My Husband Is Doctor

My Husband Is Doctor
Mangsa


__ADS_3

Ketika aulia berlari terlihat sebuah topi hitam yang terjatuh,diambilnya topi tersebut dan menyimpannya dalam tas miliknya.


Aulia segera mengabari papa andra tentang penculikan anaknya,dan tak lupa mengabari ibu anisa beserta mama heni.


Aulia yang panik dan ketakutan langsung berlari pulang ke rumah,ternyata di rumah dia menemui pak ramon yang kebetulan berada di rumah dia menceritakan kejadian penculikan andra yang baru saja terjadi.


" Tuan ma maafkan saya,saya telah teledor tidak bisa menjaga den andra dengan baik " dia berkata sambil ngos - ngosan dan nafas yang tersengal - sengal.


" Ada apa dengan cucuku lia ? " tanya papa ramon sambil melotot dan memandang dengan tatapan tajam kepada aulia.


" Anu itu tuan em em den andra itu tuan " tiba - tiba mulutnya susah berbicara karna terlalu panik.


" Kenapa ada apa aulia bicara yang jelas,ambil nafas dan hembuskan perlahan lalu cepat katakan apa yang terjadi dengan cucuku " ucap papa ramon yang tak kalah panik.


" Huft " aulia membuang kasar nafasnya


" Den andra di culik tuan " jawab aulia cepat setelah di rasa sudah tenang.


" Masya Allah kenapa bisa terjadi,kenapa kau sangat teledor lia " ucap papa remon marah.


Saat semua isi rumah di buat gempar oleh berita di culiknya andra tiba - tiba terdengar suara mobil andi dan di susul oleh mobil nisa dan toni.


" Bagaimana ini pi anak kita bagaimana ? tanya nisa kepada suaminya sambil memeluk dan meneteskan air matanya.

__ADS_1


" Sabar sayang kita cari andra pelan - pelan ya jangan panik " jawab andi sambil mengelus punggung istrinya.


" Pak saya menemukan ini di tempat kejadian,sepertinya ini topi milik penculiknya " aulia memberikan topi tersebut kepada andi.


Andi memeriksa topi tersebut dan melihat ada sebuah nomor di balik topi tersebut Jefe +144XXXXX.


" Om lihat ini !! " andi menyerahkan topi tersebut kepada om toni.


" Sepertinya saya tau apa arti nama " JEFE " ini non !! " ucap toni kepada nisa.


" Apa artinya om ? " tanya nisa dengan melototkan matanya.


" JEFE adalah Bos dalam bahasa Prancis " ucap toni dengan tegang.


" Sepertinya seperti itu non " jawab toni.


" Tapi kira - kira siapa orang itu om,bahkan saya tak pernah mempunyai musuh apa pun Kewarganegaraannya " ucap nisa bimbang.


" Kita pasti akan segera mengetahuinya non,sabar ya. Kalau begitu saya akan mencarinya segera nona " toni mengundurkan diri dan pergi dari rumah kediaman andi.


Mereka semua terlihat gelisah,apalagi aulia dan mama heni mereka berdua terlihat begitu terpukul atas penculikan ini.


Melihat kesedihan keluarganya andi bergegas melapor ke polisi karna penculikan itu sudah memakan waktu dua puluh empat jam,sesuai ketentuan kepolisian.

__ADS_1


Tak berselang lama setelah kepergian andi dari kantor polisi seorang laki - laki menelpon nisa.


" Selamat siang ibu anissa yang terhormat bisakah kita bertemu siang ini juga " ucap penelpon tersebut.


" Maaf ini siapa ya ? " tanya nisa.


" Saya clien anda Muhammad Mundzir Al Faqih,saya akan membicarakan tentang kelangsungan kerja sama kita. Bagaimana apa ibu bersedia ? " tanya faqih dengan tersenyum licik.


" Apa maksutnya pak ? " tanya nisa heran.


" Saya tau perusahaan anda mengalami kemunduran,apa bila terus menerus seperti itu di pastikan perusahaan anda akan tinggal nama,hahahaha... " suara tertawa penuh penekanan dari seorang faqih di sebrang sana.


" Apa anda yakin dengan keputusan anda,dan apa yang akan saya peroleh dari kerja sama ini ? " tanya nisa geram.


" Saya akan kembali menanam modal yang besar ke perusahaan anda,dan saya akan menyuruh orang - orang saya kembali menanam modalnya kembali " ucap faqih licik.


" Berarti selama ini rencanamu tuan,apa yang sebenarnya kau minta dari ku ? " tanya nisa yang mulai tersulut emosi.


" Ini persaingan bisnis nona dan tidak ada maksut yang lainnya " jawab Faqih.


" Baik kita bisa bertemu di mana ? " tanya nisa.


" Nanti saya kirim pesan kepada anda " jawab faqih dengan tersenyum senang,dia merasa senang mempermainkan mangsanya.

__ADS_1


__ADS_2