
Cinta bisa datang kapan saja dan untuk siapa saja tanpa direncanakan, kita pun tidak dapat memutuskan kapan cinta itu berakhir.
Rasa cemas yang selama ini menggerogoti Daisy kian memudar, ditepi ranjang setelah menikmati malam pertama keduanya masih merasakan kehangatan saling tersenyum dan memandang.
Daisy masih terbaring lemas, bahkan untuk mengingat kejadian sebelumnya membuat pipinya memerah dan menarik selimut menutupi tubuhnya.
Zhafran kemudian masuk kedalam selimut lalu memeluknya dan berbisik," lagi."
Daisy sudah lelah dan untuk pertama kalinya dia merasa energinya sudah habis terkuras. Tapi melihat tatapan manja dari Zhafran membuatnya luluh, akhirnya melakukan kesenangan itu lagi. Dia tidak menyangka seorang Zhafran yang sempurna, dingin dan berkarisma menjadi begitu garang dan sangar saat melakukannya. Malam semakin memanas seolah tiada akhir.
Keesokan harinya.
Daisy bangun seperti biasanya, tapi suasana rumah terasa sepi, saat dia mulai sadar tanpa sengaja menyentuh lengan Zhafran. Dan untuk pertama kalinya seorang Zhafran masih pulas tertidur. Biasanya dia sudah bersiap dengan pakaian formalnya sambil meminum susu hangat.
Diasy mengecup kening Zhafran," morning," ucapnya."
Zhafran terbangun," morning my wife," lalu berdiri dan berjalan keluar tanpa sehelai kainpun menutupi tubuhnya yang atletis dan menggoda.
Daisy hampir saja meneteskan air salivanya sambil memandang tubuh Zhafran. Dia bertanya-tanya apakah Zhafran memang seberani ini. Zhafran kembali kekamar dan bertanya," mandi?"
Daisy yang tidak peka menjawab," kamu mau mandi?"
Zhafran diam sejenak dengan perlahan dia langsung mengangkat tubuh Daisy dan membawanya menuju baththub yang sudah dia siapkan sebelumnya. Daisy hanya diam menunduk menahan malu dan berusaha menutupi wajahnya dengan tangan. Zhafran hanya tersenyum kemudian mereka berendam bersama dan menikmati kesenangan itu lagi.
Setelah selesai mandi seperti biasa mereka menikmati sarapan yang sudah di sediakan bibi.
Beberapa saat kemudian setelah keduanya sarapan.
"Zhafran apa kamu tidak bekerja? sepertinya aku sudah terlambat kekantor."
"Hari ini kita cuti. Ren sudah mengaturnya jadi tidak usah bekerja. Saatnya kita menikmati hari ini dengan kencan."
Seumur hidupnya Zhafran tidak pernah berkencan, karna tidak pernah sekalipun terpikir olehnya akan berhubungan dengan seorang wanita ataupun menikah. Menghabiskan waktunya hanya untuk meraih kekuasaan.
Daisy diam sejenak dia tidak mau cuti tapi dia juga ingin berkencan dengan suaminya," tentu, kita mau kencan kemana?"
__ADS_1
Sekali lagi Daisy mendapat kejutan tak terduga dari Zhafran, kalau suaminya akan mengajaknya berkencan setelah sejauh ini. Dia mulai penasaran bagaimanakah seorang Zhafran berkencan.
"Paris," jawab Zhafran.
"Haha kamu lucu sayang. Kenapa tidak keliling Eropa sekalian." Daisy tidak menduga kalau ucapan Zhafran ternyata serius, dia bukanlah orang yang akan mudah bercanda terutama kepada Daisy.
Zhafran menatap Daisy," kamu mau kita keliling Eropa? akan kusiapkan tunggu sebentar." Zhafran mengambil Hpnya dan mulai berbicara dengan Ren perihal persiapan kencan mereka mengelilingi Eropa.
Melihat ekspresi serius Zhafran, Daisy langsung melompat halus kearahnya," Zhafran apa kamu serius?"
Zhafran mengangguk," ya."
Tanpa reaksi hanya mengangguk dan menatap mata Daisy dengan lekat tapi hangat.
Bodohnya aku, Zhafran bukanlah orang yang suka bercanda. Kenapa aku masih belum mengenal suamiku sendiri. Tapi tidak mungkin kan keliling Eropa, biayanya sangat mahal dan butuh banyak persiapan.
"Bagaimana dengan Avril? dia memintaku menemaninya berbelanja." Daisy baru ingat janjinya dengan Avril.
"Jangan khawatir, aku mengirimnya kembali ke Amerika. Semua sudah di atur oleh Ren." Zhafran tau kalau Avril sangat manja dan merepotkan jadi dia mengirim sepupunya kembali ke Amerika dengan paksa.
Zhafran terdiam sejenak lalu berkata," Kalau tidak sekarang, mau kapan? kalau sibuk aku memang selalu punya banyak pekerjaan. Tapi aku memang ingin menyenangkanmu. Lagipula aku belum pernah kencan. Jadi..."
Kenapa aku sangat senang saat dia mengatakan hal itu. Kamu selalu memberikanku kejutan tak terduga. Oh apa dia mau merasakan kencan pertama denganku? lucunya....
"Bagaimana dengan biayanya? keluar negri tidaklah murah. Jangan boros, aku tau status dan jabatan mu tinggi di perusahaan tapi.."
Zhafran menghentikan perkataan Daisy dengan kecupannya lalu menatapnya dengan tegas. Tatapan yang tidak asing buat Daisy, mengisyaratkan bahwa dia harus menuruti Zhafran.
Daisy menghela nafas dengan pelan," ayo kita ke Paris," membalas tatapan Zhafran dengan senyuman.
Segala sesuatu yang dibutuhkan untuk bepergian telah disiapkan oleh Ran dan Ren sejak tadi pagi. Termasuk kelengkapan lainnya. Mereka tidak hanya pergi berdua, tapi ada bibi dan Ran yang menemani mereka. Sementara Ren bertugas mengurus beberapa pekerjaan yang ditinggalkan Zhafran.
Ran dan Ren datang kerumah Zhafran untuk mengkorfirmasi beberapa tugas lain dan mengurus keberangkatan mereka.
"Tuan apa anda yakin tidak menggunakan private jet?" tanya Ren cemas.
__ADS_1
Zhafran menatap mata Ren, merasa mengerti dengan maksud tatapan itu diapun melajutkan perkataanya," saya akan memesan First Class untuk Tuan dan Nyonya, sisanya akan diurus oleh Ran."
"Apa kamu sudah menyiapkan jadwal kencanku?"
"Silahkan Tuan periksa Email, karna saya sudah mengirim dan merincikannya. Jika masih kurang Tuan bisa menelpon saya kapan saja."
Kencan mainstream langsung ke luar negri. Apa karna Tuan ingin kencannya berbeda ya. Sudahlah bisa sakit kepalaku terlalu banyak berpikir.
Ran yang sudah selesai membantu Daisy berbenah kembali menghampiri Ren yang berada di ruang kerja Zhafran. Keduanya sedang mengobrol serius.
"Ren, kenapa wajahmu kusut begitu? mau ikut juga ke Paris?" sindir Ran yang suka menjahili adiknya.
"Pekerjaanku disini juga penting. Ingatlah untuk menjaga keselamatan Tuan dan Nyonya," jawab Ren kesal sambil bermain gadgetnya.
"Kamu mau oleh-oleh apa?" tanya Ran.
"Cukup jaga keselamatan Tuan dan Nyonya dan jangan sampai lupa apa tugasmu. Karna aku sudah sibuk disini." Ren bersandar di sofa sambil melemaskan lehernya.
Melihat Ren kelelahan Zhafran berkata," nanti akan kunaikkan gajimu dan memperpanjang cutimu."
Perasaan dari kemarin gajiku naik turun deh. Cuti kapan aku pernah cuti? Tuan kau itu gila kerja. Dan aku Ren yang sebagai asisten multitalenta ini tidak pernah istirahat karna mu Tuan.
"Terima kasih Tuan," jawab Ren yang raut wajahnya tampak lelah.
"Tapi kenapa memutuskan pergi ke Paris Tuan?" tanya Ran bingung.
"Tanyakan pada adikmu," jawab Zhafran.
"Tentu saja itu karna hasil survey yang kulakukan, Paris merupakan salah satu tempat romantis didunia dan bisa sekalian honeymoon kan." Ren mulai menjelaskan beberapa fakta menarik mengenai kencan padahal dia dan Zhafran tidak pernah kencan.
Seketika mendengar perkataan Ren membuat Zhafran kaku. Selama ini dia tidak pernah memikirkan yang namanya Honeymoon, yang dia lakukan hanya menikahinya, sarapan dan makan siang bersama. Rencana kencan ini pun karna saran dari Ren dan Ran. Zhafran terlalu kaku dan dingin selama hidupnya hanya untuk bekerja. Baru kali ini dia memikirkan hal selain pekerjaan semenjak bersama Daisy istrinya.
Bersambung.
Jangan lupa Komen, Like, Vote, Klik ❤
__ADS_1
Terima kasih kepada readers yang masih setia membaca novel ini. Maaf jika tidak sesuai dengan harapan dan masih banyaknya kekurangannya.