
**Boncap 21
Cerita ini menuju Bab akhir jadi maaf membuat kalian kecewa...
Happy reading**!!
•••••••••••••
Makan malam selesai Brian duduk di meja ruang tamu bersama andra dan nita tentunya,brian mengatakan sesuatu yang penting kepada mereka berdua.
" Nita.. andra.. malam ini ayah meminta maaf karna selama ini terus mengerjai kamu andra,ayah mau tanya apa kau benar - benar mencintai anita ? " tanya brian sungguh - sungguh,suasana yang tadinya biasa - biasa saja akhirnya berubah menjadi serius.
" Andra serius Om,andra juga sangat - sangat - sangat mencinta nita " jawab andra mantap.
" Kalau begitu besok datanglah kemari bersama kedua orang tuamu,aku ingin mereka melamar putriku " andra yang mendengar brian berbicara terkejut sekaligus bahagia,akhirnya camernya itu mau menerimanya sebagai menantunya.
" Baik Om besok siang mama dan papa akan andra ajak kemari,dan besok kau tidak usah datang dulu ke kantor Ta biar pekerjaan besok di hendel oleh Rio " ujar andra sambil tersenyum senang,dan anita pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Nita juga tak kalah gembira dengan keputusan ayahnya,Ia segera memeluk ayahnya dan mencimnya berkali - kali.
" Trimakasih ayah " ucap nita
" Iya sayang,ayah mencintaimu " jawab brian
" Aku juga sangat mencintai ayah " ucap nita kembali.
__ADS_1
" Dan aku ? " tanya andra.
" Iya sayang aku juga mencintaimu " jawab nita dan akhirnya mereka bertiga saling berpelukan.
****
Andra saat ini sudah pulang ke rumahnya,saat dia baru datang sampai sekarang belum pergi ke kamarnya dia masih terdiam di ruang tamu rumahnya.
Papanya yang melihat andra menghampiri anaknya tersebut.
" Sedang apa kau di sana ? " tanya andi.
" Pa andra grogi andra juga takut pa " ujar andra.
" Kamu kenapa ndra ? " tanya andi.
Karna andra hanya diam,Papanya makin panik kemudian berteriak memanggil nisa yang sedang berada di kamarnya.
Karna suara andi yang sangat keras hingga membuat kedua adik andra juga keluar dari kamar mereka,mereka semua berlari menghampiri andi yang terus memanggil Istrinya.
" Iya iya ada apa sih pa malam - malam gini berteriak - teriak malu di dengar tetangga " jawab anisa.
" Iya ada apa sih pa,heboh banget " dini dan dita gak kalah hebohnya bertanya.
" Lihatlah kakakmu apa yang terjadi padanya " andi masih melihat andra yang diam mematung sambil mata terpejam menahan tawanya.
__ADS_1
" Kamu kenapa ndra kenapa muka kamu tegang seperti ini,apa kamu sakit. Pa cepat periksa kesehatan anak kita!!?? " perintah anisa yang tak kalah paniknya.
" Kak minum dulu biar tenang habis itu bicara dan ceriat sama kami apa yang sebenarnya terjadi " ujar dini sambil memberikan air minum kepada andra.
" Pa.. Ma.. Din.. Dit... aku gak bisa menahan perasaan ini sendiri " andra akhirnya membuka suara.
" Apa yang terjadi Nak,cerita ya ?" anisa memeluk tubuh andra sejenak dan melepaskannya kembali sambil terus menatap andra.
" Andra.. andra.. bingung mulai dari mana " jawab andra.
" Jangan bikin kami tegang begini ndra,cepat katakan kamu kenapa " Andi begitu sangat marah melihat andra yang tak kunjung menjawab pertanyaan mereka.
" Andra di terima menjadi menantu Tuan Brian Ma " andra tertawa bahagia,sedangkan mereka ber empat yang melihat andra masih bingung dengan perkataan andra.
" Maksut kamu ?? " tanya anisa semakin bingung.
" Iya ma lamaran andra di terima sama ayahnya nita,dan besok kalian semua datang ke sana untuk lebih jelasnya " mendengar itu semua orang yang berada di ruangan itu sangat bahagia,mereka saling berpelukan satu sama lain.
" Selamat sayang,akhirnya dalam waktu dekat kamu akan melepas masa lajangmu " jawab andi.
" Besok mama dan papa akan melamar nita secara resmi " jawab anisa memeluk dan menciumi anaknya berkali - kali.
Setelah mengetahui berita baik itu mereka memutuskan untuk pergi beristirahat,andra tidak bisa memejamkan matanya walaupun malam semakin larut.
Dia tidak bisa membayangkan betapa bahagianya besok,sedangkan di kamar lain anisa tidak bisa tidur juga karna dia sibuk menelpon seseorang untuk menyiapkan segala sesuatu yang akan di bawa ke rumah anita besok siang. Anisa juga tak lupa memberi tahu Mama dan Papa mertuanya untuk ikut di acara lamaran tersebut.
__ADS_1