
Boncap 16
**Pagi para readers setiaku,aku kembali lagi neh,semoga masih stay di sini ya...
Happy Reading**!!
Siang itu andra,nita dan brian berlibur ke pantai selain itu hari ini adalah hari peringatan kematian Ibu nita.
Sebelum menuju ke pantai brian mengajak nita dan andra pergi ke rumah singgah milik keluarga Agnes.
Di sana ada penjaga rumah namanya Pak Dibyo dulu dia adalah sopir keluarga Agnes,tapi karna mengalami kebangkrutan akhirnya mereka menyuruh Pak Dibyo untuk menjaga rumah kecil tersebut sebagai rumah singgah.
Di belakang rumah itu ada makam Ibu Nita,di sanalah mereka saat ini.
" Sudah lama aku tidak menjengukmu Istriku " Brian menatap lekat makam itu.
Saat melihat pusara milik Ibu nita,ada yang aneh menurut andra.
" Ta kenapa di nisan itu ada dua nama ? " tanya andra heran.
" Oh itu,itu nama ibu dan adikku. Ibu meninggal saat dia mengandung adikku dan Ayah mengubur mereka berdua dalam satu liang lahat " jawab Nita sambil tersenyum.
" Ayah jangan sedih ya,nita di sini bersama andra. Oiya bu kenalkan ini andra dia akan melamar nita tepat di hadapan ibu " nita menatap tajam mata andra dan tersenyum padanya.
" Iya tante hari ini tepat di depan makam tante aku mau nita untuk menjadi istriku " andra memegang tangan nita lembut.
Brian yang melihat kedua insan tersebut tersenyum bahagia.
" Tidak semudah itu anak muda,turuti dulu kemauanku atau selamanya aku tidak akan mengijinkan putriku untuk kau nikahi " tutur Brian jutek.
Setelah memanjatkan doa untuk Agnes,mereka pergi ke pantai untuk berlibur,sebelumnya mereka berpamitan kepada Pak Dibyo untuk meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
\_\_\_\_\_
**Pantai**
Siang ini matahari sedang bersinar sangat terik sehingga membuat ketiga orang yang sedang berlibur itu kegerahan.
" Hai andra kau kan horang kaya,pasti akan lebih mudah mendapatkan beberapa butir kelapa,aku ingin sekali meminum air kelapa muda "Brian mulai mengerjai andra.
" Itu sih sangat mudah bagiku,akan ku suruh orang untuk mengantar air kelapa itu di depan Om " ujar andra tersenyum,bisa memberikan yang terbaik untuk calon mertuanya.
" Kau salah,aku tidak mau kau membeli di pedagang itu ( brian menunjuk para penjual kelapa ) yang aku mau kau sendiri yang memetik buah kelapa itu untukku " Brian tersenyum dengan kerasnya.
Andra langsung celingukan melihat Brian yang sudah mengerjainya.
" Ta bagaimana aku bisa memanjat pohon kelapa yang tinggi itu,sedangkan memanjat pohon mangga di belakang rumah pun aku tak bisa ?! " Andra meminta pertolongan kepada kekasihnya tersebut.
" Kau sama saja seperti ayahmu !! " Andra mendengus kesal.
" Hei apa kau bilang !! " Brian melotot kepada andra.
" Haha.. Baik Om apa sih yang gak buat Om,aku akan memanjat pohon kelapa itu,akan ku ambil semua buahnya. Biar Om kenyang meminum air kelapa itu " Andra menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan pergi dari hadapan Ayah dan anak itu.
" *Bagaimana aku bisa melakukannya sedangkan pohon ini sangat tinggi,demi cinta aku akan memanjat pohon kelapa ini* " Andra nekat memanjat pohon kelapa tersebut walaupun nyawa taruhannya.
Sebenarnya Nita sangat khawatir dengan Andra,tapi pikiran itu di tepisnya.
" *Bos kan super hero mana mungkin menyerah begitu saja* " gumam nita sambil menunggu andra kembali.
__ADS_1
Satu jam lamanya Andra pergi mereka berdua bahkan sudah bosan menunggunya,di saat nita ingin menyusulnya dia melihat andra yang berjalan terseok - seok sambil membawa tiga buah kelapa muda.
Nita tersenyum dan urung menyusul andra,dia menunggunya dengan tersenyum senang.
" Om ini kelapa mudanya " ujar andra meletakkan kelapa tersebut lalu pingsan di samping Nita.
" Bos bangun, kau kenapa Bos " Nita panik dan berusaha membangunkan andra namun andra tak kunjung bangun.
Saat mata Nita dan Brian beradu mereka berdua malah tertawa,ya mereka tertawa melihat penampilan andra yang lusuh,baju yang sudah kotor dan ada bagian kaosnya yang sobek.
Karna mendengar suara ketawa yang keras andra bangun dari pingsannya.
" Kenapa kau tertawa keras sekali,kau senang dengan keadaanku. Haa ?!! " Andra sangat kesal karena merasa di kerjai oleh Brian.
" Ampun Bos jangan marah lagi,sebaiknya ku antar Bos ke penginapan agar Bos bisa istirahat " Nita membopong tubuh besar Andra,dengan susah payah akhirnya mereka sampai di kamar yang akan di tempati oleh andra.
" Mau kemana kau,setelah membuatku seperti ini ?! " tanya andra.
" Mau siapin air untuk mandi Bos " jawab nita.
Saat berada di kamar mandi andra menyusul nita,andra memeluk pinggang nita erat.
" Jangan seperti ini Bos,nanti ayah melihat kita " ujar Nita.
" Biar saja sebentar seperti ini Ta,aku kangen sekali sama kamu " Andra memper erat pelukannya dan Nita membiarkan andra memeluknya.
•••••••••
\*\*Segini dulu ya,bentar lagi di sambung lagi..
__ADS_1
Minta vote dan jejaknya dong,yayaya... kalian baik deh\*\*!!