
Seperti biasa Zhafran selalu bangun terlebih dahulu dan sarapan sudah tersedia di meja makan. Daisy yang selalu bangun lebih lambat mulai terbiasa dengan suaminya yang sangat tepat waktu. Syukurnya Zhafran tidak pernah mengeluh apapun dan ketika dia lambat mempersiapkan sarapan sudah ada bibi yang menyiapkannya.
Hari ini karyawan I&T Corpiration mengakhiri liburan menyenangkan di Atson Hills, Daisy akan kembali dengan rekan lainnya menggunakan bus yang sudah disediakan Perusahaan. Karna identitas suami istri yang dirahasiakan semua langkah mereka sangatlah terbatas.
Sebelum berpisah Zhafran sudah berpesan padanya," jangan menanggung semuanya sendiri, cari aku kapanpun kamu butuh," mengingat ucapan suaminya membuatnya tersenyum.
Melihat Daisy yang tersenyum sendiri Diana pun bertanya," apakah ada hal baik terjadi ?"
Daisy sadar dari lamunannya dan menjawab," Ya begitulah."
Seperti biasa mereka mengobrol sepanjang perjalanan di dalam bus sambil menikmati pemandangan yang indah dan menyegarkan.
[ Dering dering ] Ada pesan masuk dari Hp Daisy.
📩" Nona sudah saatnya panen. Apakah ingin saya yang mengurusnya ?"
📩" Lakukan Tomo, saat ini aku sedang sibuk. Jangan lupa kirimkan rinciannya ke emailku. Sampaikan pada ayah aku merindukannya, kalau sudah tiba waktunya aku akan mengunjunginya bersama suamiku."
📩" Baik Nona, semoga hari anda menyenangkan.
Nona, apa tidak ingin pulang ke rumah ?"
📩 Tomo...aku mohon..."
📩 Baik Nona. Maafkan saya."
Daisy mengepalkan tangannya, baru saja dia merasakan bahagia sekarang harus memikirkan rumahnya membuat perasaannya menjadi kacau.
Daisy Qirani Alfaris, itulah dia seorang putri pertama dari dua bersaudari. Ayahnya adalah seorang pengusaha, dan memiliki beberapa perkebunan.
Sedari kecil sudah mandiri dan pekerja keras, banyak yang tidak tau latar belakangnya kecuali sahabatnya si Rose.
Beberapa jam terlewati akhirnya dia sampai kerumah. Langsung merebahkan diri dan berguling-guling dikasur.
"Seandainya saja kejadian itu tidak terjadi apakah aku akan disini sekarang," gumam Daisy pelan.
-
-
Daisy pun menjadi teringat kembali dengan kenangan 4 tahun yang lalu.
Daisy lumayan populer di kampusnya dia dijuluki snowy karna karakternya yang dingin dan hanya hangat pada 1 lelaki yang saat itu menjadi kekasihnya.Tapi kemudian kekasihnya Ryan memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas Harvard yang terletak di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.
Tapi sebelum itu mereka sudah bertunangan dan berkomitmen untuk menikah sampai saat dia bertekat menjaga kesuciannya demi Ryan.
__ADS_1
Saat itu Ryan dan Daisy tengah kencan dan menghabiskan liburan bersama.
Ryan berjalan sambil memegang tangan Daisy dan membawanya ke taman di sekitar rumahnya," Daisy aku ingin membicarakan hal penting padamu."
Melihat kekasihnya berwajah muram Daisy pun langsung mengelus pipinya," Ada apa sayang?"
Ryan mencium tangan Daisy lalu duduk disebelahnya," Aku akan melanjutkan kuliahku di Harvard. Jadi mengenai pernikahan kita.."
Mata Daisy menggelap seketika, dia sudah lama menantikan pernikahan itu," apa kamu ingin membatalkannya?"
Ryan segera melingkarkan tangannya di pinggang Daisy," siapa yang mau membatalkannya, aku hanya ingin menundanya. Jangan pernah katakan itu Daisy."
Daisy meremas punggung Ryan," sampai kapan aku harus menunggumu?"
"Tunggulah aku, jangan tinggalkan aku. Saat aku di Amerika kau bisa mengunjungiku, mengenai biaya dan semua hal aku akan mengurusnya. Jadi kumohon bersabarlah. Ini untuk masa depan kita."
Daisy masih diam tidak menjawab.
Ryan mencium kening Daisy lalu menatap lekat mata kekasihnya," aku sudah bicara pada mami dan papi, mereka setuju dengan rencana pertunangan. Jadi kamu tidak perlu khawatir aku akan selalu bersamamu walaupun terbentang jarak di antara kita. Daisy my Sysy aku sangat mencintaimu."
Daisy hanya melayangkan senyuman manisnya melihat Ryan yang memasang wajah muramnya bahkan meneteskan air mata untuknya," Aku percaya padamu. Tapi berjanjilah jangan pernah khianati cinta diantara kita."
"Kenapa aku jadi teringat mantan di masa lalu sih. Menjijikan," gumam Daisy pelan sambil mengacak rambutnya.
-
-
Beberapa lama kemudian.
[ Bell bell ] Suara bell pintu.
Daisy bangkit lalu menuju ke arah pintu, saat dia membukanya ada seorang gadis muda dengan wajah yang sangat imut menatap sinis padanya.
"Kenapa lama banget bukanya sih. Loh kamu siapa ?" tanya gadis itu menunjuk jarinya ke wajah Daisy.
Daisy yang bingung, menjawab dengan sopan," maaf kamu yang siapa ? kenapa berdiri didepan pintu orang lain."
Gadis itu masuk lalu menabrakkan tubuhnya dengan kasar ke arah Daisy sambil membawa kopernya," dimana dia ?" tanya gadis itu.
"Nona maaf ya tapi tolong yang sopan kalau kerumah orang jangan seenaknya masuk. Kita bahkan gak kenal, dan siapa yang kamu cari?" tanya Daisy menahan emosinya.
"Mana Alex ?" bertanya tanpa memandang Daisy lalu menuju dapur dan mengambil air dari dalam kulkas untuk dia minum.
"Kenapa dia tau arah dapur. Siapa dia ?" gumam Daisy pelan lalu mengikuti gadis itu ke dapur.
__ADS_1
"Alex ? maaf Nona sekali lagi saya tanya kamu siapa?" Daisy mendekat ke arah gadis itu.
"Hah apa ini spageti ? aku lapar." Gadis itu langsung memakan mie goreng yang baru dibuat Daisy.
"Itu bukan spageti tapi mie goreng biasa, jangan seenaknya makan makanan orang lain." Merasa tidak suka Daisy menarik piring tersebut membuat gadis itu bangun dan berteriak pada Daisy.
"Kamu gak sopan ya berani merebut makanan pada Nona ini." Mendorong Daisy hingga kepalanya terbentur, melihat Daisy terjatuh gadis itu kaget lalu memapahnya.
"Nona jangan sampai aku panggil polisi." Daisy memegang kepalanya yang terluka.
"Aduh aku gak sengaja, jangan marah dong. Aku cuma mau ketemu Alex, aku tunangannya Alex, bentar kalau Zhafran kamu tau ? aku tunangannya."
"Alex.. Zhafran ..." Daisy baru ingat kalau Alex adalah nama depan Zhafran. Daisy terdiam tatapan matanya kosong, hatinya berdegup kencang. Lalu dia meninggalkan gadis itu dan pergi kekamar.
"Hei kok langsung pergi, ini spagetinya aku habisin ya. Itu luka dikepala gimana gak mau di obatin ?" tidak ada jawaban dari Daisy gadis itu lebih fokus menyantap spageti rasa mie gorengnya.
Beberapa menit kemudian Daisy keluar dan sudah mengobati kepalanya.
Gak mungkin tunangannya Zhafran macam dia, dilihat dari postur dan wajahnya juga sepertinya terlalu muda untuk Zhafran tapi aku memang tidak tau apapun tentang suamiku. Apa type Zhafran seorang gadis muda?
Dia melihat gadis itu dengan santainya menonton TV tanpa mencuci bekas piringnya.
"Nona tolong cuci piringmu setelah makan."
"Hei kamu sudah mengobati kepalamu? maaf ya tadi gak sengaja. Oh iya spagetimu enak banget lain kali masakkan lagi buatku ya."
"Cuci piring atau keluar dari sini." Daisy menatap dingin ke arah gadis itu lalu mendekatnya dan menjewer telinganya.
"Aduh sakit iya aku cuci piringnya." Gadis itu mulai memegang piring, dilihat dari sikapnya dia tidak tau cara mencuci piring. Daisy yang melihatnya hanya bisa berdecak kesal lalu mengambil piring tersebut dan mencucinya.
"Kamu pembantu ya ? sejak kapan Alex pelihara pembantu," gumamnya pelan.
"Aku bukan pembantunya, nah kamu sendiri siapa namamu?" Menyilangkan kedua tangannya ke depan dada.
"Aku Avril tunangannya Alex. Kamu siapa ?"
"Aku Daisy. Istri sah Zhafran."
Bersambung.
Terima kasih readers atas segala dukungannya dan masih setia membaca.
Jangan lupa jejak berupa Like, vote, Komen,
Klik ❤ dan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1