My Husband Is Doctor

My Husband Is Doctor
MHID 14


__ADS_3

"udah gak usah ribut Mulu kalian berdua. hm aku ada ide nih zan" ucap alby membuat Farzan mengernyit heran


"bang alby bicara sama siapa sih pake nyebut Zan segala kan aku bingung jadinya" ucap Fauzan kepada alby


"aku berbicara kepada farzan bukan kau Fauzan" ucap alby


"haish, kenapa sih papi dan mami pake acara memberiku nama yang hampir sama dengan bang farzan, kan kalo dipanggil zan jadi bingung itu manggil siapa" gerutu Fauzan


"kau udah dikasih nama bukannya bersyukur malah protes Mulu, kalo mau protes sana ke papi dan mami jangan disini dan daripada kau bingung bingung mikirin nama mending aku kasih saran deh, gimana kalo nama tegahmu yang jadi nama panggilan di keluarga biar gak ketuker gitu saat dipanggil" ucap alby


"baiklah" ucap Fauzan


"nah masalah nama udah kelar kan" ucap alby yang diangguki mereka berdua


"sekarang kita ke mall dulu oke" ucap alby


"ngapain ke mall" ucap Fauzan dengan raut yang bikin orang jengkel saat melihatnya


"ya beli perlengkapan buat besok lah" ucap alby dengan jengkelnya

__ADS_1


"udah tau mau belanja masih saja nanya" cibir Farzan


"mana tau gue kalo mau belanja, ya kan siapa tau gitu ke sana mau main di time Zone" ucap Fauzan


"dikira anak anak apa ya sampai sampai masih main gituan" ucap Farzan


"hei bang permainan itu gak hanya sekedar untuk anak anak saja, orang besar pun juga bisa main kalik" ucap Fauzan membuat farzan langsung memukul kepalanya tersebut


"awww kenapa gue dipukul dibang nanti kepala gue benjol terus gue gak ganteng lagi dan gak ada wanita yang suka sama gue gimana coba" cerocos Fauzan membuat mereka berdua jengah dibuatnya


"banyak omong lo, hm kayak nya Lo harus diperiksa deh" ucap farzan


"diperiksa kenapa bang" ucap Fauzan dengan tampang polosnya


"lha emang kenapa dengan otak gue, perasaan otak gue gak kenapa kenapa deh. ngapain harus diperiksa coba" ucap Fauzan yang masih dengan tampang polosnya


'rasanya pengen gue tabok muka nih anak, benar benar menjengkelkan sekali tampangnya yang sok polos itu' batin Farzan


"udahlah gak usah diladenin nih anak bisa gila Lo kalo ngeladenin dirinya" ucap alby kepada farzan

__ADS_1


"lha bagaimana mungkin gue bisa buat bang Farzan gila" ucap Fauzan


"udah diem Lo, kalo gak diem gue tabok Lo" ucap Farzan dengan galaknya


"dih orang bicara kok disuruh diem" ucap Fauzan yang tak menghiraukan sama sekali ancaman Farzan


"udah by mending kita berangkat saja, lama lama darah tinggi gue ngadepin nih manusia jadi jadian" ucap Farzan kemudian menarik alby menuju mobil yang berada di garasi


"lha gue kok ditinggal" gumam Fauzan


"WOY TUNGGUIN GUE" teriak Fauzan yang langsung berlari mengejar mereka berdua, setelah sampai di depan garasi ia langsung mengatur nafasnya yang ngos ngosan akibat berlari


"huh bentar capek gue habis lari" ucap Fauzan yang masih mengatur nafasnya


"yaelah lari Sono sini aja capek, masih muda juga udah cape capean saja kau ini. kau itu tampang muda tapi jiwa udah tua" cibir Farzan namun sama sekali tidak digubris Fauzan ia malah langsung masuk ke dalam mobil tanpa berucap apapun


.


.

__ADS_1


.


makasih yg udh baca maaf kalo byk typo see you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu


__ADS_2