
Boncap 4
Hai kak aku hadir kembali,trimakasih atas dukungannya. Aku seneng akhirnya pembacanya nambah banyak lagi,semoga terus seperti ini agar novelku naik level.
Bagi votenya dong kak,agar aku semangat nulisnya,happy reading !!
*****
Setelah di dalam kamar andra menunjukkan lemari tempat dia menyimpan bajunya,dan sebuah kotak kecil berjajar rapi berisi dasi dan jam tangan,ada juga rak sepatu yang tingginya sejajar dengan tinggi anita.
Setelah menunjukkan itu semua andra mulai membersihkan badannya,sedangkan anita sibuk memilih kemeja yang akan di kenakan oleh andra. Sejenak dia berhenti di depan lemari tersebut " haruskah aku juga yang mengambil dalaman untuk pak andra,rasanya baru kali ini dia merasa malu. Andai saja andra bukan atasannya mungkin dia akan menolak mentah - mentah " gumamnya,namun karna terlalu lama melamun andra pun menghampirinya " Mana dalaman aku,apa kau sudah mengambilkannya ? " tanya andra sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil dan handuk yang lain di lilitkan di pinggangnya.
Anita yang terkejut dengan suara andra langsung menjawab pertanyaannya " i..ini saya ambilkan pak " jawabnya dan langsung menoleh kepada andra yang terus memandanginya. Bukannya memberikan anita langsung melotot ke arah andra,anita reflek memegang erat dalaman itu di depan dadanya.
" Mana dalaman aku nit ? " andra memintanya.
__ADS_1
" Ah.. ini pak " anita memberikan dalaman andra dan beralih ke depan rak sepatu untuk mengambilnya tak lupa mengambil dasi dengan warna yang senada dengan kemeja andra merah maroon.
Setelah memakai semua bajunya andra meminta anita untuk memasangkan dasinya,anita mengerjakannya dengan hati - hati sekali - kali dia menatap mata itu.
" Sepertinya aku pernah bertemu dengan mata ini,dan mata ini lah yang dulu pernah menolongku sewaktu kecil " gumam anita di dalam hati.
" Apa aku pernah mengenalmu dulu nita ? " tanya andra dengan begitu santainya.
" Kurasa tidak Pak,memangnya kenapa Pak ? " tanya anita sambil terus memasangkan dasinya.
" Wah ini rapi sekali,ternyata kau cepat sekali belajar memakaikan dasi ya ? " pujian itu membuat wajah anita memerah malu.
" Benarkah pekerjaan saya bagus pak,saya senang melihat bapak juga puas dengan pekerjaan saya. Ku harap bapak selalu membimbing saya " ujar anita sambil membungkukkan badannya.
" Tidak usah seformal itu kalau lagi berdua,kita mungkin seumuran jadi bersikaplah yang santai " jawab andra lagi.
__ADS_1
Pekerjaan nita sudah selesai dia meminta ijin untuk pergi ke bawah,namun andra meminta anita untuk mengikutinya.
Saat mereka turun di tangga bersama - sama,anggota keluarga yang lain terkejut sekaligus takjup kepada mereka berdua.
" Wah kak andra ganteng banget pagi ini " ucap dita sambil melongo melihat kakaknya mirip adegan cerita di sinetron.
" Iya kak andra sudah seperti pasangan yang baru menikah " ucap dini.
" Siapa wanita ini andra kenapa dia sampai ke kamar kamu ? " tanya papanya andi.
" Namanya anita rahma,dia sekretaris baru aku dan mulai pagi ini dia akan selalu ke rumah ini sebelum berangkat ke kantor untuk mengerjakan tugasnya,setelah itu kita akan sarapan bersama dan pergi ke kantor bersama " ujar andra dan di dengar oleh keluarga yang lain,tiba - tiba dini menyela.
" Selanjutnya ada cinlok deh,hahahaha... " dini tertawa kencang,sadar kalau kakaknya melotot dini pun menghentikan tawanya.
Melihat keluarga andra yang begitu harmonis dan penuh dengan tawa,anita merasa senang karna sedang berada di tengah - tengah keluarga yang di impikannya.
__ADS_1