
Boncap 14
**Hai all,aku kembali lagi crazy up.
Happy Reading**!!
********
Andra sampai di rumah anita,ayahnya sudah menunggunya di teras rumah.
" Nita kenapa pulangnya terlambat ? " Brian menatap andra lekat.
Karna merasa di tatap andra membuka suara " Maaf Om tadi jalanan macet " .
" Aku tidak menanyaimu Anak muda " suara brian membuat anita dan andra ambigu.
" Ayah,ayah jangan marah ya sama Bos. Tadi aku sedang bertemu teman sebentar di cafe,saat ingin menunggu Taxi mobil Bos lewat akhirnya bareng deh " anita mengajak ayahnya masuk ke dalam rumah,sedangkan matanya menyuruh andra untuk segera pulang.
Saat ayah sudah berada di ruang tengah anita kembali ke depan untuk menutup pintu,betapa terkejutnya dia karna mengetahui andra masih berada di teras rumahnya.
" Kenapa belum pulang,kan aku tadi udah kasih kode lewat mata. Biar ayah gak terus - terusan marah " anita mendorong - dorong tubuh tinggi andra.
" Bukannya tadi kau tadi ngasih kode biar aku di sini dulu ya ? " Andra mengerjai anita.
__ADS_1
" Bos sudah sana pulang nanti ayaah tau dan marah kalau Bos masih di sini " Anita berbisik - bisik sambil menyuruh andra pergi.
" Aku mau di sini aja biar ayahmu marah trus nikahin aku sama kamu " ujar andra sambil membuat simbol hati dengan jarinya.
Anita memotar bola matanya jengah " Cepat pulang atau aku panggil ayah biar Bos di marahin".
" Oke baiklah,tapi minta kiss dulu. Boleh ?? " Andra memanyunkan bibirnya maju.
" Gak Bos,nanti ayah tau "
" Gak akan,cuma sebentar doang " andra mencoba mendekatkan wajahnya.
" Aku mau tapi dengan satu syarat " anita memberi penawaran.
" Bos harus bisa menakhlukan hati ayah " Anita tersenyum licik.
" Oke,aku akan manakhlukan hati camer,tunggu ya!! " andra menerima tawaran anita dan langsung mencium kekasihnya dan lanhsung pergi meninggalkan rumah anita.
" Kenapa Bos jadi bucin begitu sih !! " gumam nita.
Saat sibuk memikirkan Bosnya,anita di kagetkan dengan suara ayahnya.
" Sedang apa kau di luar ? " tanya ayah.
__ADS_1
" Em ayah,nita lagi menghirup udara malam yah sejuk sekali " ucap anita sambil masuk ke dalam rumah dan menggaruk - nggaruk rambutnya yang tak gatal.
Anita masuk ke dalam kamarnya dan langsung membersihkan dirinya,setelah selesai anita langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dia memikirkan semuanya tentang dia dan Bosnya.
Sebenarnya dia juga sangat mencintai andra,namun dia masih malu dan jual mahal. Sedangkan ayahnya juga seorang yang susah sekali untuk percaya kepada orang lain,apalagi masalah anaknya dia begitu over protektif bila anita dekat dengan laki - laki sekali pun itu andra Bosnya di kantor.
Brian sama sekali tidak ingin anaknya salah mencari pasangan hidup,dia ingin anaknya bahagia. Karna penyakitnya makin parah brian akhir - akhir ini juga gelisah,takut apabila nanti sakitnya merenggut nyawanya sedangkan anita masih belum menemukan belahan jiwanya.
Brian bertekat apabila ada lelaki yang ingin mencintai anita harus ijin kepada dirinya terlebih dahulu,dan harus lulus dengan beberapa hal yang harus di lakukan sesuatu sesuai dengan kemauan ayahnya.
Anita selama ini juga sangat patuh kepada ayahnya,dia tidak pernah membantah perkataan ayahnya sekalipun itu masalah percintaannya.
Bagi anita tidak ada salahnya menuruti semua perintah ayahnya,toh itu juga baik untuk dirinya dan ayahnya juga tidak akan mungkin menjerumuskan anaknya ke dalam hal yang buruk.
°°°°°°
**Segini dulu bentar lagi lanjut lagi ya,sampai jarinya keriting,hehehe...
Mau promo novelku yang lain dong,di baca ya ceritanya tak kalah bagus looo....
"Terpaksa Menikah dengan Tuan Muda buta**"
__ADS_1