My Husband Is Doctor

My Husband Is Doctor
MHID 10


__ADS_3

setelah bel istirahat semua murid pun berhamburan keluar menuju kantin


"yuk dhif kita kekantin" ucap Syifa


"yok dah, bang zam yuk ke kantin" ucap nadhifa kemudian menarik tangan Azzam menuju kantin


"lha gue kok ditinggal" ucap haikal yang mengejar mereka bertiga hingga sampai di kantin


"gile capek gue ngejar kalian bertiga, jahat kalian gak ngajak gue" ucap haikal dengan dramanya


"gak usah banyak drama Lo mola" ucap Syifa kepada haikal


"mola???" ucap Haikal dengan bingungnya


"iya mola, monyet gila" ucap Syifa


"enak aja anak kudanil ini, ganteng gini dibilang monyet gila" ucap Haikal sambil menyisir rambutnya dengan tangannya


"kurang ajar Lo masa gue yang bohay ini dikata anak kudanil" ucap Syifa membuat Haikal tertawa


"hahahaha bohay darimana orang kerempeng begitu aja pake acara bilang bohay segala" ucap haikal


"kurang ajar Lo mola" ucap Syifa dengan kesalnya


"udah jangan ribut lagi mending kita makan, nih udah aku beliin" ucap nadhifa


"lha kapan Lo perginya dhif perasaan dari tadi Lo disini deh" ucap Syifa


"saat kalian sibuk bertengkar kayak suami istri aku dan bang Azzam membeli makanan" ucap nadhifa

__ADS_1


"dih najong gue dikatain suami istri sama si mola" ucap Syifa


"gue juga ogah kali sama anak kudanil macam Lo" ucap Haikal


"kalian ini bertengkar Mulu deh awas jodoh loh" ucap Azzam


"gak akan" ucap mereka berdua dengan kompak nya


"cie kompak" ucap nadhifa


"siapa bilang" ucap mereka yang kembali kompak


"aku lah, cie kompak terus sekarang cocok loh kalo kalian jadi suami istri yang satu galak kayak macan satunya nyebelin kayak monyet" ucap nadhifa


"astaghfirullah, sabarkan hambamu yang ternistakan ini ya Allah" ucap Haikal dengan dramatis


"dih kayak orang paling menderita saja kau ini" ucap Syifa


"apaan dah Lo gak jelas banget udah lah gue balik ke kelas dulu bye" ucap Syifa kemudian meninggalkan mereka bertiga


"kejar sana kal" ucap Azzam


"siyap dah" ucap haikal kemudian berlari menyusul syifa ke kelasnya, saat mereka akan menyusul syifa dan Haikal tiba tiba saja telfon Azzam berdering ia pun kemudian mengangkat telfon tersebut


"assalamualaikum" ucap Azzam


"waalaikumsalam, nak nanti pulang ajak dhifa fitting baju ya di butik mbakmu" ucap orang disebrang sana


"lho kenapa mi emangnya" tanya Azzam

__ADS_1


"sebab pernikahannya dimajuin jadi 3 hari lagi" ucap orang tersebut


"apa gak kecepatan mi" ucap Azzam


"lebih cepat lebih baik nak, yaudah umi tutup dulu telfonnya ya assalamualikum" ucap orang yang tak lain adalah umi dari Azzam


"waalaikumsalam warahmatullah wabarakatu" ucap azzam saat sambungan sudah terputus


"kenapa bang" tanya nadhifa


"nanti sepulang sekolah kita disuruh ke butiknya mbak" ucap Azzam


"ngapain bang kesana" tanya nadhifa


"nanti juga kamu tau sendiri saat sudah disana, yaudah yuk kita ke kelas" ucap Azzam yang diangguki oleh nadhifa. mereka pun kemudian berjalan menuju kelasnya, saat tengah berjalan lagi lagi dhifa ditabrak oleh seseorang


"e--eh maaf saya gak sengaja" ucap orang tersebut kemudian menatap nadhifa yang barusan ia tabrak


"kalo jalan pake mata dong pak gak liat adik saya sampai jatuh gini gara gara bapak tabrak" ucap Azzam dengan emosinya, ia pun kemudian membantu nadhifa untuk berdiri namun sayangnya nadhifa tak bisa


"sakit bang gak kuat berdiri aku" ucap nadhifa


"yaudah sini Abang Gendong saja" ucap Azzam kemudian menggendong nadhifa menuju UKS sementara orang tersebut mengikuti Azzam dibelakang


.


.


.

__ADS_1


.


makasih yg udh baca maaf kalo byk typo see you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu


__ADS_2