
Boncap 9
**Met siang all,aku kesel deh karna bukannya lama gak up tapi lama banget nunggu riview sampai 5 hari.
Tapi gak papa lah,yang penting hari ini bisa up lagi. Masih minta dukungannya ya,karna aku ingin novelku cepet naik level.
Oke aku lanjut ya,happy reading** !!
*********************
Sore menjelang semua pegawai kantor sedang berbisik - bisik satu sama lain,mereka membicarakan tentang Bosnya.
" Apa benar hari ini akan lembur gara - gara tadi pagi ngerayain ultah bos sebentar itu " bisik - bisik para karyawan.
" Iya neh,salah kita apa coba " yang lain juga menyahuti.
Anita mendengar semua bisik - bisik tersebut.
" Teman - teman mohon perhatian,malam ini Bos akan mengadakan party di restoran dekat kantor,kalian semua boleh kesana. Trimakasih "
Semua karyawan langsung berkumpul berkelompok.
" Yang bener ada party ?? "
" Wah berarti si Bos mengerjai kita " ,mereka masih membicarakan Bosnya.
Saat itu juga andra keluar dari ruangannya dan di ikuti rio dari belakangnya.
__ADS_1
" Ada yang masih mau protes,atau kalian tidak boleh mengikuti acara party ku !! " Andra membenarkan jasnya,kemudian memasukkan tangannya sebelah ke dalam saku celana dan berjalan cepat. Gerakan itu di ikuti asisten dan sekretarisnya,kemudian karyawan yang lainnya juga mengikuti bosnya ke restoran.
Mereka menikmati party tersebut sampai hampir tengah malam,semua karyawan sangat berbahagia merayakan party bosnya tersebut.
Anita yang saat itu sedang mengantuk dan tertidur di kursi di angkat oleh rio.
" Bos aku pulang dulu ya dan berencana akan mengantarkan anita dulu sepertinya dia kecapek'an " rio mencoba menggendong tubuh anita.
" Masukkan dia ke mobilku,aku yang akan mengantarkannya " titah andra.
" Tapi Bos ? " rio mengernyitkan dahinya.
" Jangan membantah " tanpa ba bi bu andra mengambil alih badan anita untuk di gendongnya.
" Sultan mah bebas,mau apa aja juga kesampaian " rio bersungut - sungut.
Setelah menaruh anita di dalam mobilnya,andra langsung melajukan mobilnya pelan menuju rumah anita.
" Tolong jangan jauhkan aku sama dia tolong jangan,biarkan aku bersamanya,jangan bawa dia " anita menangis tersedu - sedu.
Andra berusaha membangunkan anita dan menepikan mobilnya.
" Kamu kenapa,bangunlah " setelah lama berusaha membangunkan tiba - tiba anita memeluk andra dan menangis tersedu - sedu.
Andra yang kaget hanya bisa membalas pelukan anita dan menepuk bahunya pelan,setelah lama berpelukan akhirnya anita melepaskan pelukannya.
" Maafkan aku Bos " anita menghapus sisa air matanya.
__ADS_1
" Sebenarnya apa yang terjadi berceritalah kepadaku nit ? " andra menggenggam tangan nita.
Merasa di perhatikan akhirnya anita melepaskan genggaman tersebut,dia merasa ada yang aneh ketika andra memeluknya. Sepertinya dia pernah merasakan pelukan hangat itu namun entah di mana,dia tidak mengingatnya.
Lamunannya di buyarkan oleh andra yang sedang menyisikan anak rambut yang menutupi wajah anita.
" E em em.. " anita menunduk malu.
" Hai kau kenapa,kalau kamu tidak mau bercerita tidak papa. Mungkin kau bisa menceritakannya lain waktu " andra tersenyum sekilas dan melajukan mobilnya kembali.
Anita merasa ada perasaan dengan Bosnya tersebut,namun perasaan itu langsung di tepisnya.
" Kau itu sedang bekerja mencari uang untuk membiayai pengobatan ayahmu,nita jadi kesampingkan dulu perasaanmu " gumamnya dalam hati.
Tak berapa lama mobil andra sudah sampai di halaman rumah anita,andra segera membuka pintu mobilnya ia kemudian dia berlari ke sisi mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk anita.
" Trima kasih Bos " ucap nita sambil menunduk.
" Iya,sudah sana kamu masuk. Sudah malam angin malam tak baik untukmu " andra berdiri di samping mobilnya.
" Bos yang pergi dulu,nanti aku masuk " jawab anita sambil malu - malu dan memainkan rambutnya.
" Baiklah,ingat setelah mobilku pergi kau harus segera masuk ya " andra langsung masuk ke dalam mobilnya.
Anita terlihat melambaikan tangan sambil senyum yang terus terukir di bibir mungilnya.
•••••••••
__ADS_1
Sampai sini dulu ya all,karna akunya lagi kena flu.
Karna aku sayang kalian jadi aku masih usahain up 1 Bab untuk kalian.