
Ran datang memberi tau Zhafran dan Ren kalau kedua orang tuanya sudah tiba jadi mereka turun ke lantai pertama untuk menghampiri keluarga besarnya yang tengah berbincang di ruang tamu keluarga.
Dia juga melihat ada Daisy yang sudah ada disana, Zhafran pun menghampiri mereka.
Melihat putranya datang mendekat, Revalina memberikan senyuman hangat padanya.
Zhafran memeluk Ibunya lalu mencium pipinya," selamat datang Bu. Aku merindukanmu."
"Merindukan apanya? menelpon kami saja kamu jarang."
"Maaf Bu. Dimana ayah dan paman Raksa?"
"Ayah dan pamanmu ada di depan biasalah mereka lagi mengobrol masa depan."
Setelah mendengar jawaban dari Ibunya dia mendekati Daisy kemudian memegang pinggangnya.
"Sayang, kenapa berdiri ayo duduk."
Revalina dan Vivian mendongak kaget lalu melotot ke arah Daisy dan Zhafran.
"Alex, kamu panggil dia apa?" tanya Vivian kaget sambil menunjuk Daisy.
Belum sempat Zhafran menjawab, ada orang ketiga yang datang yaitu Paman Samuel Fryaga dan anak perempuannya Avril.
Avril yang melihat Daisy lalu berlari dan memeluk Daisy sambil berkata," Kakak ipar aku merindukanmu."
Andreas dan Raksa yang sudah bergabung dengan Samuel ikut kaget saat Avril menyebut wanita yang ada di samping Zhafran sebagai Kakak ipar.
*
*
*
Keheningan memenuhi seisi ruangan tersebut. Tidak ada satupun pelayan yang ikut hadir ataupun lewat. Begitu pula dengan si kembar yang tidak bisa ikut campur lalu meninggalkan ruangan tersebut dalam keadaan khawatir.
Semua mata memandang ke arah Daisy dan Zhafran. Terutama Ayahnya Zhafran yaitu Andreas.
Avril yang biasanya dengan mudah mencairkan suasana juga terdiam kaku, begitu juga dengan sepupunya Vendy dan Aurel. Mereka hanya saling menatap.
Aduh lupa gimana nih, batin Avril
Sebenarnya Zhafran ingin mengenalkan Daisy ketika Kakek dan Neneknya tiba, tapi sepertnya dia harus mengenalkan Istrinya lebih awal karna tidak sesuai dengan rencana awalnya, dia juga takut menyakiti hati Daisy dan membuatnya kecewa.
Zhafran menggenggam erat tangan Daisy lalu berkata," Ayah, Ibu dan semuanya perkenalkan wanita cantik disebelahku adalah Istriku."
Daisy memberanikan dirinya lalu mulai menatap lembut mata keluarga Zhafran yang ada di depannya," Saya Daisy Qirani Alfaris. Istri Zhafran."
Waaah aku mengatakannya. Ya Tuhan jantungku mau copot, apa mereka bisa menerima pelayan tapi gak bisa menerimaku sebagai menantu? batin Daisy mulai berisik tidak karuan karna tatapan tajam dari beberap orang di depannya.
Vivian yang tadinya salah paham mulai memegang kepalanya sambil mendesah pelan.
Revalina yang juga salah paham, kemudian lebih menatap dalam mata Daisy.
Andreas pun langsung tertawa, semuanya heran karna Andreas yang dikenal paling dingin kemudian dia tertawa paling nyaring.
"Ayah tau kamu tidak bercanda tapi Ayah juga tidak menyangka kalau ucapanmu di telpon waktu itu adalah nyata adanya," jadi sejak kapan?"
__ADS_1
"Ayah kau tau kan aku selalu serius. Kami sudah menikah sekitar dua bulan."
"Selama itu dan kalian baru bilang sekarang? apa yang harus Ayah katakan pada kakek dan nenekmu?"
Melanjutkan kalimatnya," Daisy selamat datang di keluarga Fryaga maafkan anakku yang sudah seenaknya menikahimu tanpa mengenalkan orang tuanya. Dia memang suka seenaknya."
Revalina pun menimpali," Daisy kemarilah."
Daisy yang merasa terpanggil lalu menatap Zhafran yang mengangguk, akhirnya Daisy mendekat lalu duduk disebelah Revalina.
"Selamat datang di keluarga kami. Maaf tadi aku sudah salah paham, semoga kamu tidak ambil hati."
Revalina dan Andreas sebenarnya sangat kaget, dan sulit menerima fakta yang ada di depan mata mereka. Tapi melihat kesungguhan Zhafran saat menggenggam tangan Daisy bahkan menatap hangat mata Istrinya, mereka sadar kalau Zhafran sudah jatuh cinta pada wanita tersebut. Mereka tau Zhafran sangat sulit dekat, apalagi tidak mau bersentuhan dengan sembarang orang.
Dan juga salah paham barusan, Daisy menerimanya dengan ikhlas dan tetap memijatnya. Membuatnya banyak mendapatkan nilai plus dari Ibu mertuanya.
Paman Samuel yang duduk disebrang juga memperhatikan Daisy dengan seksama.
Tampilannya sederhana dan senyumannya sangat tulus, inikah Istri yang dimaksud Alex dan Avril waktu itu. Tapi kalau Avril saja menyukainya maka aku bisa menerimanya, batin Samuel.
Begitupula dengan Raksa dan Vivian beserta kedua anaknya juga menyambut kehadiran Daisy dengan hangat tapi tetap saja ada kekhawatiran yang masih meracuni mereka.
Daisy menjadi sangat bahagia karna sambutan hangat dari keluarga Suaminya, dia tidak menyangka mereka semudah itu menerima kehadiran Daisy.
Suara klakson dari luar mendandakan tamu terakhir telah tiba.
Semuanya bergerak cepat lalu menghampiri keluar rumah dan berdiri berjejer sambil menyambut hormat tamu tersebut. Zhafran juga menarik pelan tangan Daisy untuk ikut hadir. Daisy bisa merasakan kalau tangan Zhafran mulai berkeringat dingin. Dia pun menggenggam lebih erat tangan Suaminya.
Ada pemuda tampan yang lebih dulu keluar dari mobil lalu membuka pintu mobil dan turunlah dua orang tua yang sudah beruban.
Zhafran melepaskan tangan Daisy kemudian ikut membantu Kakeknya yang berjalan sambil memegang tongkat ditangan kanannya.
Pandangan mata Daisy dan William saling bertabrakan, tentunya William kaget tapi tidak berkomentar dan melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga utama.
Apa aku salah lihat, kok rasanya seperti Daisy !! batin William.
Seminggu yang lalu saat Daisy membaca file dan melihat foto William dan Neneknya dia menjadi sangat terkejut karna kedua orang tersebut adalah Saudara dan juga Nenek dari Suaminya. Saat inipun mata mereka saling menatap heran, tapi Daisy kemudian memasang senyum lembut, sayangnya William mengabaikannya.
Avril menggandeng tangan Daisy, dia paham betul kalau Daisy semakin gugup karna berpapasan dengan Kakek serta Neneknya yang berwajah seram.
"Kakak ipar tenang saja, Kakek memang mukanya dari lahir udah nyeramin begitu tapi hatinya selembut sutra dan seimut hello kitty kok hehehe."
"Hahaha kamu bisa saja. Terima kasih ya."
Semua keluarga sudah berkumpul di ruang keluarga, mereka sudah duduk dengan posisi yang nyaman. Kakeknya yang bernama Jade Zhafi Fryaga dan Neneknya bernama Anyta mulai memandang sekitar, tapi tatapan mata mereka terhenti pada seorang wanita yang mengenakan gaun bewarna kuning.
Merasa di tatap tajam tangan Daisy mulai bergetar dia pun menundukkan wajahnya menatap lantai. Zhafran yang memperhatikanpun mendekati Daisy lalu menggenggam tangannya seerat mungkin.
Jade menaikkan sebelah alisnya, dia menatap dingin kedua pasangan muda tersebut, begitu juga dengan Anyta dan William.
"Kakek, perkenalkan wanita disampingku bernama Daisy. Dia adalah Istriku." Zhafran yang selalu tampil berkarisma dan tegas kini tangannya juga ikut bergetar. Bukan karna takut, dia hanya khawatir dengan aura dingin yang dikeluarkan oleh Kakeknya. Sedari awal Zhafran sudah siap dengan segala konsekuensi yang akan terjadi dimasa depan.
"DUAAARRR." Suara hentakan tongkat di atas meja.
Eh copot jantungku, batin Vivian dia ikut menegang melihat reaksi Ayah mertuanya.
Jade memukul meja dengan tongkat yang dia pegang, seketika suasana menjadi lebih keruh.
__ADS_1
Lutut Daisy semakin lemas, tapi Zhafran tidak melonggarkan pegangannya pada Daisy. Bahkan dia cukup berani menatap balik ke mata Jade.
Melanjutkan kalimat Suaminya, Daisy ikut mengenalkan dirinya," Saya Daisy Qirani Alfaris, Istri dari Zhafran."
William langsung menatap Daisy, ada pancaran kekecewaan dan kemarahan di matanya.
Tapi Anyta justru menatap lembut kepada pasangan muda tersebut. Dia lalu mengelus tangan William dan berbisik," kamu keduluan Willi hehehe."
Baguslah aku tidak makan siang bersama perempuan itu. Tapi kenapa aku kesal begini !!! batin William meronta kesal sambil menatap Daisy.
"Kapan kalian menikah? kenapa tidak ada satupun yang mengatakannya padaku?" Suara keras dari Jade membuat Daisy ingin menangis tapi dia berusaha menahan emosinya.
"Kami menikah dua bulan yang lalu, maaf karna tidak memberi kabar pada Kakek dan Nenek."
"ALEX KEMARI KAMU." Jade berteriak keras, suaranya yang berat dan sangar membuat siapa saja yang mendengarnya semakin ketakutan.
Zhafran berjalan mendekat lalu berdiri disamping Kakeknya.
"Kalian menikah tanpa acara? tanpa siapapun yang tau?" tanya Jade menatap Zhafran.
"Benar Kek." Zhafran menjawab sejujurnya sambil mengepal erat kedua tangannya.
"PLAK." Suara tamparan semakin memperburuk suasana, tidak ada yang mengira kalau Jade akan menampar cucu kesayangannya.
Semua orang yang kaget tidak berani berkomentar, kemudian Jade berdiri lalu mendekati Daisy.
Daisy yang juga sudah lemas berusaha berdiri tegap sambil menatap mata Jade. Matanya sudah memerah seakan ingin menangis, karna khawatir Zhafran langsung mendekat dan berdiri di samping Daisy dan menggenggam tangannya sekali lagi.
Jade kemudian menundukkan kepalanya lalu meminta maaf pada Daisy.
Tidak cuma Daisy yang heran, beberapa orangpun memandang bingung.
"Maafkan cucuku yang tidak tau diri itu, beraninya dia menikahimu. Sebaiknya kita segera meluruskan masalah ini agar tidak mempermalukan nama Fryaga."
Zhafran khawatir kalau Kakeknya akan memaksa dan memisahkannya dari Daisy.
Melanjutkan kalimatnya," Tidak ada acara pernikahan, tidak ada kehadiran keluarga? kamu pikir itu layak Alex? Apa kamu cucuku hah? beraninya menikahi seorang wanita tanpa pernikahan yang layak. Siapa yang mengajarimu jadi sebodoh ini."
Jade menatap kasar ke tangan Daisy dan Zhafran diapun bergumam pelan," bahkan cincinpun tidak ada. Apa layak dikatakan mereka sudah menikah."
Zhafran tersentak kaget, dia mulai menyadari kenapa Kakeknya menamparnya.
Zhafran berlutut dan meminta maaf, Daisy yang melihat Zhafran berlutut hendak mengikutinya tapi ditahan oleh Jade.
"Daisy jangan berlutut, kamu tidak salah apapun."
Daisy tidak berani menjawab dia hanya mengangguk.
"Berdirilah Alex. Kamu sudah sadar kan apa kesalahanmu? ketahuilah cucuku pernikahan itu bukan permainan, apa kamu pikir keluargamu tidak layak mengetahui hubungan pernikahan kalian? jangan membuatku malu."
"Alex sadar Kek. Alex akan memperbaiki semuanya dan memberikan pernikahan yang layak untuk Daisy."
Bersambung.
Terima kasih atas segala dukungannya dan selalu setia membaca cerita receh ini.
Jahat kalau kalian masih belum VOTE, Koment, Like dan Klik favorite ❤
__ADS_1