
keesokan harinya selesai shalat subuh nadhifa pun di-make up i sebelum akad, bertepatan dengan itu seseorang pun masuk
"assalamualaikum" ucap orang tersebut
"waalaikumsalam" ucap mereka semua yang berada di kamar
"apa sudah selesai mbak" tanya orang tersebut
"habis ini selesai Bu" ucap mbak perias Tersebut
"baiklah, saya tinggal dulu ya" jawab orang tersebut kemudian pergi dari kamar nadhifa
beberapa saat kemudian nadhifa pun selesai di make up i dan entah kebetulan atau gimana tiba tiba saja seseorang masuk setelah akad selesai dilantunkan dibawah
"assalamualaikum zaujati" ucap orang tersebut
"waalaikumsalam, apa kamu orang yang dijodohkan denganku" ucap nadhifa, orang tersebut yang tak lain adalah suami dari nadhifa, ia pun mendekat ke arah nadhifa kemudian membacakan doa tepat di ubun ubun sang istri, selesai mendoakan nadhifa langsung meraih tangan sang suami kemudian menciumnya, setelah melakukan hal itu ia menjawab pernyataan dari nadhifa
"iya aku orang yang dijodohkan denganmu, dan sekarang aku sudah menjadi suamimu dan kau sudah menjadi istriku" ucap sang suami
"yaudah ayok ke bawah, yang lain sudah menunggu" sambung sang suami
"iya mas" jawab nadhifa sambil menunduk
"jangan menunduk gitu nanti kalo tiba tiba nabrak orang gimana" ucap suaminya membuat nadhifa langsung mendongkak seraya menjawab pernyataan sang suami
__ADS_1
"iya mas" jawab nadhifa yang tak lagi menunduk
'apa tak ada jawaban lain gitu selain kata iya' batin suaminya
mereka pun langsung turun ke bawah, sesampainya dibawah
"wah pengantin baru kenapa baru turun, udah ditungguin para tamu lho dari tadi" ucap seorang wanita paru baya
"maaf Bun" ucap sang suami tanpa menjelaskan kepada wanita paru baya itu
'tak perlu menjelaskan panjang lebar, toh buat apa juga dijelaskan' batin sang suami
'gak perlu dijelaskan lebih baik, orang nggak terlalu penting juga kan ya' batin nadhifa
"yaudah sekarang kalian tanda tangan buku nikahnya" ucap pak penghulu yang diangguki mereka berdua, selesai menandatangani
"dilanjut dengan memasangkan cincin ke jari pasangan nya" ucap seorang wanita paru baya dan mereka pun mengangguk kembali
.
.
.
skip
__ADS_1
.
.
selesai akad juga resepsinya mereka langsung menuju kamar milik nadhifa yang sekarang juga akan menjadi kamar mereka berdua
"em mas" ucap nadhifa membuat suaminya langsung menengok ke arahnya
"hm" gumam sang suami dengan raut datarnya
'kenapa dia dingin banget sih, perasaan tadi nggak gitu deh. aneh nih orang memang sikapnya bisa berubah dalam sekejap' batin nadhifa
"mas yang mandi dulu atau aku" ucap nadhifa sambil menatap ke arah sang suami
"kamu saja dulu" ucap suaminya yang masih dengan raut datarnya
"baiklah" jawab nadhifa, kemudian pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sedangkan suaminya
'maafkan aku karena bersikap dingin terhadapmu, dan maaf jika sikapku menyakitimu. kau adalah gadis yang baik tapi aku tak mecintaimu, aku masih mengharapkan dia kembali ke sisiku dan disaat itu terjadi aku akan menceraikanmu karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah mencintai mu' batin sang suami
.
.
.
__ADS_1
makasih yg udah baca, maaf kalo banyak typo dan maaf juga baru update. jujur akhir akhir ini gak mood banget ngetik ceritanya, maaf ya membuat para pembaca menunggu lama update an cerita ini. saya gk bisa janji utk selalu update, kadang nggak mood soalnya, sekali lagi maaf ya. segitu saya yang saya sampaikan jgn lupa vote, comment dan follow ya agar saya semangat melanjutkannya. see you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu.