
" Sama sama mas" ucap Nadhifa
'tumben mas Ifan manggilnya sayang sekarang biasanya saja manggilnya dek' batin Nadhifa
"Kamu lagi memikirkam apa yank" tanya Saifan
"Aku lagi mikir, kenapa tiba tiba mas memanggilku sayang bukan dek lagi" ucap Nadhifa
"Ya kan lebih enak manggil begitu daripada manggil dek. Emang kenapa kamu nanya gitu, apa kamu gak suka dengan panggilan yang mas berikan" ucap Saifan
"Nggak kok. yasudah terserah mas saja mau manggil aku apa" ucap Nadhifa dengan pasrahnya
"Oke. Sekarang kita makan malam dulu baru pulang ya" ucap Saifan
"oke mas" jawab Nadhifa
Mereka pun kemudian makan malam di taman tersebut, sesuai dengan apa yang udah disiapkan oleh orang kepercayaan Saifan.
Selesai makan malam mereka pun pulang
"ayo yank kita pulang" ucap Saifan yang menggandeng tangan sang istri untuk pulang
.
.
Sesampainya di rumah mereka merebahkan diri dikasur hingga tiba tiba saja Saifan bangkit lalu mendekat ke arah sang istri, hal tersebut membuat sang istri mengernyit
"Kenapa mas dekat dekat begitu" tanya Nadhifa dengan raut herannya namun tak dibalas oleh Saifan. Ia malah terus mendekatkan dirinya kepada sang istri hingga nafasnya mengenai istrinya
"Boleh mas minta hak mas" ucap Saifan dengan suara beratnya yang seakan menahan hasratnya
'huh dia minta juga hak nya, dosa jika aku menolak nya. Baiklah siap gak siap harus diiyain saja' batin Nadhifa
"Iya mas" ucap Nadhifa
"Kita shalat dulu ya" ucap Saifan yang diangguki oleh sang istri
Mereka pun kemudian shalat dua rakaat.
Selesai shalat Saifan membaca doa terlebih dahulu sebelum berhubungan. Selesai berdoa mereka pun memulai kegiatannya di gemerlapnya malam bertabur bintang tersebut.
.
.
Pagi harinya selesai shalat subuh, keduanya masih berdiam di kasur, hingga tiba tiba Saifan memecahkan keheningan tersebut
"Apa masih sakit yank" tanya Saifan dengan raut khawatirnya
"Nggak kok, udah mendingan dari yang tadi" ucap Nadhifa
"Baiklah, tapi kamu gak boleh turun dari tempat tidur biar apa apa mas saja yang menyiapkan" ucap Saifan
"Tap------" ucap Nadhifa yang langsung disela oleh sang suami
__ADS_1
"Nggak ada tapi tapian okey" ucap Saifan
"Baiklah" jawab Nadhifa
"Eh ya nanti siang kita ke dokter oke" ucap Saifan kembali
"Ngapain ke dokter" tanya Nadhifa
"Mau periksa penyakit kamu yank" ucap Saifan
"Nggak usah mas, orang aku gak papa kok" ucap Nadhifa
"Yasudah kalo gak mau biar mas saja yang akan memeriksamu Hari ini" ucap Saifan
"Lho, emang mas seorang dokter" ucap Nadhifa
"Iya mas seorang dokter, apa kamu baru tau hal ini" ucap Saifan yang dibalas anggukan oleh Nadhifa
"Huh, yasudahlah" ucap Saifan sambil menghembuskan nafasnya
"Mas ambil peralatan mas dulu ya untuk memeriksamu" ucap Saifan
"Iya" jawab Nadhifa
Saifan pun lalu mengambil peralatannya yang masih berada di kamar mereka. Selesai mengambil peralatannya ia pun mulai memeriksa sang istri
Beberapa saat kemudian
"Penyakit kamu masih stadium 1 yank. Masih bisa diatasi ini. Besok kita kontrol ya ke rumah sakit" ucap Saifan setelah memeriksa sang istri
"Kalo kamu gak mau kapan sembuhnya" ucap Saifan dengan lembutnya namun masih dibalas gelengan oleh sang istri
"Untuk kali ini mas yang akan pantau dirimu. Kalo penyakit kamu kambuh kamu harus mau ke rumah sakit" ucap Saifan
"Iya" jawab Nadhifa
"Yasudah mas kebawah ya mau beresin apartemen" ucap Saifan yang diangguki oleh Nadhifa, namun saat akan melangkah sang istri malah memanggil nya
"Mas" panggil Nadhifa membuat Saifan langsung menengok ke arah sang istri
"Kenapa sayang" ucap Saifan lalu mendekat ke arah istrinya
"Apa kamu serius dengan ucapanmu tadi malam" ucap Nadhifa
"Iya mas serius dengan ucapan mas semalam. Kenapa kamu nanya gitu" ucap Saifan
"Nggak papa. Cuma aku takut saja jika suatu saat mas membuatku kecewa" ucap Nadhifa membuat Saifan langsung memeluknya
"Mas nggak akan mengecewakanmu yank" ucap Saifan lalu mengecup kening sang istri
"Janji" ucap Nadhifa
"Janji" ucap Saifan
FLASHBACK OFF
__ADS_1
'janjimu beberapa bulan lalu hanyalah omong kosong yg tak ada buktinya sama sekali mas' batin Nadhifa
"Sekarang bersikaplah biasa saja dek kepada suami kamu. Coba liat, jika ia membujukmu maka ia beneran mencintaimu serta takut kehilanganmu namun jika tidak. Itu terserah padamu saja kamu apa pergi meninggalkannya atau tetap stay disampingnya" ucap Alby
"Iya bang, mulai hari ini aku akan bersikap biasa saja kepadanya. Dan ya aku mau menyibukkan diri dikantor daripada dirumah melihat mereka berdua yang justru membuatku terbakar cemburu" ucap Nadhifa
"Jangan lah dek, kamu kan gak boleh kecapean. Nanti kalo penyakit kamu kambuh gimana" ucap Alby
"Iya, kalo kambuh gimana coba" ucap At namun sama sekali tak digubris oleh Nadhifa
"Aku pergi dulu bang, Assalamualaikum" ucap Nadhifa kemudian langsung pergi dari mansion Abang nya tersebut menuju perusahaan At
"Waalaikumsalam" jawab mereka berdua setelah Nadhifa pergi
"Huff, dia kalo udah seperti itu. Gak akan mendengarkan ucapan kita, Ifan benar benar membuat Shen sedih dengan kelakuannya yang plin plan itu" ucap At dengan geramnya
"Ya emang benar, dia telah menghilangkan kebahagiaan Dhifa. Hingga ia seperti ini, kita harus segera bertindak At. Aku gak mau Dhifa terus terusan tersakiti" ucap Alby
"Untuk saat ini biarkan saja bang, kita jangan ikut campur masalah rumah tangga mereka. Mengenai ini biar Shen saja yang mengatasinya, aku yakin dia bisa" ucap At
"Huff, yasudahlah. Coba saja dulu Dhifa tak membatalkan niatnya untuk merubah dirinya. Pasti saat ini dia akan jadi wanita tangguh, yang tak akan lemah saat disakiti" ucap Alby
"Memang benar sih, tapi Ya mau gimana lagi, kalo dia yang minta. Kita kan tidak bisa menolaknya" ucap At
"Sudahlah kita pantau saja terus mereka" ucap At yang diangguki oleh Alby
.
.
.
Sedangkan disisi lain, di depan apartemen Saifan
"Lo apa apaan sih meluk meluk gue gini mana pake cium cium segala lagi" ucap Saifan yang melepaskan dengan kasar pelukan wanita Tersebut. Dan ya ia masih belum menyadari kepergian sang istri sejak beberapa menit yang lalu
"Ih Mas, kamu kenapa berubah gini sih. Biasanya kamu akan senang saat ku peluk" ucap wanita tersebut
"Itu dulu sebelum aku tau, kalo kamu main dengan pria lain dibelakangku" ucap Saifan dengan raut emosinya, membuat wanita tersebut sontak membelalakan matanya
'apa dia tau hubunganku dengan pria itu. Nggak nggak, ini gak boleh terjadi, aku gak mau kehilangan dia, kalo aku kehilangan dirinya berarti aku juga kehilangan hartanya yang sangat banyak itu' batin wanita tersebut
"Nggak mas itu gak benar, aku dirayu sama dia dan aku juga dibujuk olehnya mas agar mau menjadi wanitanya" ucap wanita tersebut dengan kebohongannya
'aku sama sekali tidak percaya dengan omongan wanita ini. Dia penuh dengan kebohongan dan kelicikan' batin Saifan
.
.
.
.
Part ini 1000 lebih kata. Jgn protes jika part-nya sedikit ya, kalo part Sedikit itu berarti saya ada urusan itu sebabnya saya buru buru menyelesaikannya.
__ADS_1
Maaf kalo byk typo. Jgn lupa vote, komen and follow guys. See you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu.