My Boss My Hubby

My Boss My Hubby
Bab.27 - Malam Yang Panas


__ADS_3

Ke esokan harinya.


"Morning." Dipagi hari selalu disambut dengan suara hangat dari Zhafran.


"Morning." Dia selalu bangun lebih awal, kenapa sih dia begitu tampan dan sangat disiplin," tunggu ya aku nyiapin sarapan."


Zhafran mendekat dan mengecup kening Daisy," sarapan sudah siap, mandilah terlebih dulu. Aku menunggu."


Setelah selesai mandi dan berpakaian keduanya menikmati sarapan dengan khusuk seperti biasa.


Setelah selesai sarapan Zhafran mulai membuka topik pembicaraan.


"Daisy kamu suka mobil?"


"Aku suka. Kenapa.?"


"Bagaimana kalau kita beli mobil untukmu jadi tidak usah naik bus lagi."


Beberapa detik kemudian," Aku tidak begitu pandai menyetir."


"Ran akan mengajarimu, andalkan dia. Kau punya nomornya kan, hubungi dia kapanpun kamu butuh. Apalagi kamu sering lembur aku tidak bisa membiarkanmu naik angkutan umum sendirian."


"Terima kasih Zhafran."


Begitu ya. Aku tau kamu sangat perduli padaku.


-


-


Hari ini adalah rapat penting untuk proyek yang sebelumnya dia pimpin bersama rekan kerjanya.


Dengan sangat baik dia mampu mempresentasikan pekerjaan sebelumnya bersama Arsena Grub tapi kali ini akan hadir juga dari Perusahaan Mahesa Grub.


Charles Mahesa adalah rekan yang sebelumnya bekerja sama dengan I&T Corporation, kali ini datang untuk melanjutkan proyek tersebut ke tahap II dan di pimpin oleh Daisy sebagai asisten Rafael.


Ketika berada di ruang rapat, Daisy melihat ada Zhafran dan Charles masuk dan duduk berdekatan dan mengobrol seolah mereka adalah teman. Hatinya tidak siap tapi dia punya tanggung jawab atas pekerjaannya.


Seperti biasa Daisy selalu memberikan penampilan yang luar biasa, setiap rincian yang disampaikan sangat mudah dipahami.


Seluruh pejabat tinggi, Zhafran dan Charles memasang seyuman puas atas hasil kerjanya.


Setelah rapat usai, Charles masih menatapnya dengan tatapan penasaran dan kagum lalu memanggilnya.


"Daisy kamu sangat luar biasa, sangat beruntung I&T Corporation punya pegawai sehebat kamu." Charles menjabat tangan Daisy dengan penuh kagum.


Zhafran yang tidak sengaja melihatnya, langsung menghampiri mereka," Tentu kami sangat bangga punya pegawai teladan seperti Daisy."


"Lex kamu gak ngomong kalau punya pegawai secantik dia. Oh iya Daisy bisa bicara sebentar?" ucap Charles pelan tapi tetap terdengar Zhafran.


Daisy menatap mata Zhafran tapi tidak ada komentar apapun akhirnya dia memberanikan diri berbicara dengan Charles.


Zhafran pun berpamit izin untuk kembali keruangannya.


Charles dan Daisy berada di cafe yang dekat dengan Perusahaan I&T Corporation.


"Daisy, mengenai pembicaraan kita yang waktu itu saya mau minta maaf."


"Saya juga mau minta maaf Charles. Sebenarnya saya tidak ingin menyakiti Evan tapi sandiwara kita tidak bisa dilanjutkan."


"Maksud Daisy? apa Daisy sudah punya kekasih jadi merasa tidak enak pada saya dan Evan?"


"Maaf saya sudah menikah."


Charles terdiam sejenak, telapak tangannya menjadi dingin, akhirnya diapun menghela nafas panjang.


"Saya mengerti Daisy, saya akan coba menjelaskannya pada Evan."


"Terima kasih Charles, sekali lagi saya minta maaf dan sampaikan salam untuk Evan."


"Tentu. Bagaimana kalau kita sekalian makan siang?"


Dari belakang ada suara langkah kaki seorang pria tampan, memakai jaz abu-abu datang mendekat ke arah Daisy dan Charles.


"Alex kamu tumben ke kafe kecil begini?" tanya Charles yang kaget.


"Aku mau menjemput istriku untuk makan siang." Mata Zhafran menatap Daisy.


"Istri...kapan kamu menikah? dimana dia?"


Zhafran memegang pundak Daisy dari belakang," Daisy adalah istriku," lalu memegang tangan Daisy.


"Hah lawanku terlalu hebat, siapa sangka wanita yang disukai anakku adalah istri temanku." Charles bangkit dari kursinya, tangan kanannya memegang bahu Zhafran," jagalah dia atau aku akan merebutnya," bisiknya pelan ditelinga Zhafran.


Daisy kemudian berdiri dan meminta maaf lagi pada Charles," Maaf Charles aku harap kejadian ini tidak mempengaruhi kerja sama Perusahaan kita." Charles pun menjawab dengan lembut," aku juga seorang profesional Daisy. Katakan padaku kalau Alex berani menyakitimu. Aku akan datang dan membawamu." Alex pergi meninggalkan keduanya dengan langkah berat.


Nak maafkan papah yah. Aduh pasti Evan akan mengamuk lagi nanti.


-


-


"Ayo makan siang di hotel." Zhafran tanpa ragu menggandeng tangan Daisy menuju Atson Hotel.


"Zhafran apa kamu sengaja datang?"


"Aku sudah bilang akan menemanimu dan tidak akan pernah membiarkanmu berduaan dengan lelaki lain."


Kenapa semakin lama dia semakin berani. Bagaimana jika pegawai kantor melihat kami pergi ke Hotel bersama.Genggamannya sangat kuat apa dia marah lagi padaku.


-


-

__ADS_1


Keduanya menikmati hidangan makan siang dengan khusuk tapi Zhafran lebih pendiam setelah pertemuannya dengan Charles.


"Apa kamu marah?"


Tidak ada jawaban Zhafran masih mengunyah makanannya. Merasa dirinya diabaikan Daisy kembali memakan makanan yang ada didepannya.


"Aku tidak marah. Kembalilah kekantor. Aku akan pulang telat jadi tidak usah siapkan makan malam."


"Baiklah, aku sudah selesai makan. Jadi aku akan kembali."


Kenapa dia jadi jutek lagi.


"Ya." Zhafran mengecup kening Daisy lalu pergi duluan karna ada urusan pekerjaan lainnya. Walaupun Zhafran sangat sibuk dia selalu berusaha meluangkan waktunya makan siang dengan istrinya, apalagi setelah mendengar perkataan Charles kalau dia akan merebut Daisy, mendadak pikirannya mendidih.


-


-


Daisy sudah kembali ke Perusahaan.


Diana menghampiri Daisy yang sedari kelihatan sibuk," Des, kemana saja kayaknya dari tadi kamu sibuk ya?"


Daisy duduk di kursi kerjanya, merebahkan punggungnya ke kursi," ada keperluan penting. Kenapa ?"


"Mau bagi hasil taruhan kita kemaren, tapi aku dari tadi nyariin Sarah gak kelihatan." Diana mulai membuka dompetnya ingin menyerahkan uang ke Daisy.


Masih santai dengan posisinya," kita bagi-bagi saja sama yang lain atau buat acara barbeque atau hotpot."


Sarah kemana gak pentinglah. Dengar namanya bikin bad mood.


[Dering] Pesan masuk dari Rose.


📩" Aku didepan, bisa keluar gak?"


📩" Ok. Sebentar aku turun."


"Tumben kesini siang-siang kenapa ?"


"Besok aku harus kembali karna ada pekerjaan di luar kota, jadi aku mau memberikan hadiah ulang tahun buatmu."


"Lain kali kan bisa, memangnya hadiah apa sih?"


"Masalahnya aku akan lama perginya. Kamu buka pas sudah di rumah ya. Pokoknya wajib di pakai.


Aku balik dulu. Bye Beb."


-


-


Jam kerja sudah berakhir.


Zhafran pulang gak ya malam ini, kayaknya dia masih marah sama aku. Tetap beli saja lah bahan makanan buatku. Seperti biasa Daisy mampir ke minimarket terdekat setiap sore untuk membeli bahan makanan.


Daisy mengambil Hpnya dan menelpon Zhafran tapi tidak ada jawaban. Jadi dia mengirimkan pesan pada Zhafran berharap dia membacanya.


Setelah selesai makan malam dan mandi Daisy langsung pergi kekamar. Dia masih memakai handuk kimono, lalu dilihatnya tas yang berisikan kado. Karna penasaran diapun membukanya.


"Apa ini lingerie dengan berbagai warna dan bentuk yang aneh, ada lagi yang tembus pandang astaga Rose. Tapi kok penasaran ya, apa aku coba dulu mumpung Zhafran belum datang," gumam Daisy.


[ Kreek ] Suara pintu terbuka.


Zhafran masuk kerumah dalam keadaan letih dan dia menuju ke dapur untuk meminum air putih, Daisy segera keluar mengenakan handuk kimono dan menghampiri Zhafran.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Daisy.


"Belum."


"Makanlah dulu aku sudah menyiapkan makanan."


"Ya."


Padahal aku sudah bilang tidak usah menyiapkan makanan. Daisy memang yang terbaik.


Setelah selesai makan dan mandi Zhafran kembali ke ruang mejanya dan berkutit dengan lembaran kertas dan laptop yang ada di mejanya.


Melihat Zhafran yang sangat sibuk membuat hati Daisy sedih lalu dia keruang kerjanya membawakan susu hangat.


Daisy menaruh susu hangat di meja Zhafran," minum dulu susunya. Apa kamu lelah? aku pijat ya."


"Hem," jawabnya mengangguk.


Daisy mulai memijat punggung sampai leher Zhafran.


"Kenapa kamu belum pakai baju?"


"Tadi pas baru selesai mandi kamu datang dan kulihat kamu lelah banget. Biarkan aku pijat kamu sebentar."


Merasa gatal karna pijatan Daisy, Zhafran langsung berpaling dan menghadapkan tubuhnya pada Daisy, memeluknya dengan erat.


Karna kaget Daisy mendorong Zhafran dengan kuat tapi tenaga Zhafran lebih besar darinya. Zhafran mengangkat tubuh Daisy dan memposisikannya duduk diatas meja kerjanya.


Daisy mencubit perut Zhafran karna kesal, tapi terlalu banyak otot, Zhafran tidak merasakan apapun, justru jarinya bermain di bibir tipis Daisy lalu menciumnya. Biasanya Daisy akan pasrah tapi kali ini dia membalas ciuman itu dengan lebih ganas.


Zhafran menghentikan ciumannya," Daisy apa uang yang kuberikan tidak cukup?"


"Aku bahkan belum memakainya sama sekali. Kenapa?"


"Aku akan menambah lagi besok dan juga mobilnya."


Daisy apa dimatamu Rp.1000.000,- lebih penting daripada aku.


Daisy yang bingung hanya mengangguk pelan. Siapa sangka Zhafran merasa dibandingkan dengan hasil taruhan Daisy bersama rekan kerjanya. Seharian diam dan jutek karna cemburu dengan hal itu. Kalau bukan karna Ran, Zhafran tidak akan tau mengenai taruhan receh itu.

__ADS_1


Daisy menatap mata Zhafran dengan lekat," Zhafran kalau suatu saat nanti kamu bertemu dengan orang yang kamu cintai tolong katakan padaku, jadi aku bisa pergi dengan tenang."


Daisy mengingat kejadian tadi siang saat bersama dengan Avril, dia takut dimasa depan Zhafran akan meninggalkannya.


"Daisy. Kamu pikir pernikahan kita permainan?" Merasa kesal dengan perkataan Daisy dia lalu menciumnya dengan kasar dan merebahkan tubuh Daisy ke meja kerjanya.


Zhafran bisa merasakan aroma tubuh Daisy membuatnya hasratnya bergejolak, Daisy yang tadinya masih bertenaga kini mulai melemas dan menerima ciuman kasar itu dengan lembut sampai air saliva mereka bertukar dan membasahi bibirnya.


Daisy berusaha mengatur nafas," aku tidak pernah sekalipun berpikir pernikahan kita adalah permainan, aku hanya takut kamu akan pergi setelah semua ini."


Zhafran mulai meremas kimono Daisy," sudah ku katakan, aku tidak akan pernah meninggalkanmu dan kita akan hidup dan tua bersama."


Daisy mulai terengah-engah dan sedikit mengeluarkan desahan lembut," aaah..ba..bagaimana bisa kau hidup dan tua bersama tanpa orang yang kau cintai."


"Apakah perkataan cinta begitu penting? ketika orang yang kau inginkan sekarang ada didepan matamu?"


Tangan Zhafran mulai menjelajahi Betis Daisy.


"Ya bagiku itu sangat penting." Daisy terdiam sejenak, air matanya keluar tanpa disadari.


"Perasaanku padamu sudah lebih dalam dari cinta Daisy, tidakkah kamu sadar itu? hanya kamu yang kuinginkan menemaniku sepanjang hidupku. Aku tidak tau cinta seperti apa yang kamu inginkan karna hanya ini yang bisa kuberikan, jika hatiku tidak cukup lalu apalagi Daisy?" Zhafran menjilat air mata yang membasahi pipi Daisy.


"Maaf aku hanya takut."


"Kamu takut karna tidak pernah percaya padaku


Percayalah padaku Daisy. Yakinlah padaku."


"Mulai sekarang aku akan lebih berusaha mempercayaimu, jadi apakah kamu sudah jatuh cinta padaku?"


"Aku tidak tau apa ini namanya cinta. Karna aku punya keegoisan tinggi akan sesuatu yang ingin kumiliki. Aku tidak akan pernah membagimu pada siapapun, aku tidak akan pernah membuatmu berpaling dariku, aku akan selalu ada untukmu. Jadi apakah ini cinta Daisy?"


"Itu sudah lebih dari cukup Zhafran."


Akhirnya keduanya membuka hati dan menyatakan perasaan mereka setelah sekian lama. Memang butuh waktu tapi setimpal.


"Jangan bergerak." Tangan Zhafran mau membuka kimono Daisy.


"Zhafran aku..."


"Hah kembalilah kamu belum siap."


"Aku mau kok."


"Kembalilah kekamar," Zhafran hendak keluar ruangan tapi samar-samar dia sadar," apa kamu bilang?"


"Gak ada aku akan kembali ke kamar." Hendak berjalan keluar menuju kamar tapi Zhafran menarik handuk kimononya dan memperlihatkan tubuh Daisy yang dibalut lingerie bewarna gelap dan berenda, tampak sangat seksi di tubuh Daisy membuat gejolaknya semakin menegang dan membara.


Daisy yang malu hendak berlari tapi langsung di gendong Zhafran dan melemparkannya pelan ke ranjang.


"Aku bisa jelasin ini."


Zhafran berdiri tegak menghadap Daisy," Aku sudah sangat menahannya. Kamu siap?" Daisy menelan air salivanya mempersiapkan batin dan tubuhnya.


Zhafran menekan kedua tangan Daisy, menindis tubuhnya tapi masih menahan dengan kakinya, Zhafran mulai menggigit bibir Daisy lalu menelusuri lidahnya dengan ganas, sentuhan bibirnya menelusuri setiap lekuk tubuh istrinya.


Zhafran menanggalkan semua pakaiannya tanpa tersisa sehelaipun lalu dia kembali menatap tubuh Daisy yang berbalut lingerie, tangannya mulai melepaskan tali yang terpasang di leher Daisy.


"Aku siap," Diasy mengecup leher Zhafran dengan agresif, jemarinya bermain di punggung Zhafran.


Daisy menatap mata Zhafran, dia percaya kalau lelaki didepannya akan membawanya ke cahaya kebahagiaan dan mempercayakan hidupnya pada Zhafran.


"Daisy mulai sekarang kamu harus terbiasa memanggilku suamiku."


"Su..suamiku."


"Katakan lebih keras."


"Suamiku."


Daisy merasakan kenikmatan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya, tangan Daisy meremas rambut Zhafran menariknya dengan pelan.


Jari besar Zhafran mulai menembus gerbang pertahanan Daisy, terasa kenyal dan lembut.


"Aku mencintaimu Daisy. Kamu yakin siap?" Zhafran menatap lekat mata Daisy.


"Aku juga mencintaimu dan aku sungguh siap, jadi ayo kita lakukan." Daisy mulai melebarkan pahanya menarik jemari Zhafran lebih masuk kedalam, dia pun melanjutkan dengan mengelus lembut kulit kenyal itu semakin mendalam.


Zhafran mulai menatap pemandangan indah di depannya, dia merasa bahagia dan beruntung menjadi orang pertama yang menikmati tubuh Istrinya dan mereka melakukannya dalam keadaan sah dengan ikatan pernikahan yang suci.


Zhafran mulai bermain menelusuri celah sempit Daisy dengan ujung lidahnya.


Zhafran mulai menekan pingganggnya, ujung miliknya sudah hampir masuk ke dalam celah kecil yang bewarna merah muda itu.


Semakin membesar dan mengeras Zhafran mulai memasukkan lebih dalam miliknya kedalam celah sempit Daisy. Dia merasa seperti terhisap masuk kedalamnya.


Terdengar suara pelan dari dalam celah sempit milik Daisy lalu darah segar mulai keluar.


Daisy mengerang kesakitan sambil mencakar punggung Zhafran. jantung Daisy semakin berdetak kencang, dia berusaha mengatur nafasnya sambil menahan kesakitan yang luar biasa.


"Ah...sakit." Daisy merasa perih dan sesak saat milik Zhafran yang besar masuk kedalam celah kecil miliknya, pahanya mulai melilit ke pinggang Zhafran dengan kuat.


Tiba - tiba Zhafran memompa gerakannya semakin cepat," Terlalu sempit," bisiknya sambil menggigit leher kecil Daisy.


"Ah...Daisy aku mau keluar." Suara berat disertai desahan gahar dari Zhafran membuat Daisy semakin menggeliat, dia membiarkan Zhafran memompanya lebih cepat. Begitulah keduanya saling mendesah dan bermain dengan liar penuh gairah sampai klimaks.


Keduanya menikmati malam yang panas seakan tidak ada habisnya, saling berbagi kenikmatan, suara jantung yang berdebar kencang mulai memompa hasrat mereka yang selama ini terpendam, menghabiskan malam dengan bercinta sepuasnya.


Sudah 3 jam terlewati Daisy sudah mulai lelah tapi mata Zhafran masih segar seolah belum puas, memintanya untuk melakukannya lagi dan lagi.......


Bersambung.


Mohon Maaf kalau tidak sesuai dan kurang pantas hanya mau berbagi, saya juga masih amatir 😊 Selamat membaca, semoga kita semua sehat selalu.

__ADS_1


Terima kasih atas segala dukungannya dan masih setia membaca. Jangan lupa jejak berupa Like, vote, Komen, Klik ❤


__ADS_2