My Boss My Hubby

My Boss My Hubby
Bab.67 - Rahasia Andini


__ADS_3

Selama beberapa hari Daisy akan sibuk menjalani hari indahnya bersama keluarga barunya.


🌹🌹🌹


Malam ini neneknya Evan yang bernama Andini sedang sakit, jadi Charles dan Evan berencana kembali ke kerumah orang tuanya.


Di perjalanan menuju rumah ibunya Charles. Evan sedang bersandar di pelukan Charles dalam keadaan setengah mengantuk.


"Papah, apakah nenek sedang sakit?"


"Nenek sakit jadi nanti saat kita sudah sampai Evan jangan nakal dan rawat nenek yah !!!"


"Evan mana pernah nakal. Evan kan kangen sama nenek dan kakek."


Charles tidak menanggapi jawaban putra kecilnya, dia hanya membelai pelan rambutnya dan Evan pun mulai tertidur.


Butuh 2 jam untuk sampai di rumah utama, para pelayan pun datang menyambut Charles dan Evan.


Evan yang kemudian terbangun, langsung berlari lincah dan menuju kamar utama dimana neneknya berada.


Evan berlari dan langsung melompat keatas ranjang, dia duduk disamping Neneknya.


"Nenek kalau sakit kenapa tidak kerumah sakit?" tanya Evan sambil memijat tangan Neneknya.


"Nenek baru saja pulang dari rumah sakit. Aduh kangennya sama Evan cucu kesayangan Nenek."


"Syukurlah Evan kan khawatir. Hehehe Evan juga sayang Nenek, ini ada permen untuk Nenek." Evan mengeluarkan lolipop dari dalam kantong celananya lalu diberikan pada Neneknya.


Charles kemudian masuk ke dalam kamar, lalu memeluk Ibunya yang sudah memegang permen pemberian dari putra kecilnya.


"Maaf Bu, sangat terlambat datang kemari. Karna tadi Charles ada di luar kota rapat dan baru tau saat membuka ponsel kalau Ibu sedang sakit."


"Tidak apa kok. Hanya kelelahan saja. Kalau belum makan, kamu kebawah gih. Bibi sudah menyiapkan makanan kesukaanmu dan Evan."


"Eh, Nenek sudah makan apa belum? kalau belum ayo makan bersama Evan dan Papah."


"Nenek akan makan juga nah Evan turunlah duluan."


Setelah mendengar perintah halus dari Neneknya Evan segera keluar dan menuju ruang makan bersama Bibi Ela yang bekerja sebagai asisten rumah tangga dan lumayan akrab dengan Evan.


Charles pun menemani dan menyuapi Evan saat makan malam. Setelah itu dia kembali ke kamar Ibunya dan membiarkan Evan bermain bersama bibi Ela di ruangan lain.


Saat dia masuk ke kamar, sudah ada Ayahnya yang sedang menyuapi Ibunya dengan bubur ayam hangat.


Melihat putranya datang Ayahnya Charles yang bernama Erwin Mahesa langsung tersenyum dan merekapun berpelukan selayaknya Ayah dan anak yang saling merindukan.

__ADS_1


"Kamu ini kok baru datang. Tidak kasihan sama Ibumu hah." Erwin mulai mengomel, tidak lama kemudian Evan datang lalu menerjang Erwin.


"Kakek, Evan kangen." Evan datang menerjang ke dalam pelukan Erwin.


"Cucu Kakek yang tampan, kemana saja sih. Kakek juga kangen sama Evan." Erwin menggendong Evan dan mulai lupa dengan anaknya yang masih berdiri disampingnya. Melihat keharmonisan keluarganya Daniah menjadi sangat bahagia.


"Kek tau tidak, kalau Evan sudah punya mamah." Saat Evan mulai berbicara, pandangan mata Daniah dan Erwin mulai berbinar. Merekapun menanggapi perkataan cucu kesayangannya.


"Benarkah Evan? jadi dimana mamahmu sekarang?" tanya Erwin yang masih menggendong Evan dengan bahagia.


"Mamah sedang sibuk, dia selalu sibuk tapi tenang saja. Mamah tidak pernah melupakan Evan."


Karna khawatir, Andini memanggil Charles.


Charles kemudian duduk disamping Ibunya sambil mengkerutkan kening. Merasa paham dengan panggilan Ibunya, diapun mencoba menjelaskan pada keluarganya.


Erwin diam - diam menyimak sambil bermain dengan cucu kesayangannya.


Charles mulai menjelaskan awal pertemuan Evan dengan wanita yang dia panggil mamah dan bagaimana wanita itu kini menjadi ibu angkat Evan. Begitupula dengan kejadian beberapa tahun lalu saat wanita itu menolong Helen. Andini dan Erwin justru tertawa mendengar penjelasan putra semata wayang mereka.


"Jadi siapa nama wanita yang sudah bisa mengambil hati kalian berdua?" tanya Andini yang masih menutupi bibirnya yang tersenyum dengan tangannya.


"Namanya Daisy Bu. Dia wanita yang lembut dan cantik, sayangnya Charles sudah terlambat."


Evan yang tadinya bermain bersama Kakeknya kini tertidur di atas sofa.


"Apa Daisy sudah punya kekasih? kan masih pacaran jadi masih bisa di kejar hahaha." Andini menimpali pertanyaan Erwin sambil tertawa pelan.


Charles mendesah semakin berat dan menghembuskan nafasnya dengan pelan.


"Tidak semudah itu Bu. Meskipun Charles punya perasaan aneh padanya, sayangnya Daisy sudah menikah. Jadi tidak mungkin ada harapan untuk Charles, makanya dia hanya bisa menjadi ibu angkat demi Evan yang merengek."


Andini melesu mendengar jawaban Charles dia pun berkata," sayang sekali, padahal Ibu juga pengen punya mantu lagi. Karna setelah Helen tiada kamu selalu sendirian kan kasihan Evan."


"Sayang, jodoh tidak akan kemana." Erwin menimpali kalimat Andini yang melesu.


"Hanya saja, Charles merasa tidak tenang setiap kali bertemu dengan Daisy. Sementara Evan sangat menyukai Daisy dan tidak mau berpisah darinya."


"Bukankah Daisy pernah menolong Helen di masa lalu. Mungkin ada semacam ikatan diantara Evan dan Daisy. Ya aneh juga rasanya kalau suatu kebetulan, sudah takdir yang maha kuasa karna kalian bertemu di masa sekarang." Andini memegang tangan Charles dia bisa melihat sorot mata kesedihan di mata anaknya itu.


"Tapi dari mana kamu tau kalau wanita itu yang menolong Helen?" tanya Erwin.


"Asistenku sudah mencari tau latar belakang Daisy dan memeriksanya saat di rumah sakit. Memang butuh waktu tapi akhirnya aku tau kalau Daisy Qirani Alfaris yang menolong Helen Atmaja beberapa tahun yang lalu di rumah sakit Fryaga Medical."


Andini merasa akrab dengan nama belakang wanita yang disebut oleh anaknya tersebut. Dia pun memasang ekspresi sepat sambil menatap Charles.

__ADS_1


"Siapa tadi nama wanita itu?" tanya Andini gugup.


"Daisy Qirani Alfaris Bu. Bukankah namanya bagus? sayang sekali dia sudah menikah."


"Apa kamu punya foto Daisy? bisakah ibu melihatnya?"


"Ibu penasaran banget ya sama Daisy, sebentar ya." Charles mulai membuka ponselnya, syukurnya dia sempat memfoto Daisy saat bersama Evan.


Ekspresi Andini semakin kecut saat melihat foto Daisy. Merasa khawatir, Erwin segera mendekat dan bertanya pada Istrinya.


"Kenapa sayang? apa kamu mengenalnya?" tanya Erwin sambil bertatapan dengan Charles yang ikut kebingungan.


Mendadak Andini mulai memegang dadanya, dia pun mengembalikan ponsel anaknya tersebut.


"Kenapa Bu? apa asma Ibu kambuh lagi? dimana inhaler Ibu? biar Charles ambilkan."


"Tidak apa, tenang saja Charles." Andini mulai menenangkan dirinya kemudian menatap Charles.


Charles dan Erwin bingung dengan tingkah laku Andini yang membuat mereka khawatir.


Andini kemudian memegang tangan Erwin semakin erat. Tanpa bertanya lebih jauh Erwin membalas genggaman erat Istrinya.


Andini mulai mengingat kenangan pahitnya bersama mantan suaminya, saat itu anaknya masih berusia 10 tahun tapi sudah harus berpisah dengan ayahnya.


Andini ingat betul bagaimana berjuang sendirian membesarkan anak lelakinya sampai setengah tahun kemudian dia bertemu dengan Erwin Mahesa.


Kehidupannya pun mulai berubah menjadi lebih baik, kemudian Andini dan Erwin mengganti nama Reihan Alfaris menjadi Charles Mahesa. Karna Andini ingin mengubur luka lamanya dan tidak ingin mengingat nama tersebut. Saat itu Charles masih berumur 10 tahun jadi mudah baginya untuk melupakan masa lalunya, begitupula dengan Erwin dan Andini yang tidak pernah membahas atau membuka luka lama di hadapan Charles.


Andini juga ingin menjaga perasaan Erwin. Itulah sebabnya dia mengubur masa lalunya, dia bisa merasakan bagaimana Erwin mulai menyayangi Charles sebagaimana anak kandungnya sendiri.


Mereka berharap dimasa depan akan ada anak kedua yang lahir, namun Tuhan masih belum memberikan mereka keturunan sehingga Erwin menjadi sangat memanjakan Charles.


Andini mulai berkeringat, dia takut kalau Daisy adalah anak dari mantan suaminya.Tapi itu hanya kekhawatirannya, masih belum jelas siapa Daisy sebenarnya karna bisa saja nama belakangnya kebetulan sama dengan nama mantan suaminya. Dia pun mulai menggelengkan kepalanya di hadapan anak dan Suaminya. Sulit menentukan kalau hanya sekedar dari foto dia butuh lebih banyak informasi mengenai Daisy.


Bersambung.


Note :


Hayo yang waktu itu nebak - nebak siapa kakaknya Daisy? 😋 Hei sahabat Daisy dan Zhafran mohon maaf saya akan hiatus sebentar mohon pengertiannya 🙏😊


Yang suka silahkan menikmati cerita receh ini dengan memberikan nutrisi dan vitamin yang sehat berupa Like, Koment, Vote biar Author semangat melanjutkan ceritanya.


Sekedar berbagi Siapa tau kalian mau mampir ke aplikasi sebelah, downlaod aplikasi F - - ZZO diplay store dan ketik judul " Drama Queen And The Magical Book. Siapa tau kalian cocok.. Nih, intip part 12


__ADS_1


__ADS_2