My Boss My Hubby

My Boss My Hubby
Bab.15 - Mengundang Selebritis Terkenal


__ADS_3

"Itu karna aku tiba-tiba memeluknya pas dia motong sayuran, sudah jelas salahku kan."


Orang yang terkenal dingin kini menyalahkan dirinya sendiri seperti idiot terlihat lucu di mata Farhan. Dan Ren hanya menatap mata Tuannya, dia masih berusaha mencerna perkatannya. Sejak kapan Tuan yang dia banggakan jadi se idiot ini.


"Daisy kamu gak usah masak biarku panggilkan bibi," ucapnya dengan mata sayu membuat hawa ruangan semakin dingin.


"Kan cuma ke gores, aku sudah terbiasa kok. Bukannya kamu lapar !"


Daisy mulai merasa suaminya sangat lebay tapi di sisi lain dia menyukai tingkahnya, seolah dirinya begitu berharga sampai dia secemas itu istrinya terluka, bukankah hal ini lebih kuat dari cinta.


"Lebih baik Nyonya istirahat dan mendengarkan kata suami, normalnya jari akan sembuh sendiri sekitar 5 sampai 7 hari tergantung dari besar kecilnya luka tersebut. Untungnya saya segera mengobati kalau tidak bisa terjadi infeksi. Apalagi kalau ada riwayat diabetes akan sulit sembuh, atau kita mungkin perlu memeriksa apa Nyonya punya diabetes atau tidak.


Farhan sangat menyukai ekspresi Zhafran, jadi dia mulai menambahkan dan ikut berlebihan sambil menahan tawanya.


"Apa diabetes? Ren siapkan mobil kita ke Rumah Sakit sekarang."


Semakin syok mendengar perkataan Farhan lalu memeluk istrinya.


"Siap Tuan."


Merasa situasi dan kondisi semakin rumit dia bergegas mempersiapkan semuanya.


"Cukup !!! Aku gak papa kok. Aku gak punya riwayat atau penyakit aneh apapun, lukanya juga sudah dirawat dengan baik. Lebih baik semuanya istirahat dan gak perlu manggil bibi, aku masih bisa masak kok. Dan kalian sudah makan apa belum ? kalau belum tunggu disini, biar ku selesaikan pekerjaanku.


Jawaban tegas dari Daisy dengan intonasi yang keras membuat ketiga orang tersebut diam dan saling menatap, ternyata wanita itu bisa sedikit membuat mereka kaget. Tidak ada jawaban dari Zhafran, Farhan dan Ren akhirnya mereka hanya menonton pertunjukkan memasak Daisy.


Tatapan Zhafran mengarah pada Farhan dan Ran seperti kode kalau mereka harus pulang dan meninggalkan pasutri itu, tapi karna kemauan Daisy yang keras akhirnya ketiganya hanya bisa pasrah.


Farhan yang sudah asik menonton TV dia mulai tertawa dengan keras, bukan karna acara yang di tontonnya melainkan pertunjukkan dari pasutri barusan.


Zhafran dan Ran berada di ruang kerja melanjutkan pekerjaan mereka, membahas lelaki yang akan di undang ke Atson Hills.


"Tuan, Penyanyi yang kau minta selidiki latar belakangnya mempunyai riwayat hidup yang cukup menarik. Bernama Jullian Wagner, menghabiskan masa kecilnya di Amerika Serikat pernah sekolah di Julliard School, seorang yatim piatu dan besar bersama kedua kakek dan neneknya. Tapi karna neneknya telah meninggal akhirnya mereka pindah kembali ke Indonesia 4 tahun yang lalu. Dimasa lalu neneknya adalah seorang komposer yang juga memainkan piano. Mereka cukup terkenal di Amerika."


"4 tahun yang lalu ? apakah Daisy dan Jullian saling mengenal juga ?"


"Tidak ada info mengenai itu sepertinya mereka tidak saling mengenal."


"Bagus."


-


-

__ADS_1


Daisy memanggil semuanya untuk makan malam, mereka menikmati hidangan tersebut dalam diam. Tidak ada yang bicara satupun, tapi Daisy merasa suasana seperti ini lebih hangat dari pada berdua.


"Nyonya. Masakanmu enak banget jadi pengen nambah terus."


Yang banyak bicara hanya Farhan, dia memang suka membuat Zhafran kesal.


"Ran kayaknya suka kecambah ya, kalau tahu gitu aku akan lebih banyak memasukkan kecambah kedalamnya."


"Terima kasih Nyonya.Tapi kenapa anda memasak kecambah ? apa anda tidak tahu kalau...," Zhafran menatap Ren dengan pandangan tak suka, seketika Ren menghentikan kalimatnya sambil terus menghabiskan sisa kecambah yang ada.


"Maaf ?" ucap Daisy bingung, tapi karna tidak ada kalimat lain akhirnya mereka hanya makan dengan fokus.


Ketika makan malam telah berakhir, Zhafran dengan sigap membersihkan meja dan mulai mengangkut beberpa alat makanan yang digunakan barusan ke dapur, melihat bossnya melakukan pekerjaan kasar itu Ren pun ikut membantunya, sedangkan Farhan berpamit izin untuk pulang.


"Tuan, kenapa sekarang kita mencuci piring?"


"Lah bukannya kamu yang ngikutin aku."


"Tunggu jadi selama ini saat Tuan pulang terburu-buru karna mau cuci piring?"


Hah aku gak lagi ngigau kan, Tuan sampai seperti ini. Apa yang telah kau lakukan pada Tuanku Daisy.


"Ya."


"Aku tidak mau membuatnya sedih."


"Bukankah Nyonya akan lebih sedih kalau Tuan tidak memakannya saat dia memasakkan makanan untuk Tuan."


[ Dek ] Hanya diam tanpa menjawab apapun. Tidak pernah sekalipun Zhafran terpikirkan hal itu, membuatnya semakin frustasi.


Ren mulai tidak suka dengan keberadaan Daisy karna berani membuat Tuannya melakukan hal sekasar ini, tapi melihat wajah puas Tuan Zhafran dia tidak bisa melakukan apapun, sempat dia berpikir kalau ada Ran disini pasti dia akan tertawa terbahak-bahak melihat Zhafran melakukan pekerjaan rumah.


Setelah selesai mencuci Ren berpamitan untuk pulang.


-


-


Suasana kembali menjadi hening, keduanya sudah membersihkan diri dan berada di kamar bersiap untuk tidur.


"Zhafran apa besok kau tidak pergi ?"


"Kamu sangat ingin aku pergi ya ?"

__ADS_1


"Iya aku mau kamu pergi."


Kaget mendengar perkataan istrinya membuat hati Zhafran gembira lalu memeluknya dan berkata," tidurlah besok akan menjadi hari yang menyenangkan."


Masih tidak diberikan jawaban yang jelas ada sedikit rasa kecewa di hati Daisy tapi kalimat terakhir seperti Zhafran punya maksud lain. Tidak mau memikirkannya akhirnya dia pun tertidur dipelukan Zhafran.


-


-


"Morning," ucap Zharfan pada istrinya yang baru bangun tidur.


"Morning, kok sudah rapi ?"


"Bukankah aku memang selalu rapi, mandilah lalu kita sarapan."


"Tapikan ini hari libur ngapain dia pakai Jas segala jangan bilang mau pergi keluar kota lagi. Melayang dong uang sejuta ku," gumam Daisy pelan.


-


-


Ritual pagi keduanya telah selesai Daisy dan Zhafran berangkat di waktu yang sama tapi tidak pergi bersama, Daisy yang merasa kesal tidak berkata apapun pada Zhafran.


Semua karyawan tiba di Atson Hills setelah 2 jam perjalanan, suasana Atson Hils sangat indah bukan hanya terkenal karena pemandangannya tapi juga punya pantai besar yang mengelilinginya.


Mereka tidak begitu antusias karna orang yang ditunggu tidak menampakkan batang hidungnya, yang Daisy pikirkan pun hanya uangnya yang telah melayang.


Ran telah mengatur dan membagikan jadwal kepada semua karyawan termasuk membagi kamarnya.


Tapi sebelum itu Ran memberikan pengumuman lain.


"Kepada semua karyawan agar tenang, untuk pembukaan acara kita malam ini, Presdir telah mengundang penyanyi kelas atas terkenal yaitu Jullian Wagner, semoga kalian senang dan selamat beristirahat."


Semua perempuan yang tadinya murung mulai bersorak gembira, walaupun Presdir mereka tidak hadir tapi ada seorang Jullian Wagner yang datang untuk mengisi acara tersebut, sudah membuat mereka bahagia, bagaimana tidak Jullian Wagner keturunan Amerika Indonesia berwajah tampan digilai banyak wanita, salah satu artis top yang sudah go international dan selalu menjadi trending sebagai kalangan selebritis terkenal dengan bayaran paling mahal. Pastilah Jullian juga menginap di Atson Hills mulailah mereka mencari tahu info dimana dan kamar berapa Jullian menginap.


Daisy yang tadinya juga merasa kecewa kembali bersemangat, bagaimana tidak lelaki yang barusan disebutkan namanya adalah seseorang yang dia kenal sejak 4 tahun yang lalu.


Ponsel Daisy berdering......


Bersambung.


Terima kasih dan selamat membaca.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan vote yah.


__ADS_2