
Sekitar pukul sepuluh pagi nisa bersama asistennya pergi menemui faqih,mereka bertemu di sebuah cafe yang letaknya agak jauh dari kediamannya.
Nisa menuruti saja kemauannya demi menyelamatkan kelangsungan perusahaannya,di dalam perjalanan nisa membuat kesepakatan yang pastinya akan membuat dirinya di tempat yang aman dan pastinya untuk perusahaannya.
" Aku akan melakukan apa pun om asal perusahaan papa tetap berjalan " ucap nisa kepada toni dia sudah merasa putus asa di sisi lain perusahaannya di ambang kehancuran sedangkan anaknya juga tengah di culik seseorang.
" Sabar nona kita akan segera mengetahui apa motif tuan faqih dengan rencananya " jawab toni.
" Om bisakah kau cari tau siapa penculik anakku,kalau bisa minta tolong kepada semua detektif di terkenal di kota ini " perintah nisa dan segera di angguki oleh toni,dia dia segera menghubungi seseorang untuk mencari tau penculik andra.
Empat puluh lima menit perjalanan akhirnya mereka tiba di cafe sesui dengan yang janjikan oleh faqih,nisa dan toni masuk ke dalam cafe tersebut.
Mereka saling mencari ke segala arah setelah menemukan orang yang dia cari akhirnya nisa dan toni menghampiri faqih yang ternyata bersama seorang perempuan.
Perempuan tersebut memakai baju formal lengkap dengan sebuah map yang di pegangnya,setelah nisa duduk wanita tersebut menyalaminya dan menyapanya.
" Selamat siang nyonya " dia melepaskan ikatan rambut beserta dengan kaca mata hitamnya.
Nisa yang melihatnya langsung terkejut dengan menutup bibirnya.
" Melly,kau.. ??. Apa hubunganmu dengan tuan faqih ?? " tanya nisa dengan melototkan matanya.
__ADS_1
" Kami saling mengenal dia adalah teman sekolahku waktu SMA " jawab melly sambil tersenyum.
" Lalu apa yang kau lakukan di sini ? " tanya nisa kembali.
" Ya aku sedang menawarkan sesuatu ke padamu dan pastinya akan menguntungkan perusahaanmu " jawab melly sambil melihat sinis nisa dan asistennya.
" Penawaran apa bukankah kau seorang perawat di rumah sakit ? " ucap nisa menaikkan alisnya.
" Aku sekarang bergabung dengan perusahaan kak Al dan berhenti menjadi perawat " jawabnya dengan senyum bangga.
Mereka pun melakukan pembicaraan tentang penawaran kerja samanya,sekitar satu jam lamanya akhirnya mereka berniat untuk pergi ke tujuan masing - masing.
Tidak ada kecurigaan di antara mereka karna faqih dan melly bermain aman,mereka menyuruh seseorang untuk melakukan penculikan.
Flashback
Dan mereka sama - menjalankan bisnis masing - masing keluarganya,dulu papa doni memiliki perusahaan yang bergerak di bidang furniture,sedangkan papa ergi di bidang pembuatan pesawat terbang.
Mereka sering bekerja sama hingga sampai pada akhirnya papa doni melakukan kecurangan hingga mengakibatkan pesawat yang di buat perusahaannya berkualitas jelek,akibat dari perbuatannya tersebut pecahlah persahabatan antara keluarga Ergi Dinata dan Doni Atmajaya.
Bahkan rencana untuk menjodohkan anak - anak mereka pun gagal,marco yang merasa sudah sangat mencintai anissa akhirnya harus meninggalkan cintanya tersebut.
__ADS_1
Karna keluarga marco memilih pindah ke Luar Negri tepatnya Kota London,sewaktu nisa menempuh belajar di sana marcolah yang sering menolongnya walaupun tanpa sepengetahuan nisa.
Karna keluarganya saling membenci marco pun ikut melakukan kejahatan kepada nisa,untuk membalas dendam.
Flashback off
Malam pun tiba polisi yang mencari keberadaan penculik belum menemukan sesuatu,hingga pada akhirnya andi memberanikan diri untuk menelphon nomor yang tertera di topi tersebut.
Tutt... tutt...
" Ya " jawab seseorang di sebrang sana sesudah sambungan telponnya tersambung.
" Kau yang menculik anakku ?! " bentak andi dengan suara yang keras menahan amarah.
" HAHAHAHAHA... kau marah tuan,karna anakmu ku culik ? " marco tertawa.
" Dasar brengsek,beri tahu aku di mana kalian berada aku akan datang dan apa yang kalian inginkan aku akan memberikan uang untukmu " ucap andi dengan mengepalkan tangannya.
" Aku tidak mau uang tuan yang ku mau adalah nisa " jawab marco singkat.
" Nisa ?? kau mengenal istriku ? " tanya andi heran.
__ADS_1
" Ya bahkan kami sudah sejak kecil bersama " ucap marco senang.
Andi langsung mematikan telponnya dan menghampiri nisa yang berada di ruang kerjanya.