My Boss My Hubby

My Boss My Hubby
Bab.9 - Rose & Daisy


__ADS_3

"Maaf aku sudah pindah dan lupa kasih kabar soalnya lagi sibuk banyak kerjaan, sayangku jangan marah ya."


Dari balik pintu Zhafran tanpa sengaja mendengar ucapan mesra istrinya kepada orang lain langsung saja dia membuka lalu menutup pintunya dengan keras, Daisy yang kaget jadi terdiam bisu. Zhafran dengan cepat merebut ponsel istrinya.


Merangkak di kasur dan arah tatapan matanya melihat nama di panggilan telpon adalah Rose lalu dia berkata," lanjutkan," berbalik dan meninggalkan ruangan seperti tidak terjadi apapun.


Zhafran sedari tadi berdiri dibalik pintu kamar, menunggu dan berharap Daisy menyusulnya untuk menjelaskannya tapi Daisy hanya diam dan melanjutkan obrolannya dengan temannya.


Daisy hanya bingung merasa barusan tadi seperti guntur yang mengeluarkan bunyi keras tapi hanya sesaat. Dia mulai lelah dengan tingkah suaminya yang seperti itu, selalu bisa membuat hatinya terguncang sampai jantungnya mau copot entah dalam artian baik atau buruk.


"Sudah, gitu doang ? dasar Zhafran aneh," gumam nya pelan sambil memanyunkan bibirnya.


"Krieek," suara pintu terbuka, dengan tiba-tiba Zhafran masuk ke kamar lagi lalu mencium bibir Daisy, Daisy hanya bengong dan khawatir kalau suaminya mendengar keluhannya barusan.


Sampai beberapa lama kemudian Daisy masih menatap pintu takut suaminya muncul lagi seperti hantu.


"Astaga kok aku malah jadi was-was gini, kasihan sama pintunya mudahan gak rusak," gumamnya pelan.


"Hei holaaa spada margarita, Daisy bebeb kamu kenapa, dimana, sama siapa, dan sedang berbuat apa ?" Rose mulai BT karena diabaikan sahabatnya.


Daisy kembali mendekatkan ponselnya ke telinga dan melanjutkan obrolannya," maaf tadi ada gangguan."


"Kamu lagi ngomong sama siapa sih beb ? itu kaya suara laki - laki deh. Ini udah malam kan kamu sama siapa ? kamu gak aneh - aneh kan ?"


"Aku di rumah baruku, bagaimana keadaan mu disana ? maaf ya aku lupa bilang kalau udah pindah."


"Kenapa gak ngomong sih aku kan jadi khawatir, gimana makan mu disana ? jangan sampai kurusan entar gak laku. Aku baik dan sehat banget disini tadi tuh aku kerumah mu tapi pemilik bilang kamu udah pindah."


"Aman tenang aja, syukurlah kalau tersayangku sudah sehat, jadi sekarang kamu ada dimana ?"


"Aku lagi di studio, besok ketemu yah aku kangen banget loh, eh itu tadi siapa suara laki- laki belum kamu jawab."


"Kapan balik dari Prancis ? iya besok ketemu ya di tempat biasa, barusan tadi itu su...suamiku."


"Whaaaaaaaaat ? sehat mbak ?"

__ADS_1


"Suamiku Zhafran aku sudah menikah Rose, aku gak lagi bercanda."


"WTFxmsjdduhdhdjdsi," ( kata kasar keluar dari mulutnya Rose ) seketika Rose mematikan telponnya, dia tahu betul sifat Daisy tidak mungkin bercanda untuk hal seperti pernikahan.


"Halo...halo Rose."


Rose adalah wanita ceria yang punya sifat tomboy tapi penyayang, dia merasa sangat kecewa dan hancur karena sahabat yang dia temani sejak lama merahasiakan hal sepenting itu darinya, tidakkah Daisy sadar kalau Rose merasa sangat sedih, mereka bukan hanya sahabat tapi lebih dari itu, pernikahan bukanlah suatu hal yang patut di rahasiakan terutama pada Rose.


Sepuluh tahun yang lalu saat pertemuan pertama mereka ketika Rose jatuh dari motor dan terluka dibeberapa bagian tubuhnya, banyak yang melihat tapi tidak ada yang memberi bantuan sampai akhirnya muncullah gadis berseragam putih abu-abu mendekatinya lalu memapah dan membantu Rose.


Mereka tidak saling mengenal dan tidak bersekolah di sekolahan yang sama tapi karena pertemuan pertama mereka membawa kesan yang mendalam dan akhirnya membuat keduanya semakin dekat dari hari ke hari.


Hari itu orang tua Rose bercerai dan membuatnya frustasi jadi dia mengendarai motornya dengan sangat laju sampai mengalami kecelakaan, dia tidak menangis hanya diam melihat kondisi motornya yang terbaring dan berasap di aspal.


Lalu ada gadis cantik dan imut mengulurkan tangannya dengan wajah yang khawatir dan segera memapah Rose menuju tempat yang lebih sepi dan aman, gadis itu berkata," tunggulah," lalu pergi meninggalkannya, tak lama kemudian gadis itu membawa minuman dan beberapa hansaplast dan memasangkan keluka Rose.


"Thanks, sorry aku lagi gak bawa duit entar kuganti biayanya."


"Gak perlu aku ikhlas, kamu tinggal dimana biarkan aku mengantarkanmu pasti orang tua mu khawatir kan atau kita telpon aja dulu mereka biar bisa menjemputmu."


"Kok kasar sih udah ditolongin malah balasannya gini, ketemu kamu aja baru sekarang kok malah nanyain papahmu. Ya udah aku pergi, Bye."


Tidak lama setelah kejadian itu, Rose pindah ke Sekolah dan di kelas yang sama dengan Daisy. Mereka yang awalnya tidak begitu akrab lama kelaman semakin dekat karena berbagai peristiwa.


Rose selalu memanjakan Daisy seperti kekasihnya apalagi setelah Rose memotong rambutnya dan bergaya seperti lelaki membuatnya terlihat keren dan keduanya saling memanfaatkan kondisi.


Banyak yang mengira mereka berdua adalah sepasang kekasih yang satu terlihat seperti cowo manis dan satunya terlihat cantik dan imut. Jika ada perempuan yang menyatakan cinta pada Rose, maka Rose langsung memperlihatkan foto dirinya dengan Daisy yang berpelukan dan mengatakan gadis difoto itu adalah kekasihnya. Terkadang dia muak karena dianggap seperti lelaki padahal dia jelas wanita tulen yang masih normal. Begitu pula dengan Daisy yang menyatakan kalau Rose adalah kekasihnya.


Di kala perkara perceraian kedua orang tuanya, Daisy selalu hadir untuk Rose mereka berdua seperti saudari yang tidak bisa dipisahkan, keduanya juga kuliah di Universitas yang sama dan tinggal bersama di apartemen milik Rose. Rose tidak merahasiakan kalau dirinya adalah anak orang kaya, ibunya seorang artis senior terkenal dan ayahnya seorang pembisnis.


Setelah 10 kali panggilan yang diabaikan akhirnya Rose menerima panggilan dari Daisy.


"Sayangku Rose jangan marah maafkan aku, aku punya alasan. Ku jelaskan semuanya besok sekarang beristirahatlah, jangan marah yah aku mohon."


"Hemmm, selamat malam," Rose menjawab sekedarnya saja membuat Daisy ingat akan seseorang.

__ADS_1


"Lihat saja akan kuberi pelajaran padamu besok Daisy......." gumam Rose pelan setelah selesai berbicara di telpon.


Hati Daisy sedikit menjadi lebih tenang dan segera dia menyimpan laptopnya di kondisi semula, lalu Zhafran datang dan mendekat lalu bersandar dipunggung ranjang sambil berkata," sudah ?"


Seperti paham maksud suaminya dia lalu mengangguk dan menjawab," sudah, tadi sahabatku Rose yang menelpon kemudian besok kami akan pergi bertemu."


"Sini," ucap Zhafran dengan penuh pesona.


Padahal cuma ngomong " sini " tapi bisa bikin meleleh untung saja imannya Daisy kuat.


"Ya?"


"Sini," menarik tangan Daisy sampai dia jatuh kepangkuan Zhafran, tangannya menyentuh dada bidang suaminya.


Jemarinya memainkan helaian rambut Daisy lalu menciumnya sambil berkata," aku akan mengantarmu besok, sekarang tidurlah," lalu mengecup kening Daisy dan membiarkannya terbaring di pelukannya.


"Selamat malam Zhafran," Daisy cuma bisa pasrah menerima perlakuan hangat dan aneh dari suaminya toh dia tidak rugi apapun dan mentalnya sudah cukup kuat untuk menghadapi Zhafran, baginya menghadapi Zhafran tidak sebanding dengan masalah yang menimpanya 4 tahun yang lalu.


"Selamat malam istriku," menarik selimut untuk menutupi kaki jenjang istrinya yang membuatnya menelan air liur berkali-kali.


Zhafran tahu kalau panggilan telpon tersebut adalah sahabat Daisy, diawal dia hanya kaget dan merasa dadanya sesak ketika mendengar Daisy memanggil orang lain dengan sebutan Sayang. Selama ini istrinya hanya memanggilnya dengan sebutan Bapak Zhafran dan hanya memanggil namanya Zhafran, awalnya dia tidak masalah dan tidak perduli mau dipanggil apa asal masih batasan normal dan bisa diterima, setelah Zhafran mulai memanggilnya Istriku pun Daisy masih belum membalasnya dengan sebutan Suamiku.


"Kenapa wanita ini selalu membuatku khawatir sih," sambil memainkan telunjuk jarinya ke pipi Daisy yang sudah tertidur pulas.


Zhafran sama sekali tidak merasakan pegal ditangannya, yang dia pikirkan hanya betapa cemburunya dirinya pada Rose yang seorang perempuan, apalagi mengetahui fakta kalau istrinya pernah disebut- sebut memiliki hubungan romantis dengan Rose, walaupun hanya sebatas canda atau bohongan tetap saja dia merasa cemburu.


Ini adalah pertama kalinya dia merasa dirinya terlihat bodoh dan konyol, sejauh ini Zhafran sudah mencoba menahan hasrat dan mengendalikan emosinya tapi tidak berlaku didepan Istrinya.


Zhafran hampir tidak pernah menunjukkan emosinya pada orang lain, dia selalu tampil dengan sempurna penuh kharisma, tua maupun muda, lelaki ataupun wanita semua orang menghormatinya


Setiap kali melihat istrinya dia selalu ingin menerkamnya bagai serigala kelaparan tapi dia juga menahannya karena tidak mau memaksa istrinya, dia ingin melakukannya dengan kehendak bersama.


Rose lagi mikirin apa ya, dia mau berbuat apa ke Daisy...........?


Bersambung.

__ADS_1


Terima kasih karna sudah membaca cerita receh ini, jangan lupa tebarkan kasih sayang dan berikan asupan nutrisi berupa Like, Komen, Klik ❤ serta Votenya, biar author makin semangat.


__ADS_2