My Husband Is Doctor

My Husband Is Doctor
MHID 8


__ADS_3

pagi harinya setelah shalat subuh nadhifa pun langsung turun kebawah disana ia melihat uminya yang tengah memasak, ia pun menghampiri uminya tersebut


"assalamualaikum umi" ucap nadhifa membuat uminya menengok ke arahnya


"waalaikumsalam warahmatullah wabarakatu nak" ucap uminya


"masak apa mi" tanya nadhifa


"masa sayur sop nak" ucap uminya


"sini dhifa bantuin mi" ucap nadhifa


"gak usah nak mending kamu siap siap saja ke sekolah lagian ini juga mau selesai kok" ucap uminya


"baiklah mi, tapi aku mau bantuin nyusun makanannya dimeja saja ya" ucap nadhifa


"baiklah nak" ucap uminya, nadhifa pun kemudian menyusun semua makanannya dimeja, setelah tersusun ia pun pamit menuju kamarnya


"mi dhifa mau ke kamar dulu ya siap siap untuk ke sekolah" ucap nadhifa


"iya nak" ucap uminya, kemudian dhifa pun langsung menuju kamarnya


sementara disisi lain seorang pria tengah berada di ruang tamu seusai melaksanakan shalat subuh di masjid dekat rumahnya ia pun tengah mengobrol dengan sang ayah


"qi" ucap ayahnya


"iya yah" ucap Rafqi


"hari ini kamu mengajar di sekolah milik keluarga kita ya" ucap ayahnya

__ADS_1


"lho kenapa mendadak yah, gimana dengan pekerjaanku dirumah sakit kalo aku bekerja di sekolah milik keluarga kita dan aku kan seorang dokter mana bisa jadi guru" ucap Rafqi


"ya mau gimana lagi nak ayah lupa memberi tahu mu kemarin, maklum lah ayah udah tua. mengenai bisa atau tidaknya kan kamu belum mencoba lagian kamu kan pinter matematika kenapa kamu gak ngajar mata pelajaran itu saja" ucap ayahnya


"huh baiklah yah. tapi pekerjaan ku gimana" ucap Rafqi


"kalo masalah itu biar ayah yang akan handle sementara kamu fokus saja untuk pendekatan dengan calon istrimu" ucap ayahnya


"emang namanya siapa yah dan kelas berapa dia" tanya Rafqi


"namanya Nadhifa Afshen Meysha Farabi kelas 12 IPA 3" ucap ayahnya


"bagaimana ayah bisa tau jurusan yang ia ambil" tanya Rafqi


"kamu kayak nggak tau saja ayahmu ini gimana" ucap ayahnya sambil terkekeh


"ya dah aku tau" ucap Rafqi


"dia udah besar bukan anak kecil Rafqi. hm ayah menjodohkanmu dengannya sebab perjanjian ayah dan sahabat ayah dulu" ucap ayahnya


"terserah ayah lah. tapi kenapa harus aku yang dijodohkan" ucap Rafqi


"sebab anak sahabat ayah kan cewek kalo pun cowok ya udah ayah jodohin sama adik kamu. tapi saudara calon istrimu kan cowok semua ya, bisa nih kalo dijodohin dengan salah satu adikmu" ucap ayahnya


"huh masa iya cowok semua saudaranya" ucap Rafqi yang masih tidak percaya


"iya memang cowok semua pertama ALBY RADEYA FARABI, kedua MIYAZ SHARIQ FARABI, ketiga ATTHAFARIZ HIZAM OKTARIAN FARABI, keempat AZZAM ARDHANI FARABI, kelima FRENDI RIFALE FARABI, keenam FANDY RIFALE FARABI mereka berdua ini saudara kembar dan yang terakhir ARRAVI ALHANAN FARABI" ucap ayahnya


"banyak bener yah" ucap rafqi dengan takjubnya

__ADS_1


"ya begitulah. dia punya tiga Abang serta tiga adik cowok tak lupa juga sepupunya yang sangat menyayanginya seperti saudaranya sendiri" ucap ayahnya


"tau darimana ayah mengenai hal itu" tanya Rafqi


"tanya lagi yang begituan" ucap ayahnya dengan malas


"ya ya aku tau yang ayah maksud. yaudah aku pamit dulu mau kerja oke" ucap rafqi


"oke, sarapan dulu sana sebelum berangkat" ucap ayahnya


"siyap yah" ucap Rafqi kemudian ia pun menuju meja makan untuk sarapan setelah nya ia pamit kepada bundanya juga ayahnya


"Bun, yah aku pamit dulu ya" ucap rafqi


"iya nak" ucap mereka berdua


"assalamualaikum" ucap Rafqi kemudian mencium tangan kedua orang tuanya


"waalaikumsalam" ucap mereka berdua setelah Rafqi pergi


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


makasih yg udh baca maaf kalo byk typo see you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu


__ADS_2