My Boss My Hubby

My Boss My Hubby
Bab.39 - Kegundahan


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Rose dan memberikannya hadiah, Daisy kembali kerumah bersama Ran. Makan malam juga sudah di siapkan oleh Bibi, sayangnya si kembar menolak untuk makan malam bersama.


Daisy dan Zhafran kemudian menikmati hidangan malam dengan suasana khusuk dan sunyi seperti biasa. Daisy juga mulai terbiasa dengan kebiasaan Zhafran yang pendiam saat makan.


Setelah selesai makan malam, Zhafran segera bergegas mencuci piring. Dia pun juga menjadi terbiasa melakukan pekerjaan kasar tersebut, bukan karna terpaksa tapi kemauannya sebagai seorang suami dan pasangan yang baik.


Usai mencuci piring, Zhafran menghampiri Daisy yang sibuk dengan Hp di genggamannya," Ada apa?" tanya Zhafran yang kemudian duduk disamping Daisy sambil mengelus kepalanya.


Daisy yang kaget sontak menjawab," Nomor asing itu menelponku lagi."


"Apa kamu menjawabnya? mungkin saja sangat penting." Zhafran semakin erat memeluk Daisy sambil memainkan helaian rambutnya.


"Aku ragu." Daisy bersandar di pelukan Zhafran, tangan mereka saling bergenggaman.


Perasaanku gak enak jadi aku mengabaikan telponnya.


Zhafran tidak mau bertanya lebih jauh," Besok aku tidak akan ke kantor, aku akan berada di luar kota untuk urusan pekerjaan. Bagaimana?" tanya Zhafran dengan suara berat, dia tidak ingin meninggalkan Daisy sendirian.


"Pergilah kau sudah cuti cukup lama, aku akan menunggumu."


Kenapa aku jadi sedih gini.


"Ingatlah harus selalu mengirim pesan dan menelponku, jangan sampai terlambat makan, maaf aku tidak bisa menemanimu membeli mobil."


"Kamu juga jangan telat makan, jangan lupa menghubungiku, aku tidak beli mobil juga tidak masalah."


"Kalau begitu pakai saja mobilku, aku masih punya beberapa mobil, minta saja Ran yang menyetirnya."


"Baiklah, tapi aku tidak mau merepotkan Ran, bagaimana kalau aku kursus mengemudi."


"Hemm bukankah Ran bisa mengajarimu."


"Ran kan juga punya banyak perkerjaan, jangan merepotkannya."


Zhafran tidak menjawab tapi matanya menatap Daisy dengan tegas tanpa berkedip, Daisy yang sadar akan tatapan itu langsung berkata," Iya baiklah aku akan meminta Ran mengajariku."


Zhafran tersenyum lalu berkata," ayo tidur," kemudian dia menggendong Daisy ke kamar.


"Anu aku belum mandi," ucap Daisy yang membenamkan wajahnya ke dada Zhafran.


"Hemmm." Zhafran meletakkan Daisy duduk di ranjang lalu mulai membuka kancing bajunya.


Daisy menahan tangan Zhafran," kamu mau ngapain?"


"Kamu kan mau mandi, aku bantu kamu lepas pakaian." Zhafran melanjutkan jemarinya membuka satu persatu kancing baju Daisy.


"Aku bisa sendiri kamu tidur duluan saja."


"Aku juga belum mandi."


"Masa?"


"Kan menunggu istriku pulang lalu mandi bersama."


"Ku kira tadi kamu sudah mandi loh."


Dia sengaja kah?


Zhafran diam tidak menjawab lalu duduk disamping Daisy dan berkata," kamu tidak mau mandi bersamaku?"

__ADS_1


Kenapa Zhafran makin manja duh tingkahnya gemesin banget, aku tau kalau dia sudah mandi. Masih tercium bau sabun di badannya.


"Tidurlah suamiku, besok kan kamu ada perjalanan bisnis." Daisy kemudian mengecup bibir Zhafran.


Zhafran membalas kecupan itu dengan ciumannya yang lembut lalu tangannya mulai membuka pakaian Daisy.


Daisy yang terjerumus menikmati ciuman itu tidak sadar kalau baju bagian atasnya sudah tidak ada, Zhafran kemudian menarik sleting celana Daisy.


Daisy melepaskan ciumannya lalu memegang tangan Zhafran," Ok cukup sampai disini." Daisy berlari ke kemar mandi sambil menahan malu, wajahnya sudah memerah seperti tomat.


Didalam kamar mandi Daisy hanyut dalam pikirannya yang mendramastisir.


"Apakah malam ini kita akan melakukannya lagi, aku gak bisa kalau setiap hari, bisa kering kesedot. Apa dia ketagihan ya. Aku jadi penasaran apa dia pernah melakukan itu pada wanita lain sebelum aku. Aduh kenapa aku memikirkan ini, kalaupun sudah memangnya kenapa? toh hanya masa lalu. Zhafran saja tidak pernah menanyakan masa laluku," gumam Daisy pelan.


Setelah selesai mandi Daisy baru sadar dia lupa mengambil handuk, Daisypun berteriak manja," Zhafran bisa ambilkan handuk tidak?"


Gak ada jawaban apa dia di ruang kerja ya, yasudahlah aku keluar saja toh tidak ada siapapun.


Saat Daisy hendak keluar, dia melihat Zhafran membuka pintu sambil memegang handuk. Zhafran terdiam melihat seluruh tubuh Daisy yang masih basah, dia menghembuskan nafasnya dengan pelan lalu mendekat dan mengelap tubuh Daisy.


"Stop aku bisa melakukannya sendiri, keluar sana." Daisy mendorong Zhafran, tapi dia kalah kuat dengan suaminya, Zhafran menahan tangan Daisy lalu menggendongnya kembali ke kamar tanpa pakaian sehelaipun, hanya handuk yang setengah menempel.


"Zhafran bajumu jadi basah, cepat ganti baju jangan menempel padaku. Dan stop menatap tubuhku." Daisy menutup mata Zhafran menggunakan kedua tangannya.


"Kenapa tidak boleh menatap tubuh istriku? bukannya aku sudah pernah melihatmu telanjang sebelumnya?" Zhafran meletakkan Daisy di kursi rias.


"Tetap saja aku malu, masa kamu saja yang bisa melihatku tanpa pakaian setiap harinya."


Zhafran tersenyum lalu berbisik ditelinga Daisy," jadi kamu mau melihatku tanpa pakaian juga?"


"Hah gak kok, sudah lupakan saja."


"Kenapa gak memakai pakaian berenda itu lagi?"


"Hah gak mau aku malu."


"Hemm."


Keduanya merebahkan tubuh diatas kasur, bersiap untuk tidur.


"Zhafran."


"Hemm."


"Aku ada acara reu...." Daisy menghentikan kalimatnya.


Sebaiknya aku gak usah bilang, toh bukan acara penting cuma reuni doang, sudah 4 tahun gak pernah ikut, biarlah nanti bersama Rose saja, Zhafran juga pasti gak tertarik dan sibuk sama pekerjaannya.


"Acara apa?"


"Anu Itu proyek dengan Arsena Grub."


Aduh aku malah ngomongin kerjaan.


"Apa kamu gugup? aku yakin pasti kamu bisa, tenang saja dan percaya dirilah seperti waktu yang lalu."


"Ya aku tau. Terima kasih ya selalu mendukungku."


"Tentu saja kamu kan pegawai terbaik dan juga istri tercintaku."

__ADS_1


Lalu keduanya tidur dengan saling berpelukan.


-


-


Di kediaman Charles.


"Evan kenapa belum tidur? mau papah bacakan dongeng?"


"Pah kenapa Mamah belum menelpon Evan?"


"Evan sebenarnya Daisy...."


Bagaimana menjelaskannya pada Evan, mengurus anak lebih rumit dari pada mengurus pekerjaan.


"Kenapa Pah? jangan panggil Daisy itu gak sopan, panggil dia Mamah."


"Mamah masih sibuk, nanti dia pasti akan menelpon dan mengajak Evan bermain bersama."


Kenapa aku mengatakan kebohongan lagi padanya. Daisy apa yang harus kulakukan, aku tidak bisa melihat Evan terluka lagi.


"Janji?"


"Papa janji, kenapa sih Evan sangat menyukai Mamah Daisy?"


"Tidak tau, Evan hanya suka padanya. Jadi kapan Mamah akan tinggal bersama kita?"


"Nanti kalau Mamah sudah gak sibuk ya."


"Papah harus kasih uang yang banyak, biar Mamah berhenti kerja."


"Nanti Papah kasih uang yang banyak, ayo Evan tidur besok sekolah loh."


[ Dering ] Suara Hp Charles.


"Sudah malam begini masih saja ada yang menelpon Papah." Evan kesal.


"Sabar ya. Papah angkat dulu telponnya."


"Halo Tuan Charles, Setelah saya telusuri sepertinya di masa lalu yang menolong istri anda bernama Daisy Qirani Alfaris.


"Daisy? kamu yakin?"


"Wanita itu bernama Daisy Qirani Alfaris Tuan, dia bekerja di I&T Corporation hanya sejauh ini yang saya tau. Apa anda mau saya menyelidikinya lebih jauh?"


"Tidak perlu, lanjutkan saja pekerjaanmu seperti biasa."


Siapa yang sangka orang itu ada didepan mata.


Ternyata begitu ya, pantas saja. Mungkin ini semacam ikatan batin kenapa Evan bisa menjadi sangat menyukainya. Aku tidak bisa mengganggu Daisy, dia istri temanku. Evan maafkan Papah.


"Daisy apakah aku harus menyerah atau inikah takdir yang harus kuterima. Sayangku Helen kenapa kamu harus meninggalkanku dan Evan secepat ini," gumam Charles sedih sambil memegang dan menatap foto istrinya Helen.


Bersambung.


Terima kasih atas segala dukungannya dan masih setia membaca cerita receh ini.


Jangan lupa berikan asupan nutrisi biar authornya makin semangat berupa Like, Komen, Vote, Klik ❤ dan Full Rate.

__ADS_1


__ADS_2