My Husband Is Doctor

My Husband Is Doctor
MHID 35


__ADS_3

Setelah mengambil makanan juga minuman, Nadhifa pun kembali ke atas lebih tepatnya dikamarnya. setelah berada dikamar, ia melihat sang suami tengah duduk di sofa


"Dek" ucap Saifan membuat Nadhifa menengok ke arah sang suami setelah ia meletakkan makanan dan minumannya dimeja


"Kenapa mas" tanya Nadhifa lalu menghampiri sang suami


"Besok mas tinggal pergi ya. mas gak lama kok hanya sebentar, mas pergi karena ada urusan dengan teman. Kamu gak papa kan kalo mas tinggal dirumah" ucap Saifan


'tumben bilang bilang ke aku kalo mau pergi' batin Nadhifa


"Oh gak papa kok. Lagian di rumah ini kan banyak orang, jadi ya gak mungkin juga membuatku kesepian meskipun kamu tinggal. eh ya aku izin juga ya besok ke mansion Abang" ucap Nadhifa


'meskipun masih belum pasti perasaanku ini. Tetap saja aku harus izin kepadanya jika ingin pergi, rasanya gak ada etika kalo gak izin sama suami' batin Nadhifa


"Iya dek" jawab Saifan. Ia mengira bahwa Nadhifa ke rumah Alby atau Miyaz


"Kamu pergi sama siapa saat ke rumah Abangmu" tanya Saifan kepada sang istri


"Aku kesana dijemput bang Al langsung" ucap Nadhifa


"Hm Baiklah kalo begitu" jawab Saifan


"Yasudah tidur gih nanti saat waktunya makan malam mas bangunkan" sambung Saifan


"Ih kenapa disuruh tidur terus sih, tadi aku kan udah bilang kalo tidak ingin tidur" ucap Nadhifa dengan raut kesalnya


"Kalo kamu tidak ingin tidur terus kamu ngapain" tanya Saifan


"Hm aku mau ngegame saja lah. Mas juga harus dowload game yang sama denganku nanti. Setelah dowload kita battle oke" ucap Nadhifa membuat Saifan mengernyit


"Emang kamu akan dowload game apa sih sampai sampai ngajakin mas battle segala" tanya Saifan dengan raut penasaran nya


"Adalah nanti aku beritahu. Sekarang antar aku ke mall mas aku ingin beli handphone" ucap Nadhifa


"Lho bukannya tadi kita udah keluar ya, kenapa gak sekalian aja beli handphone tadi" ucap Saifan dengan herannya


'lama lama nih cowok bikin kesel ya. Tinggal bilang kalo gak mau nganter gitu aja kok ya repot' batin Nadhifa

__ADS_1


"Bilang aja gak mau nganter" ucap Nadhifa dengan ketusnya, lalu ia pun pergi meninggalkan sang suami menuju lantai bawah


"Lho dek, mas gak ada maksud gitu" teriak Saifan lalu mengejar sang istri yang tengah menuju lantai bawah. Sesampainya dilantai bawah ia melihat sang istri tengah berbicara dengan sang adik


"Ndi, Anterin kakak ke mall dong. Nanti kakak belikan apapun yang kamu mau" ucap Nadhifa kepada sang adik


"Beneran gak bohong kan kak" ucap Frendi yang memastikan ucapan sang kakak


"Iya beneran" ucap Nadhifa


"Dek" panggil Saifan kepada Nadhifa, membuat Nadhifa sontak langsung menampilkan ekspresi juteknya


"Kenapa" tanya Nadhifa dengan juteknya


"Ayo mas aja yang anterin, kasian kan adik kamu nanti kerepotan" ucap Saifan dengan lembutnya


"Gak perlu, udah yuk fren anterin kakak" ucap Nadhifa lalu menarik tangan sang adik menuju mobilnya. Setelah berada dimobil


"Cepet jalan" ucap Nadhifa


"JALAN" ucap Nadhifa dengan menekankan perkataanya, membuat sang adik sontak mengangguk patuh, ia pun menjalankan mobilnya menuju mall sesuai perintah sang kakak


"Ndi, Besok kamu mau ikut gak ke rumah bang At" ucap Nadhifa


"Lho bang At pulang kak besok" tanya Frendi dengan raut terkejutnya


"Iya dia pulang, sebenernya sih kakak tidak dibolehin bang Al memberitahu sama siapapun mengenai hal ini. Sebab nanti akan jadi surprise, tapi kakak kan hanya memberitahu mu jadi sepertinya gak masalah lha ya. Kamu jangan memberi tahu siapapun ya kalo bang At pulang ke tanah air" ucap Nadhifa kepada Frendi


"Baiklah kak aku tidak akan memberitahu siapapun" ucap Frendi


"Besok aku ikut ya. Aku mau ketemu bang At" sambung Frendi


"Iya besok kakak ajak kamu kesana" ucap Nadhifa. Dan Frendi pun kembali fokus menyetir


Sedang dikediaman Farabi, Saifan tengah berdiam diri


"Bagaimana ini, dia kayaknya marah kepada diriku" gumam Saifan

__ADS_1


Ia masih saja berdiam sambil memikirkan istrinya yang tengah marah kepadanya. Hingga tiba tiba saja seseorang menepuk bahunya dari belakang, hal itu membuatnya seketika menengok ke arah orang tersebut


"Kenapa kamu melamun disini" tanya Orang itu


"E--Eh bang Al" ucap Saifan


"Aku lagi memikirkan adik Abang yang marah kepadaku" sambung Saifan


"Sabar saja, dhifa emang begitu orangnya. Mudah sekali ngambek. Kamu bujuk dia dengan memberikan apa gitu yang sekiranya disukai nya" ucap orang yang tak lain adalah Alby kakak dari Nadhifa


"Hm, apa ya bang enaknya. Aku bingung ini mau memberikan apa untuk istriku" ucap Saifan sambil berfikir


"Kamu berikan saja dia boneka. Sebab dia itu suka banget ngoleksi barang itu" ucap Alby


"Em, kalo aku belikan boneka nanti dibuang lagi bang sama dia" ucap Saifan dengan ragunya


"Gak perlu khawatir gitu, pasti gak dibuang kok. Abang tau gimana Nadhifa itu, dia sangat menghargai pemberian orang lain. Buktinya saja dulu orang yang mencintai dirinya memberikan sebuah barang, nah barang itu disimpen tuh sama dia. Meskipun tidak dipakai sih" ucap Alby yang memans manasi adik iparnya tersebut


'hahaha maaf adik ipar kamu kena prank, sebenarnya Nadhifa tidak mendapat barang apapun dari nya' batin Alby


'kenapa aku tidak suka gini saat mendengar istriku menyimpan barang pemberian pria lain' batin Saifan


"Benarkah, emang barang apa bang" ucap Saifan yang seakan tak mempercayai apa yang dikatakan oleh kakak iparnya tersebut


"Hm barang yang diberikan ialah......


.


.


.


.


.


Penasaran dengan kelanjutannya. Tunggu dipart berikutnya ya, makasih yang udah baca. Maaf kalo banyak typo. See you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu.

__ADS_1


__ADS_2