My Husband Is Doctor

My Husband Is Doctor
Extra Bab MHID Memuji


__ADS_3

Boncap 5


**Malam All,maaf updatenya lama karna lagi ada kerjaan yang menyita waktuku.


Maaf kalau cerita haluku agak aneh ya,tapi biarlah suka - suka yang komentar aja...


Aku minta dukungannya ya agar novelku naik level,terimakasih. Happy reading** !!


******


Kantor


Hari ini anita di sibukkan dengan mengikuti meeting di salah satu restoral berbintang di kota tersebut,saat andra sedang melakukan persentasi maka anita akan mencatat semua poin penting dalam meeting tersebut.


Dia sungguh cekatan dalam bekerja sampai asisten andra pun mengakui kecerdasan sekretaris tersebut,bahkan saat makan siang berlangsung pun ada meeting dadakan dengan klien pun hanya membaca visi dan misi tentang rapat pun dia bisa melakukan persentasi yang bagus di depan semua orang. Dia sungguh profesional.


Seharian ini ada beberapa proyek yang di setujui oleh klien dan itu juga berkat kerja keras dan kecerdasan anita.

__ADS_1


Karna keberhasilan itu andra dan rio mengajak anita untuk makan malam bersama di sebuah restoran yang sering di kunjungi oleh orang - orang bonafit lainnya.


" Malam ini makanlah yang kenyang,karna aku akan menraktir kalian berdua " ucap andra sambil memasukkan sepotong daging steak ke dalam mulutnya.


" Baik Pak " jawab anita dan rio bersama.


Acara makan malam pun selesai tak lupa andra mengantar anita pulang ke rumahnya,di dalam mobil hanya hening dan deru mesin mobil yang sedang menyala.


" Em,di mana kamu tinggal nit aku akan mengantarmu " tanya andra sambil terus fokus menyetir.


" Rumahku di kampung belakang Bar Dhogado Pak " jawabnya gugup.


" Sudah dari kecil Pak,tepatnya mungkin sebelum saya lahir " jawab anita.


" Em,ada yang ingin aku tanyakan kepadamu nit,apa kita dulu pernah bertemu ? " tanya andra masih penasaran.


" Kenapa Bapak tanya tentang itu lagi ? " tanya anita heran,bahkan dia juga tidak ingat pernah bertemu andra waktu kecil.

__ADS_1


" Nggak sepertinya aku salah orang,jangan di fikirkan lagi nit " elah andra,tapi dia seperti mengenalnya. Bahkan tatapan mata itu seperti pernah melihatnya tapi andra lupa di mana.


Dia bersumpah apa bila bertemu dengan gadis kecil itu kembali,dia akan berjanji untuk selalu menjaganya.


Tak berapa lama mobil andra sudah sampai di depan rumah anita,terlihat ayah anita menunggunya di teras depan rumah.


Saat ayah anita melihat ada mobil berhenti di depan rumah,seketika dia mengangkat kakinya untuk menghampiri mobil tersebut. Dia yakin bahwa di dalam mobil tersebut adalah anaknya.


" Nita .. " ucap ayah Brian dengan suara seraknya khas orang terkena penyakit TBC.


Anita yang baru saja turun dari mobil terkejut melihat ayahnya menghampirinya, " Ayah ini sudah malam kenapa di luar,nanti batuk ayah makin parah " ucap anita sambil memegang lengan ayahnya.


Andra yang melihat ayah dan anak sangat terharu,dia ikut turun dari mobilnya dan menghampiri anita dan ayahnya.


" Pak,kenalkan saya bos anita. Saya mengantarnya pulang karna tadi saya mengajaknya makan dulu " ucap andra sambil mengulurkan tangannya dan di jabat oleh ayah nita.


" Trima kasih Tuan,kalau tidak keberatan mampirlah ke gubuk reot kami ini,hanya untuk sekedar meminum teh " pinta Brian kepada andra.

__ADS_1


" Lain kali saja Pak,karna sudah malam saya ingin agar nita cepat istirahat dan besok bisa bangun pagi untuk bekerja " ucap andra sopan.


Akhirnya dia berpamitan untuk pulang kepada brian ayah anita,sambil menuntun ayahnya masuk ke dalam rumah brian selalu menanyakan tentang andra. Katanya bosnya gantenglah,sopanlah,baiklah,ayahnya selalu memujinya,namun anitatidak begitu menanggapi perkataan ayahnya. Baginya sekarang adalah ia harus bekerja dengan baik agar bisa membiayai pengobatan ayahnya.


__ADS_2