My Boss My Hubby

My Boss My Hubby
Bab.65 - Fryaga Family I


__ADS_3

Suasana menjadi sedikit lebih cair, tapi kejadian barusan masih membuat Daisy syok. Tidak ada satupun yang memulai obrolan ketika si Kakek sedang berbicara.


Namun di kejauhan William tampak sedikit menarik sudut bibirnya sambil menatap Daisy dan Zhafran yang masih kaku di hadapan sang Kakek.


Setelah adegan mainstream barusan mereka melanjutkan dengan acara makan malam besar di ruang makan yang sudah tertata rapi dan menyediakan berbagai menu yang terlihat mewah.


Mereka mulai menikmati hidangan tersebut dalam suasana khusuk tanpa ada satupun yang berbicara.


Sesekali Daisy melirik ke berbagai arah tapi tidak ada satupun yang mengeluarkan suara, kecuali sedikit bunyi alat makan. Dia pun semakin menegang.


Sekarang aku paham kenapa Zhafran tidak pernah bicara saat makan bersamaku, seluruh keluarganya pun sama. Mungkin sudah menjadi ajaran yang mendarah daging dari keluarganya, batin Daisy.


Setelah selesai menyantap hidangan si Kakek mulai membuka obrolan, semua mata tertuju padanya. Daisy bisa merasakan aura yang sama ketika melihat Zhafran pertama kali.


"Mari kita bersulang untuk Alexander dan Daisy semoga kalian bahagia dan segera menyelenggarakan acara pernikahan."


Semuanya mengangkat gelas yang berisikan wine lalu bersulang dan saling membalas senyuman tipis sambil mengucapkan selamat kepada keduanya.


Zhafran dan Daisy pun membalas ucapan Kakek dengan rasa syukur dan suka cita.


Kemudian Jade berbicara pada Zhafran," ayo kita bicara sebentar." Tanpa bertanya Zhafran mengikuti Jade dari belakang, meninggalkan Daisy bersama keluarganya yang masih di ruang makan.


Ketika pergi mengikuti Jade, Zhafran sudah memberi isyarat pada Daisy. Dengan respon cepat Daisy langsung mengangguk.


*


*


*


Setelah Zhafran dan Jade sudah pergi, Revalina yaitu Ibunya Zhafran kemudian mengajak Daisy ketaman belakang.


Daisy berjalan di samping Revalina, sesekali dia melirik tapi masih grogi. Kemudian mereka duduk di bangku taman, Revalina pun memulai percakapan.


"Daisy kenapa kamu menikah dengan anakku?" Revalina menatap lekat dan memancarkan aura dingin ketika bertanya pada Daisy.


Daisy kemudian menjadi lebih gugup, jantungnya berdegup kencang sambil meremas rok bagian bawahnya. Dia tidak tau harus menjawab apa karna mereka menikah tanpa adanya cinta.

__ADS_1


Daisy membulatkan tekatnya kemudian dia menjawab," karna saya menyukai Zhafran semenjak pertama kali melihatnya. Kalau ditanya apa yang saya sukai. Terlalu banyak hal yang membuat saya menyukainya, terlebih ketika kami sudah hidup bersama." Yang tadinya menegang lambat laun Daisy menjadi lebih tenang saat berbicara dengan Revalina.


Revalina pun menanggapi," apa kamu tau kalau dia adalah Fryaga?" Revalina tau tatapan mata Daisy sangatlah tulus dan terpancar kejujuran dari jawabanya, tapi dia masihlah tidak puas dengan jawaban Daisy.


"Maaf maksudnya?" Daisy tau nama lengkap Zhafran tapi dia tidak tau kalau nama tersebut memiliki latar belakang yang berat. Daisy mulai khawatir apakah Ibunya akan mempermasalahkan kasta.


"Apa kamu tau siapa dia sebenarnya sebelum kalian menikah?" Revalina kembali menatap Daisy, tatapannya sangat menusuk.


"Saya tidak tau. Saya tidak mengetahui latar belakangnya, saya pun tidak pernah menanyakannya dan baru tau beberapa minggu yang lalu. Tapi kami menikah dengan kesungguhan hati dan mempersiapkan..." Suara Daisy mulai bergetar, dia tidak menyangka Revalina yang tadinya sangat lembut kini memepertanyakan hubungannya dengan Zhafran sedetail ini.


"Pernikahan tanpa mengetahui apapun mengenai pasangannya? bukankah terlalu aneh?" Revalina menghentikan kalimat Daisy dan semakin menyudutkannya.


Daisy ingat kalau Ran pernah berkata pada saat les singkat bersama, kalau Ibunya Zhafran walaupun terlihat lembut tapi dia sangatlah tegas dan teliti.


Daisy menarik dan menghembuskan nafasnya dengan pelan lalu dia menjawab," mungkin terdengar aneh, tapi saya bahkan tidak perduli dia siapa dan berasal dari mana. Hanya bersama dengannya saya merasakan kehangatan dan kenyamanan. Mungkin diawal kami hanya saling menyukai tapi lambat laun saya semakin mencintainya. Jujur saja beberapa minggu yang lalu ketika tau dia berasal dari Fryaga grub yang sangat terkenal membuat saya kaget dan khawatir."


Revalina tersenyum lalu memegang tangan Daisy. Daisy tersentak kaget karna perubahan tiba - tiba dari Revalina.


"Kalau begitu sekali lagi aku ucapkan selamat datang di keluarga kami. Jadi mulai sekarang panggillah wanita tua ini dengan sebutan Ibu."


"Terima kasih Bu. Maaf karna baru memberitahukan hubungan pernikahan kami."


Revalina tersenyum sambil berkata," tapi ingatlah sekarang kamu sudah menjadi bagian dari Fryaga, kamu harus paham betul apa tugas dan tanggung jawab sebagai Nyonya Zhafran Fryaga."


Daisy menelan air salivanya, dia menjadi sedikit ngeri karna latar belakang suaminya dan harus menerima beban dari menanggung nama tersebut. Tapi dia harus siap akan segala konsukuensinya. Dia bertekat untuk tidak akan pernah meninggalkan Zhafran sebagaimana Zhafran selalu ada untuknya.


Keduanya pun mengobrol ringan, sedikit lebih hati Revalina terbuka untuk Daisy. Dia berusaha untuk menerima pasangan putra tercintanya. Sejujurnya dia salut dengan Daisy. Sebagai Ibu dia paham benar bagaimana sifat putranya yang sangat pendiam dan pemilih, karna untuk meluluhkan hati Zhafran tidaklah mudah. Tapi dari percakapan barusan serta melihat tatapan dan perlakuan Zhafran pada Daisy, dia bisa merasakan kalau putranya sudah sangat berubah berkat Daisy.


Setelah obrolan panjang tersebut mereka kembali keruang keluarga, dan Daisy mulai berkenalan dengan keluarga besar Fryaga.


"Daisy maafkan tante ya, karna tadi mengira kalau kamu....." Vivian merasa tidak enak lalu mengehentikan kalimatnya dan mulai minta maaf sambil meremas kedua tangan Daisy.


"Daisy juga minta maaf karna sebelumnya terlambat mengenalkan diri." Daisy tersenyum dan sedikit malu.


Avril yang tidak tahan karna suasana yang agak tegang pun mulai berceloteh ria.


"Hais sudah jangan tegang gini, rasanya susah mau bernafas. Pokoknya selamat datang di keluarga kami yah Kakak ipar. Nah yang di sampingku ini adalah Ayahku , lalu kedua anak kecil itu adalah sepupuku."

__ADS_1


"Anak kecil dari mana aku sudah dewasa. Kakak ipar bisa memanggilku Vendy dan aku sudah 17 tahun nah di sebelahku ini Aurel, kalau dia memang masih anak kecil karna baru 15 tahun."


Aurel tidak menjawab tapi dia mengangguk memberi hormat pada Daisy lalu melanjutkan bermain game dan duduk di pojokan.


Kemudian datanglah Anyta dan William, merekapun memberikan hormat pada Anyta.


Tidak butuh waktu lama Anyta mulai menatap Daisy lalu berkata," sudah lama tidak berjumpa ya Daisy."


Beberapa orang yang ada diruangan tersebut tersentak kaget, kemudian Avril bertanya," Nenek apa sudah pernah bertemu dengan Kakak ipar?"


"Hahaha kami bertemu dua minggu yang lalu, saat itu aku sedang tersesat dan dia menolongku. Ya ampun mungkin ini yang namanya takdir, padahal aku mau menjodohkannya dengan Willi."


William agak kesal lalu mengeluarkan batuk palsu, Daisy melirik William, dia pun merasa tidak nyaman.


Tapi keluarga lain tidak menaruh kecurigaan apapun, mereka paham kalau Anyta memang suka menjodohkan cucunya.


"Nenek, tolong maafkan Daisy karna tidak tau kalau..." Daisy mulai sungkan dan pipinya memerah.


Anyta menghentikan kalimat Daisy lalu mengajaknya jalan - jalan sebentar. William mengikuti dari belakang sambil memandang keduanya dengan tatapan kesal.


"Padahal kamu terlihat serasi dengan Willi tapi ternyata sudah menikah dengan Alex. Hahahaha suatu kebetulan kah." Tanpa ragu Anyta mulai menggoda Daisy lagi, dia agak kecewa tapi juga bahagia.


Daisy tidak menjawab sesekali dia hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.


Apa sekarang aku akan di introgasi lagi? ya Tuhan aku sangat lelah !!! batin Daisy.


Khawatir dengan percakapan keduanya, William berinisiatif membawa Neneknya kembali ke dalam rumah. Dia sempat melirik Daisy tapi mengabaikannya lagi.


"Ehem... Nek sebaiknya kita masuk, malam semakin dingin nanti Nenek sakit." William sama sekali tidak memandang Daisy dan langsung membawa Anyta masuk kedalam, Daisy merasa lega karna tidak ada introgasi dan mengikuti mereka dari belakang. Tapi dia mulai tidak nyaman karna William sedari tadi mengacuhkannya.


Malam ini semua keluarga menginap di rumah, termasuk William. Beberapa orang diantaranya seperti Paman Sam, Paman Raksa dan Andreas masih mengobrol di ruang keluarga. Tante Vivian dan Revalina sudah berada di kamar untuk beristirahat. Sedangkan anak - anak masih bermain sambil bercanda gurau di ruangan berbeda.


Bersambung.


Yang suka silahkan menikmati cerita receh ini dengan memberikan nutrisi dan vitamin yang sehat berupa Like, Koment, Vote biar Author semangat melanjutkan ceritanya.


Dan untuk readers yang selama ini sudah menemani author dari awal sampai sekarang bahkan memberikan vote dan komen yang menyemangati, sekali lagi terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2