My Boss My Hubby

My Boss My Hubby
Bab.24 - Penjelasan


__ADS_3

"Beraninya perempuan kotor itu mengancam Nyonya, akan kubuat dia susah bernafas setiap harinya. Bahkan keluarganya pun akan kuhancurkan jika perlu," Ren bergumam pelan.


Malam terasa dingin, bintang kecil berkelap-kelip dilangit menghiasi angkasa. Banyak tawa dan canda disekitar mereka.


Chef berbakat yang bekerja di Atson Hills menyiapkan barbeque dan daging yang dipanggang mengeluarkan wangi khas yang membuat Daisy menelan air salivanya karna lapar.


Melihat Daisy, Jullian segera menghampirinya. Matanya memandang sedih mengingat kejadian siang tadi," Daisy," ucapnya.


Daisy yang merasa dirinya di panggil seseorang segera membalas dengan senyuman," Ya Juli ?"


Dengan wajah bersalah Jullian menatap mata Daisy," maaf ya aku sudah sangat tidak sopan padamu. Harusnya aku meminta izin terlebih dahulu dan mempertimbangkan perasaanmu."


Daisy merasa iba dan hatinya terluluhkan," Aku tau, jadi lain kali jangan seperti itu lagi. Bagaimana jika ada paparazi atau seseorang memotret kita? itu akan menjadi buruk untuk karirmu. Apalagi setelah kamu mencium pipiku banyak betina buas yang memasang tatapan tajam seperti ingin membunuhku.


Jullian tidak menyangka Daisy sampai sejauh itu memikirkan dampak yang disebabkan olehnya, membuatnya semakin mengagumi wanita itu.


Walaupun berjarak Ran masih bisa mendengar percakapan keduanya. Dia mulai memahami majikan barunya, tersimpul senyuman tipis dari bibirnya.


Saat hendak mengambil makanan ke piring tanpa sengaja untaian syal yang dipakai Daisy tersangkut pada Jullian, mereka hampir bertabrakan dengan posisi Daisy jatuh ke pelukan Jullian dan dengan spontan Jullian mendekapnya agar tidak jatuh.


Dengan cepat Daisy bangun dari posisi yang bisa mengundang salah paham itu," maaf aku tidak sengaja dan juga terima kasih yah."


Jullian membalasnya dengan senyuman," hati-hati," ucapnya.


Zhafran dan Ren kemudian menyusul tapi siapa sangka sekali lagi dia melihat kejadian yang sudah tidak asing itu.


Melihat wajah Tuannya kesal tanda tak suka dia pun berkata," Tuan. Apa perlu saya membereskannya?"


Zhafran hanya menggelengkan kepalanya lalu bergabung dengan yang lain dan seperti biasa suasana menjadi lebih riuh berkat kehadiran mereka.


Mungkin tak ada yang memperhatikan tapi saat itu Zhafran dan Daisy sudah bergandengan tangan dibawah syal tebal yang menutupi tubuh Daisy. Mereka berdua saling membagi kehangatan hanya dengan tangan yang bersentuhan.


"Daisy aku akan melanjutkan pekerjaanku, kembalilah sebelum tengah malam," bisik Zhafran Daisy pun mengangguk.


Malam semakin dingin, Daisy berkata pada Ran," Aku mau membersihkan diri, ayo kita kembali."


-


-


Melihat Daisy kembali dia pun mendekat dan melingkarkan tangan ke pinggangnya," sudah selesai ?"


Membalas Zhafran dengan kecupan di pipinya," sudah, aku mau mandi." Daisy meninggalkan Zhafran yang tengah diam, dia kaget untuk pertama kalinya Daisy yang menciumnya. Setelah adegan singkat itu dia melanjutkan pekerjaannya dengan suasana hati yang puas.


Melihat kolam kecil berisikan air hangat yang berputar-putar membuat Daisy jadi ingin berendam, akhirnya diapun masuk kedalammya. Berendam dalam kolam jacuzzi memberikan sensasi pijatan sampai ke ujung kaki, membuat tubuh menjadi lebih relax, semua rasa pegal dan lelah perlahan menghilang.


[ Dering dering ] Suara Hp Daisy berdering.

__ADS_1


Mendengar suara Hp istrinya, Zhafran pun bangkit dari kursi kerjanya.


Zhafran mengetuk memanggil Daisy yang berendam," Daisy, ada yang menel.." Daisy keluar hanya menggunakan handuk setengah badan, bagian belakang tubuhnya sampai ujung pinggangnya terlihat jelas lekukan tubuhnya yang masih basah.


Zhafran yang kaget langsung menyodorkan Hpnya ke Daisy," ada telpon," dia pun kembali ke meja kerjanya.


Daisy tanpa bertanya langsung menerima Hpnya," Halo Evan ada apa ?"


"Tidak ada, apa mamah masih sibuk?"


"Mamah akan kembali besok, kenapa Evan belum tidur?"


Gusar karna Daisy memamerkan tubuhnya yang setengah telanjang, Zhafranpun kembali dan mengelap rambut Daisy. Daisy sempat terdiam kaget, dia khawatir kalau suaminya mendengar percakapan mereka barusan.


Zhafran sesungguhnya tanpa sengaja sudah mendengarnya walau samar-samar tapi dia hanya menunggu penjelasan dari Daisy sambil memainkan rambutnya dan menatap punggung indah istrinya.


"Kalau begitu mamah mau bertemu dengan Evan ? tadi Evan mimpi buruk."


"Iya kita akan bertemu Evan sayang. Evan mimpi apa?"


Mendengar istrinya memanggil orang lain dengan sebutan sayang ditengah malam, membuat Zhafran melayangkan jemarinya bermain di leher Daisy. Daisy yang terkejut langsung berbalik," tunggu sebentar," ucapnya dengan pelan pada Zhafran.


Zhafran hanya mengangguk tanda mengerti tanpa ekpresi, segera dia mengangkat Daisy dalam pelukannya lalu mereka duduk di sofa. Posisi Daisy duduk diatas pangkuan Zhafran mereka saling berhadapan, selama Daisy berbicara di telpon Zhafran hanya mengganggunya dalan diam mulai dari mengecup jemari Daisy sampai mengecup di lehernya.


"Evan mimpi buruk dimakan zombie. Evan juga kangen mamah."


"Apa ada papah disana? maaf ya mamah gak disana. Lebih baik Evan segera tidur bersama papah.


Mati aku, suami didepan mata aku malah telponan sama lelaki lain. Bahkan sampai manggil papah mamah.


Mendengar panggilan tersebut semakin intens, Zhafran langsung merebahkan tubuh Daisy yang hanya memakai handuk. Dia menyaksikan keindahan murni didepan matanya, tangan Zhafran mulai menarik sedikit handuk yang menutupi tubuh Daisy, tapi tangan itu ditahan Daisy," sabar," bisiknya.


Zhafran hanya diam dan membenamkan wajahnya ke dada Daisy. Daisy lalu mengelus kepala suaminya itu. Tak ada reaksi Zhafran hanya diam sambil memeluknya dengan sangat erat.


"Daisy maaf ya tengah malam membangunkanmu, sepertinya kita harus meluruskan masalah ini. Aku takut Evan menjadi ketergantungan," ucap Charles.


"Tentu aku juga ingin bicara padamu, kalau gitu kita lanjutkan besok. Salam buat Evan, selamat malam." Daisy mematikan telponnya.


Saat Daisy mau bangkit, pergelangan tangannya di tahan oleh Zhafran yang masih diam tapi tatapannya sangat konstan.


Melihat wajah muram Zhafran, akhirnya Daisy memberanikan diri untuk menjelaskannya.


"Aku ingin mengatakan sesuatu."


Tidak ada jawaban dari Zhafran mereka hanya saling memandang dan masih di posisi yang sama.


"Kamu ingat beberapa minggu yang lalu saat acara perjamuan di Hotel. Tanpa sengaja aku bertemu dengan anak kecil yang tersesat, aku tidak tega melihatnya menangis jadi aku datang membantunya mencari keluarganya. Sejak saat itu dia memanggilku mamah, dan nanti aku akan bertemu lagi dengan mereka untuk menjelaskan kalau aku sudah menikah. Maafkan aku Zhafran aku tidak bermaksud menyembunyikan masalah ini."

__ADS_1


Dia tau Daisy bukanlah seseorang yang akan membodohinya, dia juga sangat tau Daisy adalah wanita yang berhati baik. Terutama setelah mengecek latar belakang istrinya, dia tau semua tentang Daisy," baiklah." Zhafran lalu menggendong Daisy kekamar dan merebahkan tubuh istrinya dengan lembut dikasur," malam ini jangan tidur memakai baju. Kalau dingin peluk saja suamimu."


Zhafran menelan air salivanya sambil menatap Daisy, dia mengambil nafas yang dalam lalu mendekatinya." Malam ini aku ingin..." Daisy menutup bibir Zhafran dengan telunjuknya, tapi bukannya diam dia justru menjilat jari Daisy dengan lahap.


Melihat tingkah Zhafran Daisy berkata, "Zhafran aku..." Zhafran memotong kalimat Daisy," aku tidak akan memaksamu Daisy tapi biarkan aku sedikit menikmati malam ini."


"Aku akan menemanimu bertemu dengan mereka," ucap Zhafran sambil memeluk Daisy.


"Bukankah kamu sibuk?" Menyandarkan kepalanya ke dada Zhafran.


" Aku tidak akan membiarkan istriku berduaan dengan pria lain."


"Maaf itu pasti mengganggu waktumu, aku bisa menyelesiakannya sendiri."


"Hemmmm."Melanjutkan pertanyaannya, " lalu bagaimana kamu bisa mengenal Jullian?"


"Hanya pertemuan singkat tanpa sengaja, hari itu kami berebut taksi. Karna tujuan kami sama akhirnya kami berdua masuk ke taksi lalu pergi ke RS. Anehnya saat itu kami berdua menjadi penolong wanita yang hamil, karna tidak ada keluarganya. Akhirnya aku dan Jullian menemaninya sebentar. Mungkin itu suatu takdir, agar kami bisa menyelamatkan wanita itu."


"Lalu ?"


"Aku tidak tau bagaimana nasib wanita itu bahkan namanya aku tak tau. Setelah itu aku dan Jullian menjadi teman dan kami makan seafood bersama. Setelahnya tak ada hal yang terjadi."


"Hemm."


Kenapa tidak ada laporan mengenai ini.


"Pantas kau sangat senang saat bertemu lagi dengannya."


"Ya gak juga sih hanya terkenang masa lalu saja."


Bersambung.


Jullian : Hatchim, apa ada yang membicarakanku tengah malam ya. Fans ku terlalu banyak.


Manajer : Jullian kamu kenapa? makanya gak usah ikut keluar malam-malam ke pantai. Kamu kan benci dingin.


Jullian : Tapi aku ingin makan daging dan cuacanya sangat nyaman tadi malam.


Manajer : Kau ini. Jagalah dietmu, tadi barusan kakekmu nelpon. Katanya kembalilah ke Amerika.


Jullian : Ciih dasar kakek pasti mau menjodohkanku lagi.


Manajer : Ya sepertinya begitu. Tapi wanita ini agak berbeda dia seorang photographer dan punya studio disini. Hanya itu info yang ku tau.


Jullian : Dia pasti Fansku.


Manajer : Kamu pikir semua wanita itu fansmu apa.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen,Vote + Rate ⭐⭐⭐⭐⭐


Maafkan atas segala kekurangan saya, karna ini pertama kalinya mengarang cerita dan dituangkan menjadi sebuah naskah, saya tidak tahu apakah pantas dikatakan novel karna saya masih sangat baru dan penuh kekurangan.


__ADS_2