My Husband Is Doctor

My Husband Is Doctor
MHID 3


__ADS_3

Jika abinaya sedang memikirkan perkataannya dengan Annisa. Lain hal nya dengan seorang gadis yang sedang mendengarkan guru yang menerangkan pelajaran di depan kelasnya, selesai menerangkan guru tersebut pun berbicara


"Anak anak sudah faham dengan apa yang saya jelaskan" ucap pak Budi, ia adalah guru fisika di kelas tersebut yang terkenal killer seantero sekolah. Back topic


"Sudah pak" ucap mereka semua


"Kalo begitu Minggu depan langsung ulangan harian, jangan lupa pelajari apa yang sudah bapak jelaskan tadi" ucap pak Budi


"Baik pak" ucap mereka semua


"Kalo begitu sampai disini penjelasan dari saya, saya akhiri pelajaran hari ini wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu" ucap pak Budi


"Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatu" ucap mereka semua. Setelah pak Budi keluar dari kelas tersebut pelajaran selanjutnya pun kelas mereka jamkos karena gurunya yang sedang ada keperluan. Saat mereka tengah berbicara dengan teman temannya atau sahabat karibnya, tiba tiba saja wali kelas mereka datang dengan seorang laki laki dibelakangnya, wali kelas mereka tersebut bernama Dewi Anastasya ia guru bahasa Indonesia dikelas XII MIPA 2. (Back topic)


"Assalamualaikum anak anak boleh ibu minta waktunya sebentar" ucap bu Dewi kepada murid muridnya


"Iya Bu" ucap mereka semua yg sudah menghadap ke depan saat wali kelas mereka tengah berbicara.


"Ibu disini ingin menyampaikan bahwa kelas kalian kedatangan murid baru. Silahkan perkenalkan dirimu kepada teman temanmu" ucap Bu Dewi yg mempersilahkan lelaki tersebut untuk memperkenalkan dirinya.


"Baik Bu. Perkenalkan nama saya HAIKAL KHALID ARDIAZ biasa dipanggil Haikal, saya pindahan dari Bandung, saya harap kalian mau berteman dengan saya" ucap Haikal dgn senyumnya membuat semua siswa perempuan berteriak histeris karena senyuman Haikal tersebut.


"Apa ada yang ditanyakan" ucap Bu Dewi


"Saya Bu" ucap seorang siswi bernama Ayudia


"Iya silahkan kalo mau bertanya" ucap Bu Dewi


"Instagramnya apa" tanya Ayudia


"Ikal_diaz90" ucap Haikal


"Facebooknya apa" ucap Nindya


"Haikal.Ardiaz23" ucap Haikal


"Twitternya apa" ucap Syifa


"Diaz2000" ucap Haikal


"Nomer wa nya berapa" ucap Fatma


"Maaf kalo itu gue gk bisa ngasih, privasi soalnya" ucap Haikal membuat Fatma langsung lesu karena tak dapat nomer dari cogan dikelasnya


"Yah gk bisa chatingan dong kita" ucap Fatma dgn lesunya


"Udah anak anak, kalo gitu Haikal kamu bisa duduk di belakang gadis berhijab itu" ucap Bu Dewi sambil menunjuk ke arah nadhifa


"Baik Bu makasih" ucap Haikal yang diangguki oleh Bu Dewi


"Yaudah anak anak ibu tinggal ya, jangan keluar kelas lho" ucap Bu Dewi


"Iya Bu" ucap mereka semua


"Assalamualaikum" ucap Bu Dewi

__ADS_1


"Waalaikumsalam" ucap mereka semua. Setelah Bu Dewi keluar dari kelas. Haikal pun langsung mengajak berkenalan orang yg berada di sampingnya


"Halo" ucap Haikal


"Ya" ucap orang yg berada disebelahnya


"Nama Lo siapa" ucap Haikal sambil mengulurkan tangannya


"Azzam Ardhani Farabi" ucap azzam kemudian membalas uluran tangan Haikal. Sementara Haikal yang melihat gadis di depannya yg sedari tadi menunduk pun lantas bertanya


"Eh iya zam, depan gue ini namanya siapa" ucap Haikal


"Oh itu Nadhifa Afshen Meysha Farabi. Kalo yg disebelahnya itu Syifa Aila Varisa" ucap azzam membuat Haikal berfikir karena merasa ada yg jangal, setelah tau apa yg jangal itu ia pun langsung menanyakannya


"Bentar deh, kok nama belakangnya dhifa sama kayak Lo" ucap Haikal


"Ya iyalah sama orang dia Adek gue, eh ralat maksud gue dia itu saudara kembar gue" ucap azzam


"Emang dia udh punya pacar, kalo blm bisa dong jadi pacar gue" ucap Haikal


"Dia blm punya pacar dan sampai kapanpun gk akan mau pacaran. Satu lagi kalo Lo deketin dia habis Lo salam Abang gue" ucap azzam


"Lah kenapa emangnya, dia Gk mau pacaran dan juga Abang Lo kayak nya protektif banget" ucap Haikal


"Tanya aja sendiri ke orangnya, hm kalo mengenai Abang gue yg protektif itu karena dhifa satu satunya anak perempuan di keluarga Farabi" ucap azzam, dan Haikal hanya manggut saja mendengar penuturan tersebut


"Eh iya Lo tadi nyuruh gue nanya ke dia. Gue gk mau lah malu gue" ucap Haikal


"Oh Lo punya malu ternyata kirain malu lakuin" ucap azzam. Mengenai aAzzam ia adalah tipekal orang yg mudah akrab dgn orang yg baru ia kenal, jd tak heran jika ia seperti itu ke orang baru, Haikal pun sama halnya dgn Azzam, namun Haikal lumayan jail jika sudah mengenal dekat orang tersebut. (Back to topic)


"Ayolah zam bantuin gue nanyain ke dia yayaya" Ucap Haikal dgn memohon kepada Azzam


"Yaudah kalo ini gue bantuin" ucap azzam dgn pasrahnya


"Nah gitu dong" ucap Haikal dgn senangnya


"Em dhifa" ucap azzam membuat nadhifa menengok ke arahnya


"Iya bang ada apa" ucap nadhifa dgn lembutnya


"Ada yg mau ngomong sama kamu" ucap azzam


"Siapa bang" tanya nadhifa


"Sebelah ku" ucap azzam membuat nadhifa menengok ke arah samping kakaknya


"Kamu mau ngomong apa" tanya nadhifa


"Boleh nggak aku tanya satu hal sama kamu" ucap Haikal


"Ya silahkan" ucap nadhifa


"Kenapa kamu gk mau pacaran" ucap Haikal


"Karena pacaran itu sebuah aktivitas yg mendekati zina. Dan itu diharamkan dalam agama karena berhubungan sebelum ada ikatan halal" ucap nadhifa

__ADS_1


"Kan gak ngapa ngapain kenapa dibilang mendekati zina" ucap Haikal


"Gini dalam sebuah hadits disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW berikut ini :


“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari)." Ucap nadhifa


"Oh gitu ya. Pantas saja di agama kita gak ada yg namanya pacaran. Tapi kalo kita mencintai seseorang gimana" ucap Haikal


"Dalam hadits Ibnu Majah meriwayatkan; Dari Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kami belum pernah melihat (obat yang mujarab bagi ) dua orang yang saling mencintai sebagaimana sebuah pernikahan,” (H.R.Ibnu Majah)" ucap nadhifa


"Em gitu, aku mengerti sekarang. Eh iya boleh minta nomer telfonnya" ucap Haikal


"Buat apa" tanya nadhifa


"Buat hal penting" ucap Haikal dgn alasannya, ia beralasan begitu supaya nadhifa memberikan nomernya, sedangkan nadhifa hanya menaggut saja mendengar penuturan Haikal, ia pun kemudian memberikan nomernya tersebut


"Nomerku 08xxxxxxxxxx" ucap nadhifa, Azzam yg menyadari bahwa itu nomer abangnya pun hanya diam saja tanpa berniat bicara kpd Haikal.


"Yaudah makasih dhif" ucap Haikal


"Sama sama" ucap nadhifa dan bertepatan dengan itu bel istirahat pun berbunyi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Makasih yg udh baca maaf kalo byk typo see you next part guys assalamualaikum.

__ADS_1


__ADS_2