My Husband Is Doctor

My Husband Is Doctor
The End


__ADS_3

Flashback on


Di waktu senja melly berjalan - jalan sendiri di pantai Camber Sands kelihatan dia sedang mabuk karna terlalu banyak menenggak minuman keras.


Tak di sangka dia menabrak seseorang yang berada di pantai tersebut.


Brugg...


" Kau tak bisa melihat ya !! " melly menggeleng - nggelengkan kepalanya sambil terduduk di tepian pantai.


" Kau yang tak melihat jalan,dasar perempuan aneh !! " marco juga merasa kesal.


Di lihatnya wanita tersebut menangis dan menyebut -nyebut nama andi dan nisa,marco yang mengetahui melly sedang mabuk di bopong agak menjauh dari pantai.


" Apa yang kau lakukan di sini tanya marco ? " dia menyingkirkan rambut melly yang menutupi wajahnya.


" Bukan urusanmu " jawab melly sambil menepis kasar tangan marco.


" Dasar bodoh,kalau ada yang tau kau sedang mabuk,kau akan di jadi kan mangsa para lelaki hidung belang di sini " ucap marco sambil mencoba mengangkat tubuh melly dan berniat mengajaknya ke rumahnya.


" Hei apa yang kau lakukan kau ingin berbuat mesum kepadaku kan,hee.. jangan harap yaa,aku akan memukulmu " jawab melly dengan suara mabuknya dan memukul - mukul tubuh marco.

__ADS_1


" Diamlah aku akan menolongmu,kalau kau terus bergerak aku akan menjatuhkanmu " ucap marco.


Dia segera membawa melly menuju kediamannya dan menyadarkannya pula.


Sejak saat itu mereka saling dekat satu sama lain,dan tak canggung mereka sering berceriat tentang kehidupan percintaan mereka,dari situlah marco dan melly membuat kesepakatan.


Flashback off


_______,,,,______


...Rumah sakit...


Setelah tiba di rumah sakit andi dan nisa langsung berlari ke ruangan oprasi,tampak mama heni dan aulia di sana sedang menunggu kabar dari dalam ruangan tersebut.


" Non nisa saya sudah membawa nona melly,dan polisi sedang menanganinya " isi dari pesan singkat tersebut.


" Urus dia om,dan beri tahu polisi tahan dia untuk waktu yang lama dan jangan biarkan siapapun menebusnya. Dan kalau pun ada dia harus berhadapan denganku " isi balasan pesan singkat tersebut.


Tak lama dokter keluar dari dalam ruangan tersebut,mereka semua berhambur ke arah dokter yang berdiri di depan pintu.


" Bagaimana keadaan andra dokter " ucap mama heni dan aulia bersamaan.

__ADS_1


" Alhamdulillah oprasinya berjalan lancar,namun si kecil membutuhkan golongan darah B1 apa ada yang mempunyai golongan yang sama?? tolong cepatlah kalau tidak nyawa pasien tidak akan tertolong " ucap dokter tersebut.


" Ambil darah saya seberapa anda mau " ucap marco yang tiba - tiba datang.


" Baiklah cepat ikut dengan saya " akhirnya marco dan andi berjalan mengikuti suster tersebut.


Empat jam berlalu akhirnya andra membuka mata untuk pertama kalinya setelah melakukan oprasi dan transfusi darah,dia melihat sekelilingnya terlihat semua anggota keluarganya berkumpul di ruangan tersebut dan dia menyunggingkan senyumnya.


" Anak mommy sudah bangun,apa yang sakit sayang ? " tanya nisa,dan mendengar suara nisa anggota keluarga yang lain langsung mendekat ke bankar yang di tiduri andra.


" Andla baik my " jawab andra sengan masih tersenyum.


" Anak pintar " ucap nisa sambil memeluk anaknya.


Semua anggota keluarga bahagia,nisa memeluk adra di sebelah kiri dan andi di sebelah kanan,sedangkan mama heni papa remon saling berpelukan mereka menatap kelaurga andi dengan tangisan haru.


Marco sendiri kini sudah tersadar akan merelekan nisa bersama keluarga kecil mereka,dan andi menganggap marco sebagai saudaranya.


___**The End___


...Trimakasih untuk pembaca setiaku,akhirnya novel pertamaku sudah selesai,saya minta dukungannya ya tanpa kalian author bukanlah apa - apa....

__ADS_1


Nanti saya akan menambahkan bonus bab,mungkin tidak banyak hanya beberapa saja untuk pelengkap akhir kisah cerita melly,faqih,jimmy,dan juga aulia dan marco tak lupa dengan si kecil andra dan adiknya yang masih dalam kandungan


Baca novelku yang lain ya** *****terpaksa menikahi tuan muda cacat,trimakasih Anyyeong*****...


__ADS_2