sedikit tentang keluargamu?" tanya Daisy menyenderkan kepalanya di tubuh Zhafran.
Zhafran mengelus rambut Daisy lalu menjawab," ayah dan ibuku mereka orang yang baik dan pengertian, aku juga punya saudara lelaki yang agak cuek. Ada juga kakek dan nenekku mereka agak ekstrim. Selebihnya hanya keluarga seperti Avril dan pamanku. Nanti kita juga akan bertemu mereka."
"Hem aku takut kalau mereka tidak akan menyukaiku. Aku....."
"Tenanglah, percayalah padaku. Mereka akan menyukaimu, karna kamu adalah pilihanku."
"Tapi bagaimana JIKA mereka gak menyukaiku?"
"Kalau sampai terjadi, aku akan memperjuangkanmu. Cukup jadi dirimu sendiri saat bertemu mereka, aku yakin keluargaku akan menyukaimu sebagaimana aku menyukaimu."
"Kamu setenang itu. Tapi aku gak bisa tenang. Kamu gak pernah nonton sinetron ya? biasanya ibu mertua akan sangat membenci menantunya karna mereka tidak berasal dari kalangan yang sama. Bahkan sampai berusaha memisahkan anak dan menantunya."
"Hahahha kamu ini jangan nonton sinetron lagi, tidak baik untuk kesehatan mentalmu. Aku adalah anak dari ayah dan ibuku. Aku paling tau bagaimana keluargaku. Sayang, percayalah padaku semua akan baik - baik saja."
Suamiku kamu benar, maafkan aku yah. Kamu sudah sesempurna ini, tentunya itu karna didikan orang tuamu.
"Maafkan aku sayang. Harusnya aku tidak meragukan keluargamu. Orang tuamu adalah orang tuaku juga."
"Besok Ran akan mengajarimu beberapa hal mendasar mengenai keluargaku jadi jangan khawatir lagi yah. Jadi sekarang ayo kita mandi."
"Mandi bersama?"
"Tentu saja mandi bersama, apa Istriku tidak mau?"
Setelah perbincangan singkat akhirnya mereka ehem - ehem beradu asmara penuh kehangatan dan kemesraan yang bergejolak membara.
*
*
*
Ran sedang sibuk menyiapkan beberapa file. Karna penasaran Renpun mulai bertanya.
"Ran, apa yang kamu lakukan? bukankah semua ini adalah foto keluarga Tuan besar?"
"Tuan memintaku menyiapkannya untuk di berikan kepada Nyonya."
"Jadi begitu, aku mengerti sekarang. Jadi besok akan ada les singkat? apa bisa Nyonya menghapal semuanya?"
"Tidak perlu menghapal semuanya. Setidaknya Nyonya akan tau beberap hal."
"Aku jadi gak sabar menantikan pertemuan mereka. Kecuali nona Avril, Jasmine dan tuan Sam yang sudah tau mengenai Nyonya."
Ke esokan harinya adalah hari libur. Ran datang ke apartemen Zhafran untuk mengajari Daisy dan memperkenalkannya pada keluarga Zhafran melalui beberapa foto dan sedikit info pribadi mereka untuk memudahkan Daisy nantinya. Serta sudah memesan beberapa gaun baru untuk dikenakan Daisy.
"Sebanyak ini dan mereka semua adalah orang penting? aku makin gak percaya diri Ran. Ku kira Zhafran hanya orang biasa dari keluarga kaya."
"Nyonya jangan khawatir, mereka semua adalah orang baik dan sangat mencintai Tuan muda. Jadi mereka pasti akan menerima Nyonya. Mari kita lanjutkan, nah Nyonya lihat foto ini adalah Tuan Sam, beliau adalah ayah nona Avril."
Begitu pula dengan Jasmine yang saat ini menyamar memakai baju biasa dan kaca mata hitam dan juga memakai topi untuk menyamarkan wajahnya sambil menonton konser Jullian ditemani 3 asistennya. Dia mulai lupa diri dan meneriakkan nama Jullian dari bangku VIP.
2 minggu kemudian....
Bersambung.
Terima kasih atas segala dukungannya dan selalu setia membaca cerita receh ini.
__ADS_1
Jahat kalau kalian masih belum VOTE, Koment, Like dan Klik favorite ❤