
Di Perusahaan I&T Corporation
Setelah keluar dari ruangan Pak Manajer, Daisy melanjutkan pekerjaannya. Tapi dia tidak tenang karna banyak tatapan sinis mengarah padanya.
Rachel yang juga sepupunya Sarah menemui Daisy lalu dia bertanya," kamu tau tadinya kupikir kamu adalah wanita baik dan Sarah lah yang bodoh dan ceroboh. Tapi foto barusan, apa kamu sungguh sudah punya anak?"
Daisy menghentikan jarinya yang tadi sedang mengetik di keyboard komputer. Dia menatap Rachel lalu menjawab," Apa Perusahaan melarang pegawainya memiliki anak? lagipula siapa bilang saya wanita baik ? tepatnya saya ini wanita yang sungguh lebih baik." Daisy kemudian berdiri di hadapan Rachel sambil tersenyum.
Percaya diri sekali dia memuji dirinya sendiri sebagai wanita yang lebih baik. Kok malah dia yang mengintimidasiku.
Rachel merasa tidak nyaman," maaf saya hanya bertanya. Kalau boleh saya bertanya lagi apa kamu sudah menikah?"
"Saya sudah menikah. Apa masih ada pertanyaan lain? karna saat ini saya sungguh sibuk dan ingin melanjutkan pekerjaan. Apa Departemen Humas sungguh sangat senggang sampai ibu kemari ?"
Merasa terpojok, Rachel hendak meninggalkan Daisy sambil berkata," jangan marah kan saya cuma tanya karna penasaan dengan gosip yang tersiar di grub."
Apa aku berlebihan. Ini karna Sarah yang mengirimku pesan dan aku dengan mudahnya terhasut. Sebaiknya aku menyudahi percakapan ini. Daisy bukanlah orang yang mudah untuk di hadapi.
Setelah Rachel meninggalkan Departemen Bisnis, Randy dan Diana menghampirinya.
"Des keren banget sih, aku mana berani kalau jadi kamu. Lagian cuma foto dan rekaman yang isinya biasa saja kok jadi heboh begini sih. Kecuali di foto itu kamu melakukan perbuatan buruk. Padahal cuma lagi duduk fotonya sambil di peluk anak kecil." Diana berusaha membela Daisy dan mulai kesal pada orang sekitar.
"Masalahnya bukan cuma foto dan rekamannya tapi isi gosipnya itu loh. Belum lagi yang ada di foto adalah orang besar yang bekerja sama dengan Perusahaan I&T Corporation takutnya akan membuat hubungan kedua Perusahaan memburuk sampai ke awak media." Randy memberi penerangan pada Diana yang sedari tadi mengomel.
"Yang di katakan Randy benar. Kalau cuma mengenai gosipku saja sih tidak masalah. Tapi gosip itu memuat nama Presdir dan ada foto Pak Charles beserta aku di dalamnya. Mungkin yang menyebarkan gosip gak mikir sampai kesana."
Awalnya aku memang khawatir tapi setelah Zhafran mengirim pesan. Perasaanku menjadi lebih tenang.
"Tapi aku masih penasaran Des. Kapan kamu menikah terus kenapa anaknya Pak Charles jadi anakmu?" tanya Diana penasaran.
Belum sempat Daisy menjawab, ada pengumuman yang menginstruksikan pegawainya untuk pergi ke aula yang ada di lantai dua.
Beberapa pegawai berbisik riuh mencari tau apa yang sedang terjadi.
Tidak lama kemudian muncul Ren bersama dengan Sarah yang menunduk malu. Semua mata tertuju pada keduanya.
Tanpa basa - basi Ren mulai menjelaskan rumor dan fitnahan yang di sebar oleh Sarah.
Setelah penjelasan panjang lebar dari Ren. Muncullah Charles sambil menggandeng Evan.
Charles ikut menjelaskan kalau istri yang dia maksud bukanlah Daisy, yang benar adalah Daisy menjadi ibu angkat dari anaknya yang bernama Evan.
Semua orang yang hadir menjadi semakin ribut dan mulai penasaran.
"Demikian penjelasan dari saya. Lagi pula Nona Daisy adalah istri dari teman saya. Karna kedekatan Evan dan Daisy maka kami memutuskan kalau Daisy bisa menjadi ibu angkat dari anak saya."
Sarah terpaku diam dia mulai meneteskan air mata di depan banyak orang. Mulai banyak hinaan dan makian ditujukan pada Sarah. Dari kejauhan Charles menatap Daisy lalu tersenyum.
"Des siapa sih suamimu? kok bisa menjadi teman Pak Charles?" tanya Diana penasaran dengan suara besarnya, semua mata pun mengarah pada Daisy.
"Itu aku anu lebih baik kita segera melanjutkan pekerjaan." Daisy tidak mau menjawab dia berbalik lalu melangkahkan kakinya hendak keluar dari aula.
Kenapa jadi seperti acara launching besar begini, sampai ngumpulin semua pegawai ke aula. Ada Pak Charles juga, sudah berasa nonton drama.Terlalu berlebihan bahkan sampai membawa Sarah. Dan sekarang semua orang penasaran siapa suamiku. Pasti Pak Charles sengaja mengatakannya.
__ADS_1
Daisy pergi dengan tergesa - gesa sampai tidak memperhatikan orang yang ada di depannya.
"Bruuk." Daisy menabrak Pria berjas abu - abu. Pria itu kemudian memegangi pinggang Daisy.
"Maaf tidak sengaja menabrak anda Pak."
Daisy menutup setengah bibirnya menggunakan tangannya. Tapi Zhafran masih memegang pinggangnya dengan erat di hadapan banyak orang.
Charles tersenyum melihat keduanya dari kejauhan. Lalu hendak mendatangi Zhafran dan Daisy.
"Pak." Daisy memanggil Zhafran tapi Zhafran tidak menjawabnya justru semakin erat memeluk Daisy.
Sebagian orang yang menyaksikan mulai heboh dan penasaran.
Melihat wajah Daisy memerah, Zhafran melepaskan dekapannya lalu berkata," Daisy hampir saja jatuh jadi saya hanya menolong." Kemudian Zhafran tersenyum tipis.
Setelah adegan tersebut, Ren menginstruksikan kepada para pegawai untuk melanjutkan aktivitas kerjanya.
•
•
•
Ran melangkahkan kakinya mendekat ke arah Sarah.
"Plaaak." Suara tamparan keras mendarat di pipi Sarah, terlihat jelas warna merah yang membekas.
Sebagian orang yang masih ada disana sontak kaget tapi tidak berani memperhatikan, begitupula dengan Daisy yang kaget karna Ran menampar Sarah di hadapan banyak orang.
"Kamu beruntung saya hanya menampar dengan tangan kosong, bukannya menampar mu dengan cairan asam. Jangan bilang kamu masih tidak menyadari kesalahanmu."
Bersiaplah walaupun di penjara kamu pun tidak akan bisa tenang. Baguslah Ren cepat tanggap dan sudah mengaturnya. Menuntut mu percuma jadi cukup berikan siksaan berdarah di balik jeruji nanti.
Sarah teridam dia mulai mengamati sekelilingnya lalu berkata," apa teman yang dimaksud suami Daisy adalah Pak Pres..." Ran kemudian menampar Sarah lagi lalu berbisik pelan," sekali lagi kamu bicara, bukan tanganku yang menamparmu tapi nyawamu bisa melayang." Merasa paham dengan maksud Ran, Sarah kemudian diam mematung.
Polisi juga sudah datang untuk membawa Sarah.
Setelah kejadian barusan, beberapa orang menjadi bergidik ngeri melihat Ran. Tapi tidak dengan Zhafran dan Ren. Mereka berdua tersenyum dan merasa tamparan tersebut masih belum cukup.
Melihat orang mulai fokus pada Ran. Zhafran kemudian berbisik pelan di telinga Daisy," istriku temui aku di ruang kerjaku nanti." Suara nafasnya terdengar jelas di telinga Daisy.
Melihat pasangan suami istri masih menempel dekat, Charles datang bersama Evan menghampiri keduanya.
"Mamah," panggil Evan yang masih di gendong Charles.
Daisy mendekati Charles lalu mengelus kepala Evan yang mulai mengantuk.
"Baiklah aku dan Evan akan kembali, kalian bisa melanjutkan adegan mesranya," ucap Charles.
Daisy menunduk hormat," terima kasih sudah membantu saya Pak. Maaf merepotkan."
"Tidak masalah kan kamu IBUNYA EVAN." Charles menegaskan sebutan tersebut lalu melirik senang ke arah Zhafran yang dari tadi memasang wajah kesal.
__ADS_1
•
•
•
Semua pegawai kembali ke posisi mereka masing - masing. Walaupun masih ada tanda tanya di benak mereka tapi tidak ada satupun yang berani berkomentar. Adegan yang mendominasi dari Ran serta peringatan dari Ren membuat mereka takut dan tidak nyaman.
Daisy kembali ke ruangan Departemen Bisnis, masih ada beberapa orang yang menatapnya penasaran.
Ren mendatangi Daisy," Nyo..ehem Nona Daisy silahkan ikut saya ke ruangan Pak Presdir."
Daisy menangguk kemudian mengikuti Ren dari belakang.
Di dalam ruangan tersebut ada Rachel yang tengah menangis. Daisy kemudian mendekat lalu bertanya," Ada apa Bapak memanggil saya?"
Kenapa Bu Rachel menangis? apakah Zhafran memarahinya?
Zhafran mendekat, lalu berdiri berhadapan sambil melingkarkan tangannya di pinggang Daisy," bukankah kamu harus memanggilku suami?"
Rachel terdiam dari tangisannya. Sementara Daisy melotot kaget menatap Zhafran.
Tidak perduli dengan sekitar, Zhafran mendekatkan ujung bibirnya menyentuh bibir Daisy terjadilah kecupan hangat di hadapan Rachel dan Ren.
Setelah mengecup lembut bibir Daisy, Zhafran berucap," istriku."
Bersambung.
Bonus :
Di perjalanan ke Mahesa Grub
Evan : Papah apa tante jelek tadi akan di hukum?
Charles : Tentu saja. Orang jahat harus di hukum.
Evan : Beraninya tante jelek mengganggu Mamah.
Charles : Tenang saja Evan. Papah sudah menyiapkan hukuman lain untuk tante jelek.
Evan : Hukuman apa Pah?
Charles : Rahasia
Kemudian Charles mendapat pesan dari sekretarisnya.
📩"Tuan. Saya sudah menarik saham dari pabrik keluarganya dan menghentikan kerja sama kita dengan mereka. Tapi apa ini cukup?"
📩"Kerja bagus. Mereka sudah tidak punya apapun selain memberikan hak atas pabrik itu."
📩"Lalu bagaimana dengan ibunya?"
📩"Biarkan saja."
__ADS_1
Readers yg baik hati dan nagih up jangan lupa VOTE atau Komen dan Like nya + klik ❤
Terima kasih atas segala dukungannya dan masih setia membaca cerita receh ini.