
saat sudah berada di uks Azzam pun merebahkan tubuh nadhifa dibrankar
"sini biar saya aja yang mengobatinya" ucap saifan dengan tiba tiba
"nggak perlu, gue bisa ngobatin adik gue sendiri" ucap Azzam
"saya mohon, biarkan saya yang mengobati nya ini sebagai ucapan maaf saya sebab telah menabraknya dua kali" ucap saifan membuat Azzam langsung menatap ke arahnya
"udah bang jangan emosi lagian dia juga gak sengaja nabrak tadi" ucap nadhifa
"tapi kan dhif dia udah membuatmu kesakitan sampai seperti ini gimana gak marah coba, kalo bang alby tau bisa bisa Abang di marahin sebab gak bisa jagain kamu" ucap Azzam
"udah bang lagian aku udah gak papa kok, dan mengenai bang alby, Abang gak usah khawatir biar nanti aku yang akan menjelaskan kepada nya kalo dia bertanya" ucap nadhifa
"huh baiklah" ucap Azzam dengan pasrahnya
"sini saya obatin" ucap saifan namun dihentikan oleh nadhifa
"stop pak" ucap nadhifa
"kenapa apa kamu gak mau saya obatin" ucap saifan
"bukan begitu pak, kita bukan mahram jadi gak boleh bersentuhan" ucap nadhifa
"tenang aja kalo masalah itu saya selalu bawa sarung tangan untuk jaga jaga" ucap saifan kemudian memakai sarung tangan yang selalu ia bawa. setelah ia memakainya ia pun langsung mulai mengobati lutut nadhifa yang terluka namun lagi lagi nadhifa menghentikannya
"maaf ya kalo saya buka untuk mengobati lukanya" ucap saifan
"huh itu auratku pak, masa bapak melihatnya kan gak boleh, mending suruh abangku saja yang mengobatinya" ucap nadhifa
"baiklah" ucap saifan dengan lesunya
__ADS_1
"bang obatin gih dan untuk bapak, bisa keluar sebentar tidak soalnya saya mau diobati dulu" ucap nadhifa
"ok lah" ucap saifan kemudian ia pun keluar dari UKS tersebut sementara Azzam ia menyibak rok adiknya kemudian mengobati lutut sang adik yang terluka akibat terjatuh dikoridor tadi
"nah sudah selesai" ucap Azzam
"cepet banget bang" ucap nadhifa
"ya kan hanya mengobati lutut doang dhif" ucap Azzam
"oh iya ya" ucap nadhifa sambil cengegesan
"eh ya bang telfon bang alby dong suruh kesini" lanjut nadhifa
"ngapain nyuruh bang alby kemari" tanya Azzam
"aku mau pulang capek bang mana sakit lagi ini kakiku" ucap nadhifa
"bang alby gak akan marah selagi ada aku Abang tenang saja gak usah khawatir kalo gak gitu mending aku sendiri aja yang menghubungi bang alby biar Abang gak dimarahi" ucap nadhifa
"baiklah mending kamu aja yang telfon bang alby" ucap Azzam
"oke" ucap nadhifa kemudian mengambil handphone disakunya dan ia pun mendeal nomer alby
"assalamualaikum bang" ucap nadhifa saat sudah tersambung dengan nomer alby
"waalaikumsalam dek ada apa nelfon Abang, apa kamu sakit atau apa gitu" ucap alby dengan khawatir
"aku gak papa bang, Abang jemput dhifa ya disekolah. dhifa mau pulang saja" ucap nadhifa
"baiklah dek Abang akan kesana sekarang" ucap alby
__ADS_1
"jangan lupa izinin ke wali kelas dhifa ya bang" ucap nadhifa
"oke dek, yaudah Abang tutup telfonnya dulu ya assalamualikum" ucap alby
"waalaikumsalam" ucap nadhifa dan sambungan pun terputus, saifan yang mendengar obrolan nadhifa dari luar pun lantas langsung masuk kembali ke ruang UKS tersebut
"apa sudah diobat lukamu" tanya saifan
"sudah pak" ucap nadhifa
"syukurlah kalo begitu" ucap saifan
"bapak boleh pergi dari sini, saya sudah gak papa kok" ucap nadhifa
"apa kamu yakin gak papa" tanya saifan yang memastikan kembali
"iya pak" ucap nadhifa dengan senyumnya
"baiklah saya tinggal dulu ya assalamualikum" ucap saifan kemudian pergi dari ruang uks tersebut
"waalaikumsalam" ucap mereka berdua setelah saifan pergi
.
.
.
.
makasih yg udh baca maaf kalo byk typo see you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu
__ADS_1