
**Boncap 19
Di lanjut lagi ya all,happy reading**!!
Saat ini anita dan andra sudah berada di kantor andra menyuruh nita untuk datang ke ruangannya.
" Ta kenapa kau datang hari ini untuk meeting,aku kan sudah bilang kalau hari ini kamu free!! " ujar andra setelah nita berada di dalam ruangannya.
" Maaf Sayang,karna aku gak bisa ninggalin pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabku " jawab nita.
Tiba - tiba andra memelul nita dari belakang.
" Trima kasih kau sudah profesional dan membantuku mengerjakan pekerjaan di kantor ini " ujar andra.
" Sudah menjadi tugasku sayang,karna aku sekretarismu " jawab anita.
Saat mereka sedang asik - asiknya berpelukan tiba - tiba rio datang tanpa mengetuk pintu bersama dengan andi dan anisa yang sengaja mampir dari suatu tempat.
" Ehemm... " suara andi yang sudah berada di belakang mereka.
Mereka berdua terkejut dan saling berpandangan satu sama lain,andra yang cengengesan dengan keadaan itu terlihat seperti biasa saja. Sedangkan anita dia sangat malu apabila dia bisa menghilang ingin rasanya dia cepat menghilang,namun sayangnya semua itu tidak bisa di lakukan.
Akhirnya nita meminta maaf kepada kedua orang tua andra dan berlalu meninggalkan mereka dan menuju ke meja sekretaris di depan ruangan andra.
__ADS_1
Anita yang merasa canggung menghampiri rio yang sedang tertawa melihat kekhawatiran nita.
" Sial.. !!,kenapa tadi kau tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk. Aku malu tau !! " nita menegur rio dengan mensendekapkan tangannya.
" Salah sendiri kau berbuat seronoh di dalam kantor !! " rio malah mengejek nita.
Nita merasa kesal dan marah akhirnya dia pergi berlalu meninggalkan meja rio,sedangkan rio malah tertawa terbahak - bahak melihat temannya itu merasakan malu.
Sedangkan di dalam ruangan andra di bombardir dengan pertanyaan yang serius oleh kedua orang tua andra.
" Ndra apa yang kau lakukan di kantor itu sungguh tidak sangat terpuji,tidak seharusnya kamu berbuat seperti itu " andi sangat kecewa dengan kelakuan anaknya.
" Pa come on,jangan seperti ini.. Papa juga pernah muda kan,jadi tolong jangan menghakimiku seperti ini !! " jawab andra sambil duduk lesu di sofa dekat mamanya duduk.
" Ma hentikan kalau nita melihatku dari depan aku bisa malu,karna mama " andra melihat ke araheja anita karna memang pintu ruangannya tidak di tutup dan ada cendela besar yang menghadap langsung ke arah meja nita.
" Sudahlah pa kita pulang,sepertinya andra tidak ingin di ganggu oleh kita " nisa mengajak suaminya untuk pergi pulang ke rumah.
" Memangnya tadi kalian dari mana ? " tanya andra bingung karna andi hanya diam melihat andra dan mamanya saling berbicara.
" Papa dari rumah sakit,adik kamu dita ingin magang di sana " andi akhirnya bersuara.
" Akhirnya ada juga yang mewarisi bakat papa " andra mengangguk - anggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Makanya cepat menikah biar ada yang gangguin papa dan mama saat kami sedang di tinggal sibuk oleh anak - anak mama " anisa menimpali.
" Oke,andra pikirin dulu soalnya susah banget ambil hati camer ma. Ayahnya nita orangnya susah di tebak kadang baik kadang juga suka menganiaya orang contohnya kemarin " andra menunjukkan bekas luka goresan di siku,perut serta lututnya .
" Memangnya kau di suruh apa sampai banyak luka gitu di tubuh kamu ? " tanya andi sambil mengecek luka anaknya,takut terjadi infeksi. Dan nisa terlihat sangat khawatir dengan luka anaknya tersebut.
" Di suruh manjat pohon kelapa !! " jawab andra dengan enteng.
" Apa ? " kedua orang tuanya terkejut mendengar jawaban andra,kemudian meteka berdua terbahak - bahak.
" Kok kalian pada tertawa ? " andra ngambel karnaerasa di sepelekan.
" Papa penasaran dengan calon besan kami itu,bagaimana sih orangnya " ujar andi dengan sesekali tertawa.
" Iya pa mama juga penasaran " nisa ikut menimpali.
" Sudah kalian pulang saja,mama dan papa kesini cuman mau menertawakanku saja " andra merajuk kepada kedua orang tuanya.
" Oke - oke kami pulang,ayo ma !! " andi menggandrng tangan istrinya,sesampai di depan pintu andi kembali berteriak.
" Pepet terus dra jangan kasih kendor kepada camermu !! " ujar andi.
Andra yang mendengarnya makin kesal,sedangkan nita menunduk malu karna nisa terus tersenyum menatapnya.
__ADS_1
Akhirnya hubungan antara bos dan sekretaris itu di ketahui oleh semua karyawan kantor,dengan sekejab saja sudah banyak.gosip mengenai kedekatan nita dan andra.