My Husband Is Doctor

My Husband Is Doctor
MHID 37


__ADS_3

'bener bener kamu fan bisa bisanya membuat Shen menangis. Awas saja kau, aku akan memberimu pelajaran dengan membawa Nadhifa pergi jika kamu sekali lagi melukai hatinya. Untuk kali ini aku maafkan mu' batin At


'huh, apa aku beritahu saja ya. Kalo aku sembunyiin terus nanti dhifa malah marah lagi. Aku tau kalo dhifa tipekal orang yang paling nggak suka dibohongi' batin Al


"Iya Abang tau. Sebab Abang sudah menyelidikinya saat kalian sudah menikah. Dan Abang dengar dari orang kepercayaan abang, suamimu juga tengah menyelidiki wanita itu. Tapi entah kenapa saat wanita itu kembali dia malah seperti ini" ucap Alby


"Baiklah jika dia memintanya seperti itu. Sekarang aku sudah tak mempercayainya lagi" ucap Nadhifa


FLASHBACK ON


Beberapa hari kemudian Saifan sudah memantapkan perasaan nya kepada sang istri, ia pun berencana membuat surprise untuk istrinya tersebut dengan menghubungi seseorang.


"Assalamualaikum Sean" ucap Saifan


"Waalaikumsalam tuan, ada apa tuan menelfon. Apa ada tugas untuk saya tuan" ucap Sean


"Iya ada tugas untukmu. Tolong kamu persiapkan semuanya ya, saya nanti mau memberikan istri saya surprise yang tak pernah ia lupakan" ucap Saifan


"Baik tuan, rencananya kapan tuan akan memberikan istri tuan kejutan. Biar nanti akan saya siapkan secepatnya" ucap Sean


"Rencananya sih malam ini, apa kamu bisa menyelesaikannya" ucap Saifan


"Bisa tuan, akan saya siapkan semuanya sekarang" ucap Sean


"Oke, tempatnya di taman dekat apartemen saya ya" ucap Saifan


"Siyap tuan" ucap Sean


"Yasudah saya tutup telfon nya. Assalamualaikum" ucap Saifan


"Waalaikumsalam" jawab Sean dan sambungan pun langsung terputus


Saifan pun langsung menuju kamarnya juga sang istri, setelah ia berada di kamar

__ADS_1


"Dek" panggil Saifan membuat sang istri langsung menatap dirinya


"Iya mas" jawab Nadhifa


"Nanti malam ikut mas ya" ucap Saifan


"Kemana" tanya Nadhifa dengan raut herannya


"Nanti juga kamu tau. Sekarang kita beres beres semuanya dulu biar nanti saat keluar gak kefikiran masalah kamar yang berantakan lah, ini lah itu lah dan yang lainnya" ucap Saifan


"Baiklah mas" ucap  Nadhifa


"Eh ya, jangan masak ya hari ini. Nanti kita akan makan diluar" ucap Saifan kembali


"Oke mas" jawab Nadhifa


Mereka pun mulai membersihkan segalanya. Selesai membersihkan mereka istirahat sejenak.


.


.


.


.


Kini mereka sudah siap akan pergi ke tempat yang sudah disiapkan oleh Saifan


"Sudah siap dek" tanya Saifan


"Sudah mas" ucap Nadhifa


"Yasudah yuk" ucap Saifan lalu mengandeng tangan sang istri

__ADS_1


Saifan berjalan tanpa menggunakan kendaraan, ia berjalan sambil mengandeng tangan sang istri. Hal tersebut membuat istri nya mengernyit


"Lho mas kok nggak pakai mobil, katanya tadi mau ngajak aku" tanya Nadhifa dengan herannya


"Ya karena tempatnya dekat dari sini, itu sebabnya kita nggak perlu pakai mobil. Eh ya mata kamu mas tutup dulu ya pakai kain ini" ucap Saifan membuat sang istri kembali mengernyit


"Kenapa ditutup" tanya Nadhifa


"Sebab mas mau memberikan kamu surprise" ucap Saifan


"Oh, oke kalo gitu" ucap Nadhifa dan Saifan pun mulai menutup mata sang istri dengan kain yang ditangannya


Setelah selesai ia menuntun sang istri menuju tempat surprise nya


Tak butuh waktu lama, mereka pun sampai. Saifan pun langsung melepas penutup mata sang istri, kemudian ia berlutut dihadapan sang istri seraya mengenggam tangan istrinya


"Mas apa ini semua" tanya Nadhifa setelah melihat segala surprise yang dipersiapkan sang suami


"Ini surprise untukmu. Nadhifa Afshen Meysha Farabi, aku memang bukanlah suami yang romantis yang pandai berkata manis. Tapi meskipun begitu segala perkataan ku tulus dari hatiku ini, aku juga memang belum memenuhi tugasku sebagai seorang suami dari beberapa hari lalu. Namun mulai sekarang aku akan menjalankan kewajibanku itu, sebab aku sudah mulai mencintaimu. Istriku apakah kamu mau menerima suamimu ini dengan segala kekuranganku. Maaf jika aku tidak bisa berucap romantis dan kata kataku terbilang gak nyambung atau apapun itu" ucap Saifan seraya menatap sang istri


"Dengan kemantapan hatiku, aku menerimamu suamiku. Sudah sejak pertama menikah aku sudah menerimamu, jadi tak ada alasanku menolak dirimu" ucap Nadhifa dengan mata berkaca kaca


'semoga kamu tidak mengecewakanku mas, jika kamu lakukan itu. Aku akan pergi dari kehidupanmu dan aku pun tidak tau kapan aku akan kembali lagi kesini' batin Nadhifa


"Makasih sayang" ucap Saifan lalu mencium tangan sang istri dengan lembutnya.


.


.


.


.

__ADS_1


Sampai sini dulu ya, falashback nya masih belum selesai tunggu di part selanjutnya. See you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu. 😁 Maaf ngegantung ceritanya


__ADS_2