My Husband Is Doctor

My Husband Is Doctor
MHID 17


__ADS_3

"e--em dari wajahnya udah keliatan yah kalo dia itu lemah lembut" ucap saifan


"benarkah, tapi sepertinya nggak tuh" ucap Arfan sambil memincingkan matanya ke arah sang putra


"i--itu menurut feelingku saja yah" ucap saifan yang kembali memberi alasan


"kenapa kau gugup begitu ayah kan hanya sekedar bertanya" ucap Arfan dengan herannya


"n--nggak papa kok yah. yaudah yah aku ke kamar dulu sebab masih ada yang harus ku kerjakan" ucap saifan kemudian pergi dari hadapan sang ayah, sedangkan Arfan yang melihat sang putra begitu hanya geleng geleng kepala saja dibuatnya


"ada apa dengan anak itu gak biasanya gugup jika ditanya" gumam Arfan ia pun kemudian melanjutkan membaca korannya


sedangkan dikamar saifan tengah berbaring sambil menatap langit langit kamarnya


"kenapa aku bisa gugup seperti itu saat ayah bertanya mengenai gadis tersebut" gumam saifan


"dan kenapa juga aku terus memikirkannya dan ya saat aku berada di dekatnya entah kenapa jantungku berdetak dengan sangat kencangnya berbeda sekali saat aku dengan Annisa aku tak merasakan hal itu sama sekali mungkin hanya rasa senang saja saat berada di dekatnya. apa mungkin aku jatuh cinta dengan gadis itu, huh jangan sampai pokoknya aku gak mau kalo Annisa kecewa jika aku berpaling darinya" gumam saifan kembali ia pun kemudian langsung memejamkan matanya, tak lama ia pun terlelap dalam tidurnya


.


.


.

__ADS_1


ditempat lain tepatnya di mall keempat pria sedang mencari keperluan untuk menyamar besok


"woyy apalagi yang kurang nih baju, celana, tas" ucap fauzan


"nah ya alat tulis" ucap farzan


"oh iya, hampir saja lupa yuk dah kita beli itu semua" ucap Fauzan sedangkan Miyaz hanya pasrah saja ditarik oleh saudaranya tersebut menuju tempat penjualan alat tulis


"nah sudah lengkap semua, sekarang kita ke kasir untuk membayar" ucap farzan yang diangguki mereka bertiga, mereka pun membayar belanjaannya. selesai berbelanja mereka langsung pulang menuju mansion milik pamannya alby yang tak lain adalah ayahnya farzan dan Fauzan


sesampainya di mansion


"assalamualaikum" ucap mereka berempat


"waalaikumsalam" jawab orang yang berada di rumah tersebut


"iya bang udah bangun, eh ya ada makanan gak aku laper nih" ucap orang yang tak lain adalah nadhifa adik mereka berempat


"kalo laper kenapa gak minta ke para maid saja dek, ngapain malah nungguin kita pulang" ucap farzan


"aku gak mau makanan bikinan maid, aku maunya makanan yang dibikin bang alby" ucap nadhifa dengan puppy eyes nya


"baiklah, kamu mau makan apa sekarang" ucap alby yang pasrah dengan permintaan nadhifa

__ADS_1


"aku mau nasi goreng seafood saja bang" ucap nadhifa


"oke" jawab alby


"gue sekalian ya bang" ucap Fauzan


"gue juga" ucap farzan


"aku juga bang" ucap Miyaz


"enak aja nyuruh nyuruh, bikin sendiri sana" ucap alby dengan kesalnya


"ya sekalian gitu lho bang, kapan lagi kan kita memakan masakanmu itu" ucap Miyaz


"baiklah baiklah akan aku bikinkan tapi sekali ini doang, lain kali gak mau aku" ucap alby membuat mereka bersorak senang


"makasih bang, memang Abang paling pengertian" ucap Miyaz dengan senangnya yang dibalas deheman oleh alby, alby pun kemudian langsung menuju dapur untuk membuatkan makanan untuk mereka berlima


.


.


.

__ADS_1


.


makasih yg udh baca maaf kalo byk typo see you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu


__ADS_2