
"kenapa diem, apa kamu gak suka gitu kalo mas memintamu diam sejenak" tanya Saifan dengan lirihnya membuat Nadhifa seketika mendongkak menatap sang suami
"nggak kok, aku gak merasa begitu" ucap Nadhifa
"apa benar begitu" tanya Saifan kembali
"iya mas" ucap Nadhifa dengan senyumnya
"udah gih cepet jalankan mobilnya kita pulang okey" sambung Nadhifa
"siyap nona princess" ucap Saifan, ia pun kemudian langsung melajukan mobilnya menuju kediaman Farabi
tak menunggu lama akhirnya mereka pun sampai di kediaman tersebut
"assalamualaikum" ucap mereka berdua saat memasuki rumah
"waalaikumsalam" ucap mereka semua yang berada di ruang tamu setelah mendengar suara salam dari pasangan tersebut
__ADS_1
"kenapa cepet sekali, bukannya kalian jalan jalan ya" ucap Alby
"ya kan udah capek bang, mangkannya pulang. lagian kita gak jalan jalan kok hanya ke mall saja" ucap Nadhifa
"lha ke mall kan juga termasuk jalan jalan dek" ucap Alby
"terserah Abang saja lah aku mau ke kamar. semuanya aku pamit ya, assalamualikum" ucap Nadhifa lalu pergi menuju kamarnya
"waalaikumsalam" jawab mereka
sementara sang suami ia pun juga sama
setelah mendapat persetujuan Saifan pun langsung berlalu dari sana menuju ke kamarnya dengan sang istri
saat sudah berada di kamar ia pun duduk disamping istrinya tersebut
"lagi apa sih, kenapa serius banget kamu" ucap Saifan saat melihat sang istri yang fokus terhadap handphone nya
__ADS_1
"nih lagi kesel aku tuh, bacanya. suami kok ya gini amat istrinya ditinggalin sama cinta pertamanya belum lagi saat dirumah disiksa pula. emang suami gak ada kasian kasiannya sama sekali, kenapa gak ditinggalin aja sih tuh orang. biarin saja dia pergi dengan cinta pertamanya, asal kalo penyesalan sudah datang gak perlu tuh nyari nyari istrinya segala. kalo aku sih udah ku tinggalin selama lamanya, bodo amat kalo nyesel tuh orang. bodo banget nyia nyiain berlian hanya demi sampah macam tuh orang" gerutu Nadhifa
'apa kalo dia kembali, dhifa akan melakukan hal itu jikalau aku sampai berpaling. nggak, ini gak boleh terjadi, dhifa gak boleh meninggalkanku' batin Saifan
ia sangatlah takut jika kehilangan Dhifa entah kenapa ia seperti itu, apa mungkin dia sudah jatuh cinta kepada gadis disampingnya itu sampai sampai takut kehilangannya ataukah hal tersebut hanyalah obsesi semata. hanya Tuhan lah yang tau mengenai perasaan nya tersebut.
'hahaha aku tau kau pasti sudah merasakan takut kehilanganku. suatu saat aku yakin cinta pertama mu akan kembali mas, disaat itu pula aku juga yakin bahwa kamu hanya diam saja melihat kedatangannya. namun aku akan mencoba memberimu kesempatan, namun jika kamu sampai kembali dengannya jangan salahkan diriku kalo sampai aku pergi meninggalkan dirimu. entah aku akan kembali kesini lagi atau nggak, tunggu saja saatnya tiba' batin Nadhifa
"ya itu kan cerita dek, gak usah terlalu difikirkan ya" ucap Saifan dengan tenangnya, ia mencoba menyembunyikan rasanya tersebut, namun dhifa telah mengetahui nya meskipun ia mencobanya
"ya ya baiklah, mas" ucap Nadhifa dengan cueknya ia pun kemudian melanjutkan bacaannya tersebut, sedang Saifan ia terus saja memikirkan ucapan sang istri
.
.
.
__ADS_1
.
makasih yg udh baca jgn lupa like, comment, vote and follow guys. see you next part assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.