My Husband Is Doctor

My Husband Is Doctor
MHID 26


__ADS_3

sesampainya di mall nadhifa pun langsung menarik tangan Saifan menuju ke sebuah toko buku. sedang Saifan yang ditarik pun deg deg kan dibuatnya


'kenapa tiba tiba deg deg kan gini, setelah gugup tadi. sial jangan sampai aku jatuh cinta dengannya nanti gimana dengan perasaan Annisa coba kalo sampai aku jatuh cinta dengan dia' batin Saifan


'hahahaha kau tak akan bisa mengelak mas. aku tau kau mulai ada rasa denganku, terbukti kau selalu gugup saat tanganmu ku pegang, dari ekspresimu sudah keliatan sekali' batin Nadhifa


setelah berada di toko buku, nadhifa pun langsung memilih beberapa buku novel yang menurut nya menarik


"wow sepertinya sangat menarik nih novel Gus Alfian, Menyesal sama Airmata Cinta serta cinta dalam diam" ucap nadhifa lalu mengambil ketiga novel tersebut


"kenapa banyak sekali novel yang kamu beli itu" ucap Saifan saat melihat beberapa novel yang dipegang oleh sang istri


"nggak banyak kok, hanya empat saja. lagian juga aku beli pake uangku sendiri bukan uang mas" ucap nadhifa yang seperti menyindir sang suami


'dia mau menyindirku apa gimana, kenapa bicara begitu coba' batin Saifan


"udah biar mas saja yang akan bayar semua buku yang kamu beli itu" ucap Saifan secara tiba tiba


"gak perlu kalo gak ikhlas" ucap nadhifa dengan ketusnya lalu pergi menuju kasir untuk membayar semua novel tersebut. Saifan yang melihat keketusan istrinya pun hanya menghela nafasnya


'ada apa lagi dengan gadis itu, kenapa sifatnya selalu berubah ubah. pusing aku lama lama' batin Saifan

__ADS_1


ia pun lalu menghampiri sang istri, ia pun kemudian menyerahkan uangnya kepada mbak kasir tersebut


"mbak ini pake uang saya saja" ucap Saifan


"nggak usah mbak, pake uang saya saja" ucap nadhifa sambil menatap sinis sang suami


"uang saya saja mbak, jangan dengerin istri saya dia lagi ngambek sama saya. mangkannya begitu" ucap Saifan membuat nadhifa melotot ke arahnya


'Whatt!!! sejak kapan dia mengakui ku sebagai istrinya, kemarin kemana aja sih dia itu. dan apa tadi dia bilang aku ngambek sama dia, idih apaan coba orang gak ngambek juga' batin Nadhifa


"baik pak" ucap mbak kasir tersebut lalu mengambil uang yang sudah diberikan oleh Saifan


"sudah ayo pergi, ngapain bengong" ucap Saifan lalu menarik tangan Nadhifa, sedangkan Nadhifa yang tangannya ditarik pun sontak langsung melepaskan nya


"lho kenapa, kan kita udah nikah jadi gak masalah dong orang udah halal juga mau ngapain aja bebas termasuk minta hakku ya kan" ucap Saifan yang menggoda Nadhifa, membuat Nadhifa memutar bola matanya malas


'kenapa aku jadi tiba tiba menggodanya begini, ini bukanlah diriku yang santai sekali saat menggoda. dengan Annisa saja aku tak pernah begini tapi kenapa dengan dia berbeda' batin Saifan


"nggak usah banyak bicara mas, udahlah pulang saja kesel aku sama kamu. tau gitu mending aku ajak saja bang Al atau Frendi saja" ucap nadhifa dengan raut kesalnya


'kenapa dia sangat lucu kalo kesal gitu' batin Saifan

__ADS_1


'huh kenapa malah aku mikir dia lucu sih' batin Saifan


"kamu imut" ucap Saifan dengan spontan nya membuat Nadhifa mengernyit


'kesambet apa nih cowok sampai sampai bilang aku imut' batin Nadhifa


'haduh kenapa aku malah bicara gitu coba, nanti dia berfikir macam macam gimana' batin Saifan


"kamu sehat mas" ucap Nadhifa membuat Saifan melonggo seketika


'lha kenapa dia bicara begitu, apa dia ngira aku gak waras begitu' batin Saifan


"sehat lah" jawab Saifan


"kalo sehat kenapa bilang begitu. apa kamu kerasukan jin di mall ini apa gimana" tanya Nadhifa dengan raut polosnya membuat Saifan kembali melongo dibuatnya


.


.


.

__ADS_1


.


Makasih yg udah baca maaf kalo banyak typo. jangan lupa vote, comment, like and follow guys. see you next part ya assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.


__ADS_2