My Husband Is Doctor

My Husband Is Doctor
Extra Bab MHID The End


__ADS_3

Boncap 27


Hari pernikahan tiba,pagi ini para MUA sedang sibuk merias pengantin wanita siapa lagi kalau bukan anita. Ia mengenakan baju pengantin berwarna putih dengan punggung yang terbuka,sedangkan andra memakai tuxedo berwarna hitam lengkap dengan dasi kupu - kupu di lehernya.


Ada juga Mama serta Dini dan Dita memakai gaun yang berwarna biru muda,sedangkan andi memakai jas berwarna hitam.


Ada juga Oma dan Opa mereka memakai baju putih - putih sebagai tanda kalau mereka sedang merayakan pesta aniversary.


Kali ini ayah Nita memakai baju batik karna dialah yang akan menikahkan anaknya nanti langsing di hadapan penghulu.


Acara pun di mulai dwngan iring - iringan pengantin menuju Gedung aula Atmajaya,semua karyawan dan tamu undangan juga sudah berkumpul di tempat tersebut.


Mereka semua datang lebih pagi karna tidak ingin melewatkan acara pernikahan termegah di kota tersebut.


Akhirnya iringan pengantin itu tiba,semua para undangan berbaris berjajar rapi untuk menyambut kedatangan pasangan pengantin tersebut.


Hingga tibalah mereka di depan sebuah gedung,sebelum mereka masuk Brian menggandeng tangan anaknya untuk masuk dan duduk di kursi yang telah di sediakan untuk ijab qabul.


Sedangkan Andra juga di gandeng oleh kedua orang tuanya dan tak tertinggal ada dini dan dita di belakang anisa dan andi,di susul oleh oma dan opa di barisan terbelakang.


Setelah mereka semua duduk di tempat yang sudah di sediakan akhirnya Pak penghulu bertanya kepada Brian.


" Apakah semuanya sudah siap Pak ? " tanya penghulu.


Brian akhirnya menghadap ke arah andi dan andi pun menganggukkan kepalanya tanda ijab qabul bisa di laksanakan.


" Ayo Pak tuntun saya untuk menikahkan anak saya " ujar Brian.


Akhirnya penghulu tersebut menuntun Brian untuk menikahkan putri semata wayangnya.


" Apa kau sudah siap ndra ? " tanya brian.

__ADS_1


" Insya allah saya siap Yah " jawab andra tegas kemudian melihat kearah nita yang sedang tersenyum kepadanya.


Nita yang melihat andra tegang akhirnya memegang tangan andra perlahan,ternyata sentuhan itu membuat andra sedikit mengurangi kegugupannya.


" Baiklah bersiaplah ndra ayah akan segera menikahkanmu " ujar brian.


" Iya yah silahkan " jawab andra.


" Saya nikahkan engkau Diandra Putra Sandi bin Andi Prasetyo dengan anak saya Anita Rahma binti Brian Wijaya Kusuma dengan mahar emas seratus gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai " ujar brian yang sebelumnya sudah menjabat tangan andra.


" Saya terima nikah dan kawinnya Anita Rahma binti Brian Wijaya Kusuma dengan mahar tersebut di bayar tunai " jawab andra dengan satu nafas.


" Bagaimana Sah ? " tanya penghulu.


" SAHHH " jawab para tamu undangan.


Akhirnya mereka sah menjadi suami istri anita merasa malu di saat dia harus mencium tangan suaminya di depan semua orang tuanya,namun itu tetap di lakukan dengan wajah yang merah merona.


" Cium.. ciumm " suara mereka kompak termasuk kedua orang tua andra dan kedua adiknya.


Akhirnya andra mencium kening anita dan anita membalasnya dengan mencium pipi andra,mereka terlihat sangat bahagia.


Kemudian acara di lanjutkan dengan sungkem kepada kedua orang tua andra dan juga ayah nisa,saat sungkem di depan anisa anita memeluk mama mertuanya dengan erat,Ia ingat dengan Ibunya yang telah meninggal.


" Kamu kenapa Nak ? " anisa melihat nita menangis.


" Nita ingat Ibu Ma " jawab nita.


" Jangan sedih sekarang mama juga mama kamu sayang " anisa mengelus lembut punggung anisa.


Sekarang giliran nita sungkem kepada andi,dia begitu canggung untuk memeluknya Ia hanya mencium tangan Papanya saja,namun tidak meninggalkan kesungguhannya untuk meminta reatu kepada papa mertuanya.

__ADS_1


Kini Nita beralih ke ayahnya,di sana nita mencurahkan semua perasaannya kepada ayahnya itu,bahkan brian sampai tak bisa berkata apa - apa saat nita mengucapkan meminta doa restu kepada ayahnya. Ayahnya hanya menangis di pelukan anita.


Andra merangkap papa dan mamanya untuk meminta restu tapi bukannya meminta restu andra malah meminta mereka untuk membelikan andra sebuah rumah agar bisa di tinggali bersama istrinya,andi yang geram dengan putranya hanya bisa menjitak kepala andra.


" Kau sungguh anak tidak berbakti ndra " ujar andi.


" Maaf pa cuman bercanda " jawab andra cengengesan.


Akhirnya andra benar - benar sungkem kepada kedua orang tuanya dan doa di ucapkan oleh keduanya.


Tiba saatnya andra sungkem kepada brian dia meminta restu dengan tulus sehingga brian juga memberi doa restunya dengan mengecup pucuk kepala andra tanda dia sangat menyayangi menantunya.


Setelah acara itu selesai akhirnya mereka melaksanakan acara resepsi pernikahan mereka dan acara itu berlanjut sampai malam hari karna selain acara resepsi saja,tapi mereka juga menyelenggarakan acra aniversary opa dan omanya.



The End


Alhamdulilah akhirnya novel ini kelar juga,trimakasih untuk yang sudah mengikuti novel ini mulai awal sampai akhir,terus dukung karyaku ya. Jangan lupa mampir di novelku yang lain



**novel ini lagi going on ya guys..


Untuk sekedar pemberitahuan novel lanjutan cerita andra dan anita saya pisah dengan judul Cinta Suci yang akan segera saya rilis**.



See u...


selalu dukung karyaku ya,semoga kalian semua terhibur,wasalamualaikum...

__ADS_1


__ADS_2