
"Hm barang yang diberikan ialah, em kamu tanya aja langsung ke istrimu ya" ucap Alby lalu pergi meninggalkan Saifan yang terbengong di tempat
"Lha udah penasaran gini malah gak dikasih tau, bener bener tuh bang Al ya" gerutu Saifan
"Yasudahlah lebih baik aku memesan barang yang pastinya akan sangat berharga jika dia tau. Sekalian aku beli sesuatu yang spesial untuknya" sambung Saifan. Ia pun lalu menghubungi seseorang
"Assalamualaikum" ucap Saifan setelah terhubung dengan yang ditelfon nya
"Waalaikumsalam, kenapa. Apa kau mau memesan sesuatu" ucap orang tersebut to the point
"Iya aku ingin memesan barang" ucap Saifan
"Pesan barang apa" tanya orang tersebut yang kembali to the point
"Nanti aku beritahu saat aku sudah disana. Bye, assalamualaikum" ucap Saifan lalu mematikan telfonnya secara sepihak. Membuat orang disebrang sana mengerutu dibuatnya
"Aku akan pergi sekarang aja deh, mumpung lagi gak sibuk" ucap Saifan lalu pergi ke tempat orang yang ditelfonnya tersebut untuk membelikan istrinya Sesuatu. Ia pun menuju mobilnya. Setelah berada dimobil ia langsung melajukan mobilnya menuju tujuannya.
Tak butuh waktu lama ia pun akhirnya sampai di tempat tersebut
"Assalamualaikum" ucap Saifan setelah melihat orang yang dihubungi nya tadi
"Waalaikumsalam" jawab orang tersebut
"Jadi kamu ingin pesan apa" tanya orang tersebut
"Aku pesan sesuatu yang spesial untuk wanitaku yang spesial, sesuatu yang akan sangat berharga di matanya" ucap Saifan
"Oke aku tau apa barang yang spesial untuk orang spesialmu itu. Tapi ngomong ngomong siapa yang spesial apa Annisa, sepertinya ia deh sebab kamu kan gak Deket dengan cewek selain dirinya" ucap orang tersebut membuat Saifan sontak mengubah raut wajahnya menjadi datar
"Bukan buat dia tapi buat istriku" ucap Saifan dengan datarnya membuat orang dihadapannya terkejut seketika
"Haa istri!!! Bukannya kamu jadiannya Annisa, kenapa malah nikahnya sama wanita lain" ucap orang tersebut dengan raut terkejutnya
"Sudahlah Rey jangan membahas wanita itu lagi. Mengenai nya kapan kapan aku akan jelaskan kepadamu" ucap Saifan yang tak ingin membahas hal itu terlebih dahulu
"Baiklah, yasudah aku akan buatkan pesananmu. Kau maunya sekarang apa besok" ucap orang bernama Rey
"Nggak sekarang nggak juga besok tapi tiga bulan kemudian" ucap Saifan
"Oke" jawab Ray
"Eh ya apa kau menjual barang antik yang sangat berharga" tanya Saifan
"Hm, barang antik ya. Sepertinya ada deh. Ayo kuperlihatkan" ucap Ray lalu masuk ke dalam rumahnya dengan diikuti oleh Saifan dibelakangnya
"Kamu ingin barang apa" ucap Ray setelah berada didalam
"Aku mau barang itu" ucap Saifan yang menunjuk salah satu barang, yang menurutnya menarik, Ray pun lalu memberikan barang itu kemudian membungkusnya
"Berapa semuanya Ray, aku bayar sekarang saja biar nggak ribet" ucap Saifan
"Semuanya 10 Miliyar Fan" ucap Ray
"Oke, kebetulan uangnya sudah kusiapkan sesuai dengan totalnya" ucap Saifan lalu menyerahkan uang yang ada didalam tas kepada Ray
"Kau sudah menyiapkan dengan baik ya, sepertinya istrimu itu lebih spesial dari si A ya" ucap Ray
"Ya dia lebih berharga darinya, yasudah aku mau pulang sebelum kau semakin banyak bertanya mengenainya. Assalamualaikum" ucap Saifan lalu meninggalkan Ray yang terkekeh mendengar penuturan Saifan
"Waalaikumsalam, Fan fan gak nyangka kamu akan menjadi bucin seperti ini dengan istrimu sendiri. Huh semoga kamu selalu bahagia dengannya Fan" ucap Ray setelah Saifan pergi. Ia pun kemudian masuk ke dalam rumahnya
Sedangkan disisi lain Nadhifa tengah membeli handphone untuk dirinya
"Ndi, menurutmu bagusan yang mana. putih atau hitam" tanya Nadhifa kepada sang adik
"Bagusan hitam kak" ucap Frendi
"Oke. Mbak saya ambil handphone dengan warna ini dua ya" ucap Nadhifa
"Baik kak" ucap mbak tersebut ia pun lalu membungkus hadphone yang ditunjuk oleh Nadhifa
"Kak kok beli dua, bukannya satu aja" ucap Frendi dengan herannya
"Ya kan satunya buat kamu" ucap Nadhifa
"Ya Allah kak, aku gak usah dibeliin handphone yang sangat mahal begitu. Lagian handphone ku kan masih ada dan masih bagus juga" ucap Frendi yang merasa tak enak sebab sang kakak membelikannya handphone baru
"Masih bagus apanya, orang udah jelek gitu kok. Udah jangan banyak protes anggap saja ini hadiah Dari kakak untuk kamu" ucap Nadhifa yang tak ingin dibantah
"Tap------" ucap Frendi yang langsung disela oleh Nadhifa
"Nggak ada tapi tapian oke" ucap Nadhifa membuat Frendi mengangguk patuh
'kak dhifa bener bener baik deh, beruntung aku punya kakak seperti dirinya. Huh mulai sekarang aku gak akan lagi membuat kak dhifa kesal, dia udah sangat baik kepadaku masa iya aku selalu membuatnya marah marah terus' batin Frendi
"Eh ya kamu mau minta apa nanti kakak belikan, itung itung sebagai bonus karena kamu udah mau nganterin kakak" sambung Nadhifa
"Nggak usah kak, kakak kan udah membelikanku handphone baru. Itu aja udah cukup kok" ucap Frendi kepada kakaknya
"No no no, kakak akan belikan sesuatu untuk mu. Besok barangnya akan datang, kakak jamin kamu akan senang mendapatkan hal ini" ucap Nadhifa membuat Frendi penasaran
__ADS_1
"Emang kakak mau membelikanku apa" tanya Frendi dengan raut penasaran nya
"Nanti kalo kakak beritahu kamu nolak lagi pemberian kakak" ucap Nadhifa
"Ya kalo mahal aku nolak kak. Kalo murah aku gak nolak" ucap Frendi
"Emang kenapa kalo mahal" tanya Nadhifa
"Kalo mahal takutnya nanti uang kakak habis lagi" ucap Frendi dengan polosnya membuat Nadhifa tertawa seketika
"Hahaha itu ternyata yang kamu khawatirin. Tenang saja uang kakak gak akan habis, sebab kakak kan sering menabung" ucap Nadhifa sambil tertawa. Saat tengah tertawa tiba tiba saja mbak yang tadi menghampirinya
"Ini kak, totalnya 100 juta" ucap mbak tersebut. Dan Nadhifa pun langsung menyerahkan kartu debit nya kepada mbak itu. Selesai membeli ia pun berjalan sambil melanjutkan pembicaraan nya dengan Frendi
'maaf ya jika ada yg salah dlm penyebutan kartu itu, 😁 maklum author gk begitu tau. dan maaf karena kehaluan author terlalu tinggi. mohon dipahami ya'
"Tetap saja kan kak. Daripada buat membelikanku barang mahal mahal lebih baik uangnya kakak gunain buat membuka usaha atau apa gitu" ucap Frendi setelah mbak itu pergi dari hadapan mereka
"Ngapain kakak buka usaha kalo kakak saja akan bekerja diperusahaan bang At" ucap Nadhifa dengan spontan nya
'Haduh kenapa malah memberi tahu nya sih, gimana kalo nanti nih anak bilang sama Abi dan umi' batin Nadhifa
"E--Eh, N--Nggak N-Nggak" ucap Nadhifa dengan gugupnya membuat sang adik menatapnya dengan tatapan selidik
"Kakak gak usah bohong, tadi kakak sendiri yang bilang kalo kakak akan kerja di perusahaan bang At" ucap Frendi
"Baiklah kakak ngaku kalo itu emang benar. Tapi kamu jangan bilang siapapun ya, ini rahasia kita, bang Al juga bang At oke" ucap Nadhifa
"Oke kak" ucap Frendi
"Eh ya apa kakak udah izin suami kakak untuk bekerja" tanya Frendi
"Belum, nanti kakak izin sama dia. Dosa juga kalo gak izin sama suami" ucap Nadhifa
"Sekarang kita jalan jalan yuk, habis magrib kita balik. Suntuk kakak di rumah terus" ucap Nadhifa
"Lha lama banget kak, apa gak papa nanti kalo pulang jam segitu" ucap Frendi
"Ya gak papa. Kan kakak udah izin sama suami kakak, tapi bentar kakak telfon Fandy deh suruh bilang pulang jam segitu kalo ada yang nanya" ucap Nadhifa
"Yasudahlah terserah kakak saja" ucap Frendi, lalu Nadhifa pun menghubungi adik satunya yaitu Fandy. Setelah terhubung
"Assalamualaikum" ucap Nadhifa
"Waalaikumsalam, kenapa Kakak Nelfon padahal kita Sama sama di rumah lho" ucap Fandy yang tak tau akan kepergian sang kakak tadi
"Dirumah apanya, orang kakak lagi diluar kok sama Frendi" ucap Nadhifa
"Lho, kakak pergi kok gak ngajak ngajak aku sih" ucap Fandy dengan kesalnya
"ya kan kakak bisa tuh nyuruh maid memanggilku" ucap Fandy
"Oh maaf kan kakakmu ini ya adikku. Kakak tadi mager meemanggil dirimu dengan menyuruh maid" ucap Nadhifa yang mencari alasan agar sang adik tidak terus mengomel kepadanya
"Ya ya ya, tapi nanti pulang nya belikan aku makanan ya kak" ucap Fandy
"Baiklah, eh ya kalo ada yang nanya kakak sama Frendi dimana. Bilang aja kakak lagi jalan jalan, dan baru pulang nanti bada magrib selesai shalat serta makan malam" ucap Nadhifa
"Siyap kak" ucap Fandy
"Oke, kakak tutup telfonnya ya. Assalamualaikum" ucap Nadhifa
"Iya, waalaikumsalam" jawab Fandy dan sambungan pun terputus
"Kakak pinter banget sih nyari alasan kalo tuh anak udah ngomel ngomel" ucap Frendi
"Ya kayak kamu tidak tau saja gimana kakakmu ini. Udahlah kita jalan jalan yuk" ucap Nadhifa yang diangguki oleh Frendi
Mereka pun kemudian jalan jalan hingga isya
"Kita mampir dulu yuk untuk shalat" ucap Nadhifa yang diangguki oleh sang adik. Mereka pun singgah disebuah masjid untuk menunaikan shalat
Beberapa menit kemudian setelah selesai shalat, mereka langsung pulang ke rumah
Sesampainya di rumah
"Assalamualaikum" ucap mereka berdua
"Waalaikumsalam" jawab mereka semua
"Kamu baru pulang nak, kenapa tadi gak ngajak suamimu" ucap umi nya
"Tadi saya ada urusan penting mi, mangkannya saya tidak bisa mengantarnya hari ini" jawab Saifan
'kenapa dia harus berbohong ke umi' batin Nadhifa
'aku terpaksa berbohong agar umi tidak tau kalo putri nya lagi marah terhadapku. Cukup bang Al saja yang tau. Dan aku juga gak mau kalo sampai dia dimarahin oleh umi' batin Saifan
'aku tau pasti dia terpaksa berbohong kepada umi' batin Al
'Abang Ipar berbohong demi Kakak sungguh hebat' batin Frendi
__ADS_1
"Oh begitu baiklah" jawab uminya
"Bukannya Fandy udah bilang ya ke umi" ucap Nadhifa dengan herannya
"Iya sih, cuma kan umi mau jawab langsung darimu. Tapi bukannya kamu yg menjawab eh malah suami kamu yang menjawab, tapi yasudah lah" ucap uminya
"Kalian mau makan apa nggak nih" sambung uminya
"Nggak deh mi, tadi udah makan dijalan" ucap Nadhifa yang diangguki juga oleh Frendi
"Yasudah, kalian istirahat sana gih" ucap uminya
"Iya mi" jawab mereka berdua
"Kak makananku mana" ucap Fandy saat Nadhifa akan menuju kamarnya dengan disusul oleh sang suami
"Ada dimobil, ambil saja sendiri sana. Kuncinya minta ke Frendi" ucap Nadhifa
"Oke kak, makasih" ucap Fandy yang diangguki oleh sang kakak.
Nadhifa pun lalu pergi menuju kamarnya diikuti sang suami dibelakang nya. Setelah berada dikamar
"Kamu kenapa pulang malem" tanya Saifan
"Bukan urusanmu" ucap Nadhifa dengan ketusnya
"Jangan marah, aku ada hadiah spesial untukmu buatmu sebagai tanda maafku" ucap Saifan lalu memberikan sebuah kotak yang sudah ia siapkan untuk sang istri
"Hadiah apa emangnya" ucap Nadhifa
"Buka saja sendiri" ucap Saifan lalu Nadhifa pun membuka kota tersebut
"Wahhh bagus sekali, makasih" ucap Nadhifa yang reflek memeluk sang suami
"Iya sama sama" ucap Saifan yang membalas pelukan sang istri
"Jadi masih ngambek gak nih" tanya Saifan
"Nggak" jawab Nadhifa
"Kalo dikasih hadiah saja baru deh gak marah lagi, giliran gak dikasih hadiah pasti masih marah tuh" gumam Saifan yang samar samar didengar oleh sang istri
"Kamu bilang apa mas" ucap Nadhifa membuat Saifan terkejut seketika
"E--Eh mas gak bilang apa apa kok" ucap Saifan dengan raut terkejutnya
"Hm baiklah, mungkin aku yang salah dengar" ucap Nadhifa membuat sang suami menghela nafasnya
'huh, untung saja dia tidak mendengarnya. Bisa habis nih kalo sampai dia mendengar yang ku katakan tadi' batin Saifan
"Yasudah, yuk tidur dek" ucap Saifan
"Oke" jawab Nadhifa
Mereka pun kemudian merebahkan dirinya, lalu memjamkan matanya hingga terlelap dalam alam mimpi
.
.
.
.
Skip 3 bulan kemudian
Tak terasa pernikahan mereka sudah memasuki 3 bulan, mereka kini tinggal di apartemen milik Saifan, mereka juga semakin hari semakin mesra saja hingga tiba tiba saja seorang wanita memeluk Saifan yang kebetulan berada didepan apartemennya
"SAYANG" teriak salah seorang wanita lalu memeluk Saifan dengan eratnya kemudian mencium pipi Saifan, membuat Saifan sontak bungkam tak membalas sama sekali. Sedangkan sang istri yang melihat sang suami hanya diam saja saat suaminya dipeluk wanita lain namun ia pun lantas pergi dengan Air mata yang menetes dipipinya
"Kenapa kamu seperti itu mas, kenapa kamu hanya diam saja saat dia memelukmu" ucap Nadhifa yang terus berlari meninggalkan kedua insan tersebut, ia pergi menuju mansion At yang tak jauh dari apartemen sang suami.
Sesampainya ia dimansion At, ia pun langsung masuk ke dalam. Membuat kedua orang yang berada didalam tersebut heran melihat Nadhifa yang menangis, mereka pun lalu mendekati Nadhifa kemudian salah satu dari mereka memeluknya
"Kamu kenapa dek" tanya At sambil membelai kepala Nadhifa namun Nadhifa masih bungkam, ia enggan menjawab pertanyaan At
"Jawab Abang kamu kenapa" tanya At kembali dengan nada lembutnya
"Dia menangis pasti karena ulah suaminya, aku barusan dihubungi oleh orang kepecayaanku, bahwa orang yang dicintai oleh Ifan telah kembali" ucap Al membuat At marah namun ia menyembunyikan kemarahannya tersebut dari sang adik. Sedang Nadhifa yang mendengar penuturan abangnya pun lantas menatap sang Abang
"Apa Abang tau semua tentang wanita itu" tanya Nadhifa yang masih sesengukkan akibat menangis.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Penasaran dengan kelanjutannya. Nantikan dipart selanjutnya ya. Maaf kalo banyak typo. See you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu.