
setelah berada di ruang tamu mereka pun mengobrol
'kebetulan bang alby disini, jadi aku besok tak perlu pergi ke rumahnya. aku akan membicarakannya mengenai kepergianku' batin nadhifa
"dek gimana kamu disekolah, apa kamu digangguin sama anak baru itu" tanya alby dengan tiba tiba membuat saifan yang berada di sebelahnya mengernyit bingung
'siapa anak baru yang menganggu istriku. cih istri, dia bukan istri sesungguhnya. yang berhak atas itu hanyalah dia yang entah sekarang sudah meraih impiannya apa belum. dan ya sampai kapanpun aku gak akan pernah mencintai wanita yang statusnya menjadi istriku sekarang' batin saifan
"siapa yang Abang maksud" tanya nadhifa dengan herannya
"itu lho yang diceritain Azzam waktu itu" ucap alby
"oh si Diaz yang Abang maksud" ucap nadhifa
"hahaha sepertinya dia tertarik padamu dek" ucap Azzam
"mana mungkin lah, dan sampai kapan pun juga aku gak akan mencintai pria lain" ucap nadhifa
"kamu pasti setia kan ya sama suamimu itu" ucap Azzam membuat nadhifa terdiam seketika
'aku bisa saja untuk tetap disampingnya bang, tapi aku lebih baik mengalah jika memang dia tidak menginginkan diriku sebagai istrinya. aku tinggal menunggu waktu untuk pergi dari sisinya untuk selamanya jika perlu maut saja yang memisahkan ku dengan dirinya' batin nadhifa
__ADS_1
"dek, kenapa malah melamun" tanya Alby membuat nadhifa tersadar seketika
"e--eh nggak papa kok bang. aku lagi mikirin tugas aja" ucap nadhifa yang terpaksa berbohong kepada abangnya tersebut
'maaf bang jika aku berbohong kepadamu' batin nadhifa
'bukannya gak ada tugas ya dari sekolah. kenapa dhifa berbohong, apa dia ada sesuatu yang disembunyikan' batin azzam
"beneran, gak lagi bohong kan sama Abang" ucap Alby yang tak percaya dengan apa yang dikatakan sang adik
"huh, aku mau bicara hal penting dengan Abang. tapi tidak disini" ucap nadhifa yang menyerah, ia tak akan bisa membohongi abangnya tersebut sampai kapan pun
'emang penting banget gitu sampai harus dibicarain berdua' batin saifan
'aku harus izin dulu kepada suamiku, biar bagaimanapun dia bersikap, tetap aku harus menghormatinya hingga waktu perpisahan itu tiba' batin nadhifa
"mas aku pamit, mau bicara dulu dengan bang alby ya" ucap nadhifa yang meminta izin kepada sang suami
"iya" jawab saifan
"mi, bi aku tinggal bentar ya. mau ngobrol hal penting sama Abang" ucap nadhifa kepada kedua orang tuanya yang langsung diangguki oleh mereka
__ADS_1
nadhifa pun kemudian langsung pergi bersama alby menuju ruang biasanya, sesampainya di ruangan tersebut
"kamu mau bicara apa sama Abang" tanya alby yang langsung ke inti nya
"aku mau pergi bang" ucap nadhifa membuat alby mengernyit
"mau pergi kemana kamu sama suami kamu" ucap alby
"bukan dengan suamiku tapi aku sendiri" ucap nadhifa
"ada masalah apa sampai kamu memutuskan pergi, jika ada masalah coba bicarain baik baik dengan suamimu. lagian kalian kan baru nikah masa udah berantem aja" ucap alby Yang masih heran
"masalahnya dia tak menginginkanku bang, dia akan menceraikan diriku saat orang yang dicintainya itu kembali. jika sudah seperti itu aku harus apa selain pergi meninggalkannya" ucap nadhifa sambil menangis, membuat abangnya tersebut langsung memeluk dirinya
.
.
.
.
__ADS_1
.
makasih yg udh baca maaf kalo byk typo see you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu