My Boss My Hubby

My Boss My Hubby
Bab. 13 - Manja


__ADS_3

Keduanya makan malam bersama dan seperti biasa suasananya sunyi, lalu terdengar guntur akhirnya hujan deras pun turun. Zhafran mencuci piring seperti biasa dan Daisy menonton TV.


Menatap layar lebar, Daisy tersenyum manis melihat acara musik dengan seorang lelaki tampan yang tengah menyanyi dengan suara merdunya.


Zhafran ikut duduk di sebelah Daisy," kau suka acara musik atau suka sama yang menyanyikan lagunya?"


Daisy kaget karena Zhafran duduk semakin dekat dan tangannya bersender di bahunya," suaranya bagus dan lagunya enak di dengar, itu saja kok."


"Dingin ?" tanya Zhafran.


Apa aku perlu menyiapkan hiburan juga ya di Atson Hills mungkin aku akan mengundang penyanyi itu.


"Ya ?"


"Sini."


Mengerti maksud suaminya Daisy langsung bersandar di tubuh bidangnya, terdengar suara detak jantung Zhafran membuat Daisy ikut berdebar kencang.


"Apa kau lelah?" tanya Daisy.


"Hemm." Zhafran mengangguk pelan tapi tangannya terus meremas jemari Daisy.


"Daisy," panggil Zhafran pelan.


"Ya?" menengok ke arah suaminya, wajahnya bersentuhan, pipinya terasa hangat.


Kok aku ngerasa kaya puppy sih, lama-lama ngerti maksud Zhafran padahal dia cuma manggil doang.


"Masih dingin?" tanya Zhafran.


"Gak juga." Membalas remasan tangan Zhafran.


"Mau ke kamar?" Mulai mencium kening Daisy.


"Ay.." belum sempat bicara sudah di gendong Zhafran menuju kamar.


"Aku bisa jalan sendiri kok." Daisy membenamkan wajahnya ke dada Zhafran, jantungnya semakin berdetak kencang.


"Ya." mengacuhkan Daisy lalu meletakkannya di ranjang, dan segera mematikan lampu.


"Tidur," ucap Zhafran.


"Zhafran kamu ngantuk ?"


"Suamiku...." menatap Daisy dengan tatapan mata minta dimanja.


Daisy tersenyum tipis," suamiku ngantuk?"


"Sedikit." Membenamkan bibirnya di leher Daisy.


"Yuk tidur," ajak Daisy menahan geli di lehernya.


" Cium."


" Daisy cium aku."


" Cium."


"Ya aku cium."


Kenapa Zhafran manja banget sih malam ini, astaga naga kasihan jantungku bisa lepas kalau begini tiap malam, aduh manisnya suamiku.


Daisy membalas ciuman suaminya lalu berkata," selamat malam suamiku."


"Hemm." Masih belum melepaskan bibir Daisy, hanya fokus mel-umatnya.


Menatap wajah istrinya, bentuk wajahnya mungil, alisnya sedikit tebal, hidungnya mancung, ada tahi lalat kecil di dekat bibirnya, cantiknya istriku.


"Daisy."


"Daisy."


Beberapa kali memanggil nama isterinya yang sudah tertidur dengan suara pelan, lalu pergi menuju ruang kerjanya melanjutkan beberapa pekerjaannya.


Sudah tengah malam sekitar jam 01.00 pagi Ren yang juga masih bergadang menerima panggilan telpon dari Tuannya.


"Selamat malam Tuan."


"Periksa latar belakang penyanyi yang tayang jam 9 tadi, kalau aman undang dia ke acara Atson Hills."


"Maaf .... ?"


Penyanyi yang mana ? di siaran apa ? namanya siapa ? aku harus bekerja keras lagi malam ini.

__ADS_1


Zhafran mematikan telponnya dan lanjut membuka laptopnya, bergadang sebentar lalu kembali keranjang dan tertidur lelap sambil memeluk istrinya.


-


-


Zhafran yang sudah rapi masuk ke kamar untuk menarik tirai di jendela," morning," ucapnya.


"Morning." Masih menguap dan mengumpulkan setengah nyawanya untuk kembali sadar.


Mau sepagi apapun aku berusaha bangun, pasti dia sudah rapi aja. Dia tidur gak sih.


"Mandi lah, sarapan sudah siap," ucap Zhafran kemudian meninggalkan kamar.


"Hem." Mengangguk pelan.


Si bibi rajin bener dah, gak cape dia pulang pergi apa bibi tinggal disini yah? aduh gak ah.


-


-


"Suka ?" tanya Zhafran tanpa melihat Daisy.


Apanya ? suka kamu apa makanannya ? gerutu isi hati tangisan Daisy," Ya suka," jawab Daisy.


"Acara di Atson Hills apa kamu akan ikut ?" tanya Daisy pelan.


Masih tidak menjawab sibuk dengan makanannya, beberapa lama kemudian berkata," entahlah, aku gak tertarik sama acara seperti itu."


Jawabannya absurd, masih belum jelas pergi atau tidak dia hanya menyatakan ketidaktertarikannya dengan acara tersebut. Mendengar jawaban dari Zhafran seketika membuat wajah Daisy murung.


"Ok," jawab Daisy pelan sambil menunduk kecewa.


Melihat ekspresi Daisy yang suram dan kecewa, Zhafran menaikkan alisnya dan berkata," Kenapa? kamu mau aku pergi ?" sambil tersenyum hangat.


"Hemmm." Daisy mengangguk malu.


Merasakan ke imutan Daisy di depan matanya membuatnya jadi tidak tega, tentu sebagai suaminya sudah seharusnya meluangkan waktu untuk istrinya. Tapi karena Zhafran tidak menjawab secara langsung, Daisy hanya bisa menebak didalam hatinya.


-


-


Dengan sangat elegan Zhafran melewati beberapa ruangan dengan pakaian jas bewarna abu-abu gelap, sepatu kulit bewarna hitam, wajah nya tampan rupawan terlihat dari postur tubuhnya kalau dia rajin berolah raga, bertanya - tanya apakah dia sungguh manusia ataukah iblis berwujud malaikat.


Melanjutkan pekerjaannya sambil mengeprint beberapa kertas untuk membuat laporan mengenai perencanaan penawaran di pertemuan yang akan datang, Diana menghampirinya," Des, serius amat."


"Duh ngagetin aja deh, kebiasaan," kata Daisy yang masih menatap layar komputernya.


Diana menarik tangan Daisy dan menuju ke kerumunan," Des kita lagi buat taruhan kamu mau ikut gak ?" tanya Diana menggebu-gebu.


Daisy yang heran pun menjawab," taruhan apa ?"


"Kita taruhan Rp 1.000.000,- kalau Pak CEO akan ikut menghadiri acara perusahaan," jawab Diana gembira.


Kehadiran Bos baru mereka menjadi titik gosip hangat hari ini. Karena semua wanita akan menyiapkan pakaian bagus dan segala hal untuk perjalanan besok. Tapi Daisy seperti tahu jawabannya maka dia berkata," mungkin dia akan hadir," walaupun Zhafran tidak memberikan jawaban yang jelas, Daisy seolah tahu kalau Zhafran pasti akan datang, apalagi dia sudah kembali dari perjalanan bisnisnya, juga tidak sembarangan orang bisa datang dan menikmati fasilitas di Atson Hills, pasti Zhafran sudah bekerja keras untuk perusahaan, tidak tertarik bukan berarti tidak bisa kan.


Semua yang mendengar perkataan Daisy menjadi semakin semangat dan menggebu-gebu. Bukan karena dia mengikuti taruhannya tapi karena Daisy yang berbicara, sudah tersiar gosip jelek mengenai kedekatan Daisy dan Zhafran mereka jadi percaya kalau Zhafran akan menghadiri acara tersebut.


Manajer Rafael datang membubarkan kerumunan tersebut lalu memanggil Daisy dan Randy," kalian berdua hadiri acara di Atson Hotel bersamaku ya, ada perjamuan dengan Perusahaan Mahesa Grub."


-


-


Ketiganya sampai di Atson Hotel dan ikut memasuki ruangan yang sudah dipenuhi oleh beberapa orang penting.


Diruangan besar dan mewah mereka duduk di meja berhiaskan berbagai macam menu, khas sekali dengan Atson Hotel, makanannya berkualitas dan nikmat.


Para pejabat saling mempernalkan diri, dan membahas beberapa proyek yang akan dikerjakan selanjutnya, dengan profesionl Daisy bisa menjawab semua pertanyaan dari beberapa pihak. Bukan rapat yang seperti biasanya tapi acara ini di selenggarakan oleh Cabang Mahesa Grub jadi semua orang datang kemari untuk mendekatkan diri dengan Mahesa Grub.


Merasa mual Daisy mengundurkan diri untuk pamit ke kamar mandi dengan sopan dan anggun, dalam perjalanan dia melihat ada anak kecil sekitar usia 5 -10 tahun menangis di pojokan, dengan wajah khawatir Daisy bergegas menghampiri anak itu.


Mendekati anak kecil itu lalu bertanya, "Adik kecil kenapa sendirian disini kok nangis ?"


Tidak ada jawaban, anak kecil itu hanya menangis sambil menutup wajahnya, berusah menjauh dari Daisy lalu kakinya terpeleset dan terjatuh.


Melihat anak lelaki itu semakin jadi nangisnya dia langsung memeluknya dengan hangat dan berkata," cup cup anak ganteng gak boleh nangis nanti mukanya langsung berkerut seperti kakek tua loh."


"Evan bukan kakek tua," jawab anak lelaki itu.


"Masa sih, coba lihat mana muka gantengnya."

__ADS_1


Langsung mengelap hingusnya dan sombong memamerkan wajah imutnya," tuh aku ganteng kaya papaku."


"Waaah gantengnya, terus kenapa tadi nangis ?" sambil mengelus kepala anak itu.


"Gak nangis cuma pilek, Evan tadi mau cari papa tapi gak ketemu."


Aduh gemesnya, jadi namanya Evan yah.


"Evan mau ikut sama kakak gak ? kita cari papa bareng, tapi tungguin depan kamar mandi ya, soalnya kaka kebelet pipis."


-


-


Sambil bergandengan tangan menuju resepsionis untuk melaporkan kalau ada anak hilang, agar bisa bertemu dengan orang tuanya, pasti sekarang mereka sangat khawatir.


"Evan papa dan kamu nginap di hotel ini gak?"


"Ya."


"Terus kamar Evan lantai berapa ? bawa kunci gak ?"


"Lantai 1700, iya bawa."


"Nama papa nya Evan siapa ?"


"Hem....kata papa gak boleh sembarangan kasih tahu namanya sama orang asing."


"Evan kan kita perlu buat laporannya, biar mudah untuk mencari papa nya Evan."


"Gak mau, Evan ngambek sama papa. Papa gak nyusul Evan malah sibuk urus kerjaannya."


Oh ternyata lagi ngambek sama papa nya, untungloh ketemu sama kakak yang baik hati ini bukannya ketemu penculik.


"Kruyuk," suara perut Evan.


"Kak aku lapar, kita pergi makan dulu yuk."


Melihat wajah imut Evan, Daisy menjadi tidak tega," kita cari papa dulu gimana ? terus makan bareng."


Dalam perjalanan mereka semakin dekat dan banyak mengobrol. Sesampainya di lantai bawah Daisy dan Evan melihat banyak keributan dan orang berjas hitam mondar mandir, lalu terdengar suara dari seorang lelaki berjas putih," Evan."


"Evan, anak ini kemana saja kamu!" ucap pria itu kesal tapi langsung memeluk anaknya.


Evan hanya diam merengut tidak menjawab papa nya lalu bersembunyi dibelakang kaki Daisy. Daisy yang sadar langsung berinisiatif berbicara," Perkenalkan saya Daisy. Maaf, tadi saya bertemu Evan di atas, sepertinya dia tersesat." Evan lalu menggenggam tangan Daisy seperti tidak mau dipisahkan.


Melihat tingkah aneh anaknya yang tidak biasa dekat dengan seseorang apalagi sampai memegang tangannya, itu suatu pemandangan yang aneh baginya. Dia tahu anaknya sangat membenci perempuan.


"Saya Charles, papanya Evan. Maaf sudah merepotkan Nona Daisy," mereka bersalaman.


"Evan lapar mau makan sama Daisy."


"Ayo kita makan, Daisy pasti sibuk jangan ganggu dia Evan."


"Gak mau.. pokoknya Evan mau makan sama Daisy, papa kerja aja gak usah pikirin Evan."


Charles menatap mata Daisy dengan rasa sungkan," Nona Daisy bagaimana jika makan bertiga, Evan tidak boleh telat makan karena kondisi tubuhnya lemah."


"Bisa tunggu sebentar ? saya harus izin dengan Manajer saya dulu."


"Sekali lagi maaf merepotkan Nona, kalau bisa saya bertemu dengan Manajer mu. Bagaimana?"


"Tidak perlu, seharusnya acara tadi sudah selesai. Saya hanya akan meminta izin lewat telpon."


Daisy menelpon Manajernya.


"Pak Rafael, saya ada urusan bisa pulang duluan tidak ?"


"Ok, acara juga sudah selesai kok."


-


-


Sambil menunggu Daisy berbicara dengan Manajernya, Charles bertanya pada anaknya," kamu punya rencana apa hah?"


Mendengar papa nya bertanya Evan hanya menjawab sekedarnya," mau makan sama Daisy, memangnya apalagi," terpancar senyuman licik di wajah Evan.


Bersambung.


Wah Evan kayaknya nakal .....


Jangan lupa Like, Komen, Vote, ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2