My Husband Is Doctor

My Husband Is Doctor
MHID 25


__ADS_3

setelah sampai ke ruang tamu, Nadhifa serta Alby pun duduk


"kenapa lama nak bicaranya sampai lupa waktu begitu" ucap ummi nya nadhifa


"hehehe maaf ummi biasalah kalo udah ngobrol sama bang Al jadi lupa waktu deh" ucap nadhifa dengan cengegesan membuat umminya hanya geleng geleng kepala saja mendengarnya


'gak sama bang Al doang sih tapi sama si Cibby juga. maaf ya ummiku sayang kalo aku tak mengatakannya, nanti gak jadi suprise lagi' batin Nadhifa


"yasudah lain kali jangan gitu lagi, kamu kan udah punya suami tuh. ajak lah suamimu ngobrol juga" ucap umminya membuat raut nadhifa langsung berubah datar, saifan yang melihat hal itu pun mengernyit


'kenapa dia tiba tiba datar begitu rautnya saat umi bilang suruh mengajakku mengobrol. apa jangan jangan dia gak suka lagi jika mengobrol denganku, ah bodo amat lah terserah dia saja. akan lebih baik jika begitu jadi aku tak akan merasa bersalah kalo menceraikannya nanti' batin Saifan


'liat saja nanti mas, kau akan bertekuk lutut dihadapan ku. dan saat waktu itu tiba akan ku pastikan kau menyesal semenyesal nyesalnya karena telah mencampakkan istrimu hanya demi wanita itu' batin nadhifa


"iya ummi" jawab nadhifa dengan terpaksa


"eh ya mas bisa antarkan aku ke mall sekarang" ucap nadhifa secara tiba tiba membuat saifan kikuk seketika


"e--eh i--iya bisa kok" ucap saifan yang masih kikuk akibat mendengar pernyataan sang istri yang tiba tiba


'dia ini kenapa sih kadang datar kadang balik lagi kalemnya, heran deh aku' batin saifan


'kau tak akan pernah bisa menebak apa yang ku lakukan mas' batin nadhifa


"yaudah yuk" ucap nadhifa yang diangguki oleh sang suami


"mi, bi, Abang abangku. aku pamit mau ke mall dulu ya" ucap nadhifa

__ADS_1


"iya nak/dek" ucap mereka kecuali Frendi


"lho kita gak dipamitin nih kak" protes kedua adiknya


"nggak" ucap nadhifa dengan ketusnya


"yaudah aku pergi ya assalamualaikum" ucap nadhifa lalu menarik tangan saifan untuk keluar. saifan yang dipegang tangannya pun entah mengapa seperti ada getaran yang aneh


'kenapa aku tiba tiba gugup gini saat dia memegang tangaku' batin saifan


'hahaha tanganmu dingin sekali mas saat ku pegang, aku tau kau pasti gugup. heh itu awal mula kau mulai menyukai diriku, tunggu tanggal mainnya kau akan sepenuhnya mencintaiku mas' batin Nadhifa


"kita pakai mobil ku saja yang warna hitam ya mas" ucap Nadhifa


"iya, terserah kamu saja lah" ucap saifan


mereka pun kemudian masuk ke dalam mobil, setelah masuk saifan pun langsung melajukan mobilnya menuju mall. sesuai keinginan dari sang istri


"sebelum sampai ke mall apa kamu gak mau beli sesuatu gitu" ucap saifan


"eh ya sebelum ke mall kita makan dulu saja dipinggir jalan sana ya" ucap Nadhifa sambil menunjuk ke arah para pedagang, hal tersebut membuat saifan mengernyit


'bukannya orang sepertinya itu sukanya mewah mewah ya. ini kenapa malah ditempat sederhana begini. dia sangat jauh berbeda dengan Annisa yang kalo makan selalu direstoran tak pernah mau jika makan dipinggir jalan begini' batin saifan


"kenapa gak direstoran saja, disana kan mungkin terjangkau makanannya" ucap saifan


"nggak deh, enakkan juga dipinggir jalan. lagian dipinggir jalan juga gak kalah terjangkaunya" ucap Nadhifa membuat saifan mengangguk faham. ia pun langsung menghentikan mobilnya tidak jauh dari para penjual tersebut. setelahnya mereka pun turun untuk makan dahulu

__ADS_1


"pak gado gado nya dua ya yang satu pedes satunya sedang saja sama es teh nya satu" ucap Nadhifa setelah berada diperjual tersebut


"baik nak, silahkan duduk dulu ya" ucap pak penjual tersebut yang diangguki oleh nadhifa. ia dan suaminya pun duduk sambil menunggu makanannya.


beberapa saat kemudian makannya pun selesai dibuat


"silahkan dimakan nak" ucap pak penjual tersebut


"iya pak makasih" ucap nadhifa


"sama sama" jawab pak penjual tersebut kemudian kembali melayani pembeli yang lainnya. sementara kedua pasang suami istri itu langsung menyantap makanannya


"wow ini enak banget lho, nama makanannya apa nih" ucap saifan setelah memakan satu suap


"oh ini namanya gado gado Surabaya mas" ucap Nadhifa


"enak banget tau, kapan kapan kita kesini lagi ya. tak ku sangka ternyata makanan Surabaya enak juga ya" ucap Saifan


"boleh, kapan kapan kita kesini lagi. yasudah habiskan makanannya terus kita ke mall" ucap Nadhifa yang diangguki oleh Saifan


mereka pun kemudian langsung menghabiskan makanannya. selesai makan mereka membayar terlebih dahulu, kemudian mereka pun pergi menuju mall.


.


.


.

__ADS_1


makasih yg udh baca maaf kalo byk typo. jgn lupa vote, like, comment and follow ya guys see you next part guys. assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu


__ADS_2