My Boss My Hubby

My Boss My Hubby
Bab.49 - Gosip & Bonus ( Visual )


__ADS_3

Dengan cepat Sarah mengirim foto ke grub whatsapp I&T Corporation. Dia memang sudah di pecat tapi nomornya masih bergabung dengan grub Perusahaan. Masih memasang senyum liciknya dia pun melanjutkan mencuci piring, sambil membayangkan musibah yang akan menimpa Daisy.





Di Perusahaan I&T Corporation.


Beberapa orang yang tergabung dalam grub whatsapp tersebut mulai bergosip. Merasa ada yang aneh Randy dan Diana yang sudah kembali ke kantor langsung memeriksa Hpnya.


"Gosip terbaru, Daisy dari Departemen Bisnis ternyata seorang wanita penggoda yang sudah menikah dan memiliki anak. Tapi selama ini masih mencoba menggoda Presidir yang sudah menikah. Bukan hanya itu, Daisy juga menelantarkan anaknya, lalu menyusulnya ke kafe sambil menangis. Silahkan lihat foto nya kalau tidak percaya."


Melihat foto dan pesan tersebut membuat Diana dan Randy kaget lalu saling menatap.


"Randy bukankah ini foto tadi di kafe?" tanya Diana berbisik pelan.


"Pasti ulahnya Sarah nih. Kita saja belum tau apa yang terjadi, dia beraninya menyebar fitnah. Tapi kita juga gak bisa ikut campur, sebaiknya kita melanjutkan pekerjaan saja." Randy meninggalkan Diana lalu melanjutkan pekerjaan di mejanya.


Rafael keluar dari ruangannya lalu mencari Daisy.


"Diana, dimana Daisy ? ini jam kerja kok dia tidak di tempat. Apa masih menemui suaminya itu?"


Diana yang kaget lalu mendekat dan berbicara pelan pada Rafael dan menjelaskan sedikit situasinya.


"Yasudah kalau dia datang, beritahukan padanya untuk menghadapku." Rafael kembali keruangannya sambil menggelengkan kepala.





Di Kafe


"Ehem maaf menyela. Bagaimana kalau Nyonya menjadi Ibu angkat Tuan Evan ? dengan begini masalah akan selesai bukan?" sambung Ran memberi saran.


Tuan mengertilah, jangan menatap saya seperti itu. Rasanya sesak nafas, batin Ran.


Mendengar saran dari Ran, Charles tersenyum lalu berkata," Lex. Jangan marah tapi kurasa tawaran tersebut tidak buruk. Aku tidak akan mengganggu hubungan kalian, dari pada istri mungkin dia lebih baik jadi adikku saja hahaha. Bagaimana, apa boleh Daisy jadi ibu angkat Evan?"


Aku sadar diri dan bisa melihat dari tatapan mata kalian berdua. Kalau kalian saling mencintai. Apalagi dari tadi Alex tidak melepaskan pandangan hangatnya dari Daisy, tapi perasaan apa yang kurasakan pada Daisy sih rasanya gak asing, batin Charles.


Zhafran masih berekspresi datar lalu bertanya pada Daisy," Istriku apa kamu tidak keberatan dengan saran Ran ? dan mau menjadi Ibu angkatnya?"


Ran aku potong gajimu. Bisa - bisanya kamu menyarankan hal konyol begitu, apa perlu ku pindahkan dia ke Cina !!! batin Zhafran sambil memelotiti Ran.


Daisy ragu dia takut menyakiti hati Zhafran tapi dia juga tidak tega pada Evan, jadi dia menjawab," Suamiku, kalau kamu mengizinkanku dengan senang hati aku akan menjadi Ibu angkat Evan." Setelah memberi jawaban Daisy menatap mata Zhafran sambil tersenyum lembut.


Setelah berdiskusi cukup lama dan panjang, ketiganya menyepakati hal tersebut. Evan juga mulai menurut dan tetap memanggil Daisy dengan sebutan Mamah. Tidak ada yang keberatan kecuali Zhafran yang mengalah tanpa ekspresi.


"Kalau begitu saya harus izin pamit, sudah 1 jam berlalu pasti atasan dan rekan kerja mencari saya." Daisy berdiri sambil menundukkan kepalanya memberi hormat.


Daisy menghentikan langkahnya karna Charles berbicara," Atasanmu kan suamimu masa dia mau marah padamu sih hahahah." Charles membalas perkataan Daisy dengan gurauan ringan.


Tidak ada tanggapan dari Daisy dan Zhafran, merasa aneh lalu Charles bertanya," tunggu. Kalian gak merahasiakan hubungan kalian kan?"


Keduanya mengangguk malu tanpa berbicara.


"Ya ampun kalian berdua ini. Oh iya aku masih mau bicara hal lain hanya sebentar kok. Kalau bisa Daisy ikut mendengarkan juga."


Daisy sungkan lalu menatap Zhafran. Zhafran menjawab tatapan Daisy dengan anggukan.


"Daisy apa di masa lalu kamu pernah menolong seorang wanita hamil dan mengantarkannya ke Rumah Sakit?"


Daisy diam sejenak lalu menjawab," Kalau tidak salah beberapa tahun yang lalu saya dan teman saya memang pernah menolong seorang wanita muda yang tengah hamil besar, karna khawatir saya pun menunggunya di Rumah Sakit. Setelah mendapat kabar dia sudah melahirkan dan keluarganya datang, saya langsung pergi."


Charles tersenyum," terima kasih Daisy telah menyelamatkan Evan dan membantu istriku. Waktu itu aku dan Helen bertengkar di telpon. Ketika aku pulang dia sudah tidak di rumah, sampai sekarang pun aku sangat menyesal. Kenapa aku begitu bodoh di masa lalu, hasilnya sekarang Evan tumbuh tanpa ibu. Jadi buat kalian berdua jangan sering bertengkar."


"Begitu ya, mungkin sudah takdir aku bertemu dengan istri Pak Charles dan Evan. Kami gak sering bertengkar kok," jawab Daisy mengelak.


Zhafran tidak memberikan komentar dan raut wajahnya tidak berubah. Sementara Daisy tidak berani menanyakan kenapa Charles bertengkar dengan Istrinya. Setelah itu Charles meninggalkan pasangan suami istri tersebut sambil menggendong Evan yang tertidur di pelukannya.


"Ayo kembali ke Perusahaan." Zhafran kemudian menarik tangan Daisy menuju mobil.


Di dalam mobil Zhafran masih menggenggam tangan Daisy.

__ADS_1


Ran yang menjadi Supir kemudian hanya tersenyum sambil menyetir dengan pelan.


"Zhafran," panggil Daisy lembut sambil meremas tangan suaminya.


Zhafran melirik Daisy lalu bergumam pelan," hemm?"


"Kamu serius tidak masalah mengenai Evan?"


"Kalau kamu mau tidak apa."


"Sungguh?"


Kenapa kamu sebaik ini padaku. Kamu selalu bisa membuatku jatuh cinta setiap harinya, Suamiku.


"Ya."


"Zhafran."


"Ya?"


"Aku mau minta maaf karna selalu memberi masalah padamu. Aku janji setelah pekerjaan ku selesai aku tidak akan....." Tanpa sadar air mata Daisy keluar.


Melihat Daisy menangis, Zhafran langsung menarik tubuh Daisy dalam dekapannya," Aku juga minta maaf. Maaf sudah membentakmu bahkan sampai menepis tanganmu." Zhafran mulai mencium tangan Daisy sambil mengusap air mata di pipinya.


Melihat kesungguhan Suaminya. Daisy makin menangis lalu memeluk erat Zhafran," Maaf sebenarnya aku masih menutupi masalahku dengan Ryan. Maaf aku...." Belum selesai Daisy bicara sambil menangis, Zhafran memotong kalimatnya," bicaralah kalau sudah siap. Aku tidak akan memaksamu."


"Aku akan bicara sekarang." Daisy kemudian menatap Ran yang sedang menyetir. Merasa paham, Zhafran berkata," abaikan Ran, sekarang bicaralah."


Daisy mulai menceritakan masalahnya serta kejadian yang di perbuat Ryan saat di Restoran. Walaupun Zhafran sudah tau, tapi saat Daisy yang menjelaskannya. Zhafran semakin geram, amarah nya memuncak, dia mengepalkan tangannya lalu memeluk Daisy.


"Berjanjilah padaku jangan pernah bertemu lagi dengannya. Kecuali saat proyek nanti aku akan menemanimu. Ketahuilah Daisy aku tidak menerima penolakan kali ini. Aku bangga sebagai atasan memiliki pegawai ulet dan profesional sepertimu. Aku juga tidak mau menggabung urusan pekerjaan dan pribadi, tapi kejadian kemaren sudah keterlaluan jadi aku akan membatasimu mulai sekarang."


"Aku janji tidak akan menemuinya lagi. Dan terima kasih karna sudah mau mengerti tanpa memaksaku."


"Daisy percayalah padaku. Sudah ku bilang manfaatkanlah aku, bergantunglah padaku."


"Aku hanya takut menjadi terbiasa, bagaimana kalau sampai aku di tinggalkan lagi. Aku hanya....aku tidak mau merepotkan siapapun.Aku juga tidak mau menyusahkanmu dan melibatkanmu dalam masalahku."


"Bisakah kamu berhenti berkata seperti itu. Sudah ku bilang manfaatkanlah aku. Kenapa kamu sangat keras kepala. Memangnya kenapa kalau kebiasaan ? aku kan suamimu. Aku juga sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu sampai akhir hayatku."


Mendengar perkataan Zhafran, Daisy langsung memeluknya.


Sesampinya di parkiran.


"Aku ada urusan lain, kamu pergilah duluan. Ingat jangan berlebihan." Kecup Zhafran di kening Daisy.


Setelah Daisy keluar dari mobil, suasana di dalam menjadi dingin.


"Tuan percayalah saya cuma mau membantu."


"Hemm mungkin kamu lebih cocok kalau ditugaskan ke Cina atau Afrika."


Astaga Tuan !!! batin Ran menangis.


[ Berrr ] Hp zhafran bergetar.


"Halo ?"


"Tuan sebaiknya anda memeriksa pesan, ada gosip miring mengenai Nyonya."


"Sebentar." Zhafran membuka pesan dari Ren, tapi panggilan telpon masih menyala.


"Selesaikan masalah ini Ren. Beraninya dia mengganggu istriku. Tunggu aku sebentar lagi, jangan lupa hubungi Charles dan jelaskan padanya."


"Baik Tuan."


Baru saja Zhafran bernafas lega, kini ada gosip buruk mengenai istrinya. Tangannya mengepal kesal sambil menggigit bibir bawahnya.


Daisy pasti semakin sedih.


"Ran, kembali ke Perusahaan."


"Baik Tuan."


Masalah apa lagi kali ini. Sepertinya serius.


Setibanya di Perusahaan I&T Corporation.

__ADS_1


Dengan perasaan bahagia bercampur sedih Daisy mulai masuk ke Perusahaan. Yang membuatnya heran banyak tatapan mata sinis ke arah Daisy.


Samar - samar dia mendengar bisikan kebencian dari orang - orang di sekitar.


Sesampainya di ruangan Departemen Binis, Diana langsung menarik tangan Daisy.


"Des kamu sudah lihat grub whatsapp belum?"


"Belum. Kenapa?" Daisy mengeluarkan Hpnya lalu menatap layar lcd dengan seksama, di bacanya semua celaan dan gosip yang ditujukan untuk dirinya beserta fotonya dengan Evan dan Charles.


Daisy hanya tersenyum lalu berkata," Oh kirain masalah apa." Lalu memasukkan kembali Hpnya kedalam kantong.


Melihat Daisy santai menanggapi gosip tersebut, Diana pun bertanya," Kenapa kamu sangat santai? apa gosipnya benar?" Diana semakin penasaran, begitu juga dengan Randy yang menghampiri keduanya.


"Evan memang anakku." Daisy menjawab dengan santai lalu melangkah maju menuju meja kerjanya.


"Des aku kepo serius deh. Cerita dong, Oh ya kamu di tunggu Pak Rafael di ruangannya. Kayaknya dia mau bahas malasah gosip deh."


Randy hanya diam masih memperhatikan. Dia mulai memasang raut wajah kecewa dan sedih.


Pupus sudh harapanku !!! batin Randy.


"Apa salahnya sih punya anak? kan tidak ada larangan kerja punya anak. Yasudah aku kedalam dulu deh." Daisy kemudian mengetok pintu Rafael.


"Di ruangan Rafael," Daisy bukannya saya mau ikut campur tapi gosipnya makin aneh ada yang bilang kamu sampai selingkuh dari suamimu terus menggoda Presdir."


"Hanya gosip Pak. Saya tidak selingkuh."


"Terus ini foto apa maksudnya? kalau bisa jelaskan detail sama saya. Takutnya gosip ini sampai menyeret nama Presdir. Kamu gak mau sampai di pecatkan."


Daisy menghela nafasnya dengan panjang," Saya memang sudah menikah tapi lelaki di foto barusan bukan suami saya. Melainkan Pak Charles dari Mahesa Grub, dan anak kecil itu adalah anak beliau.Yang juga anak angkat saya."


"Ternyata begitu. Tapi saya juga tidak bisa menyalahkanmu sih, inikan urusan pribadi tapi kenapa gosipnya sampai menyeret nama Presdir."


Anak angkat? mau tanya tapi segan. Hah apa mereka sepasang kekasih ? tapi katanya dia sudah menikah? kapan? batin Rafael.


"Namanya juga gosip pasti isi ceritanya akan di kembang biakkan Pak. Yang buat saya penasaran siapa yang sebarin gosip ini ? kan bisa mencoreng nama Pak Charles beserta anaknya. Bagaimana kalau beliau tidak menerima lalu menuntut si penyebar gosip itu. Wah saya jadi menunggu hal tersebut terjadi," jawab Daisy dia tau kalau penyebar gosip itu pastilah Sarah.


Bersambung.


Bonus :


@Baifern


Nama : Daisy Qirani Alfaris


Usia : 25 tahun


Hobi : Masak dan membaca


Makanan Kesukaan : Seafood & makanan pedas


Minuman Kesukaan : Air putih/mineral & jus avocado, susu, teh, kuah soto pakai jeruk nipis



@Hsu Thassapak.


Nama : Alexander Zhafran Fryaga


Usia : 28 tahun


Hobi : Membahagiakan Daisy


Makanan Kesukaan : Makanan 4 sehat 5 sempurna kecuali kecambah


Minuman Kesukaan : Susu




Note :


Awalnya mau Bule tapi kali ini Versi Asia ❤


Readers yg baik hati jangan lupa Vote nya yah 😊 atau Komen dan Like nya + klik ❤

__ADS_1


Terima kasih atas segala dukungannya dan masih setia membaca cerita receh ini.


__ADS_2