
'kenapa cerita itu persis banget dengan yang kuhadapi sekarang ini. Hm aku harus segera menyelesaikannya, aku tidak ingin jika Dhifa kelak pergi dari hidupku hanya karena seseoramh yang belum tentu juga masih stay denganku' batin Saifan
'hahaha sorry ya mas, kalo aku terlalu menyadarkan dirimu. Tapi emang bener sih alur ceritanya begitu, jadi tepat sekali dengan kondisi ku kali ini' batin Nadhifa
"Kok diem mas" tanya Nadhifa yang tak mendengar kembali suara sang suami. ia mengalihkan fokusnya dari apa yang dibacanya
"E--eh Mas memikirkan pekerjaan saja itu sebabnya mas diam" ucap Saifan dengan senyumnya
'sepertinya ada yang tersadar nih, tapi cerita ini kan emang persis seperti alur hidupku sekarang. Hahaha tapi bagus juga nih cerita, bisa menyadarkan orang disampingku ini' batin Nadhifa
"Oh kirain ada masalah" ucap Nadhifa ia pun lalu melanjutkan membacanya kembali
"Eh ya aku ingin bertanya nih sama kamu" ucap Saifan membuat Nadhifa kembali menghentikan bacaannya
"mau tanya apa" tanya Nadhifa sambil menatap sang suami
"Apa kamu punya mantan atau orang yang kamu cintai" tanya Saifan dengan spontan nya membuat Nadhifa mengernyit
"Oh kalo mantan aku gak punya, tapi kalo orang yang suka sama aku sih ada em lebih tepatnya sih mencintaiku ya, cuma gimana ya aku nya gak cinta sama dia meskipun dia baik" ucap Nadhifa dengan santainya
'sekali kali bikin suami sendiri cemburu gak papa lah ya. Buat mastiin apa dia beneran cinta apa nggak sama aku' batin Nadhifa
'ini yang kutunggu tunggu, akhirnya dia cerita juga mengenai lelaki yang entah kenapa saat aku mendengar tentang dirinya ada sesuatu yang nggak bisa ku jelasin' batin Saifan
__ADS_1
"Kenapa kau tidak mencintainya, bukannya dia baik" tanya Saifan
"Ya gak tau, lagian cinta kan nggak bisa dipaksain mas. Kalo hatiku berkata tidak ya apa mau dikata" ucap Nadhifa dengan santainya membuat Saifan seketika tersenyum
'iya juga sih, cinta emang gak bisa dipaksain. Tapi syukur deh kalo dhifa tidak mencinta lelaki itu jadi aku tak perlu khawatir jika ia berpaling karena lelaki yang mencintainya tersebut' batin Saifan
'hahahaha aku tau mas kau pasti senang kan aku tidak lagi mencintai pria lain. hm sepertinya kau sudah jatuh cinta kepadaku namun kau ragu akan perasaan itu, jika nanti kamu sudah bucin aku akan bersikap dingin kepadamu untuk memberimu pelajaran biar kamu kapok' batin Nadhifa
"Iya juga sih, hm tapi gimana dengan lelaki yang tidak kamu balas cintanya itu" ucap Saifan
"Kenapa kamu nanya begitu, apa kamu mau aku mencintai pria lain" ucap Nadhifa dengan mata yang menyelidik menatap sang suami
'aku tidak ingin kalau sampai kamu mencintai pria lain selain diriku dhifa' batin Saifan
"Oh itu artinya kamu rela kan ya jika aku bersanding dengan pria lain. Oke besok aku cari deh dia terus aku terima deh cintanya itu" ucap Nadhifa yang masih dengan santainya membuat Saifan melotot sebab ucapan sang istri
"Nggak nggak boleh, kamu hanya milikku gak ada yang boleh memilikimu selain diriku" ucap Saifan dengan spontan nya
'sangat mudah sekali ternyata memancing kamu untuk berbicara begitu mas' batin Nadhifa
"Iya kah, bukannya kamu gak cinta denganku ya. Dan ya aku kan bukan milikmu mas tapi milik yang menciptakanku" ucap Nadhifa membuat Saifan bungkam seketika
'kalo dia udah bawa bawa sang pencipta aku tidak bisa berkutik sama sekali' batin Saifan
__ADS_1
"Kenapa diam mas, yang ku katakan kebeneran tau" ucap Nadhifa
"aku akan mencoba mencintaimu mulai sekarang" tegas Saifan dengan mantapnya
"Jangan mencintai ku jika dihatimu masih ada wanita lain mas, aku gak mau berbagi lho" ucap Nadhifa
'kenapa dia bicara begitu, apa dia mendengar ucapanku tempo lalu' batin Saifan
"Aku hanya nebak saja mas, gak perlu berfikiran yang nggak nggak" ucap Nadhifa yang seakan tau apa isi fikiran sang suami
"Dan ya jika kau mulai mencintai ku saat itu juga kau harus menceritakan segalanya mengenai dirimu. Tak ada yang boleh ditutupi sekecil pun itu, dan disaat itu pula aku juga akan menceritakan tentang diriku kepada dirimu" ucap Nadhifa
"Yasudah aku kebawah dulu mau ambil makanan sama minuman" sambung Nadhifa lalu meninggalkan sang suami yang masih terdiam
"Aku akan pergi besok, aku tak mau nunggu lama lagi untuk memastikan perasaan ku. Aku harus lakukan itu sebelum semuanya terlambat" ucap Saifan dengan tekat yang kuat
.
.
.
.
__ADS_1
Makasih yg udh baca maaf kalo byk typo. Dan maaf karena baru up. Jgn lupa vote, comment dan follow guys see you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu.