
"ya ya ya aku tau itu" ucap farzan
"eh ya jemput Miyaz dulu lah Zan" sambung farzan
"ngapain jemput dia" tanya alby dengan herannya
"ya kita ajak dia sekalian pasti seru tuh" ucap farzan
"ide bagus tuh, yok dah kita let's go ke rumah Miyaz" ucap Alby yang diangguki oleh mereka berdua
beberapa saat kemudian sesampainya di rumah sakit mereka bertiga langsung mencari Miyaz, setelah terlihat mereka pun menyeret Miyaz hingga menuju mobil
"hey ngapain kalian menyeretku kesini, gak tau apa kalo pekerjaanku lagi banyak" omel Miyaz
"udah diem kau ikuti saja kami untuk persiapa besok" ucap alby
"persiapan apa emangnya" tanya Miyaz dengan raut bingungnya
"ya persiapan untuk menyamar menjadi murid baru di sekolahnya dhifa" ucap alby membuat Miyaz terkejut
"gila apa ya ngapain coba pake nyamar segala begitu, kenapa kau tak jadi guru saja sih?? kenapa malah jadi murid" ucap Miyaz membuat alby pusing sendiri dengan pertanyaan Miyaz yang banyak itu
"banyak omong sekali dirimu yaz, nanti saja lah di rumah aku jelasin sekarang aku mau hubungi paman Arfan dahulu" ucap alby
"baiklah" jawab Miyaz dengan lesunya
alby pun langsung mendeal nomer tersebut, setelah tersambung ia berbicara kepada orang tersebut
__ADS_1
"assalamualaikum paman" ucap alby
"waalaikumsalam nak alby ada apa, tumben kamu nelfon" ucap Arfan
"gini paman, besok aku mau menyamar jadi siswa di sekolah milik paman apakah boleh" ucap alby
"kenapa kamu mau nyamar jadi siswa" tanya Arfan
"sebab aku mau jagain dhifa di sekolah paman itu sebabnya aku menyamar jadi siswa" jelas alby
"kalo kamu mau jagain kenapa gak langsung saja tanpa menyamar" ucap Arfan
"kalo seperti itu gak serulah paman, aku mau mencoba hal baru saja dengan jadi siswa kembali, jadi boleh gak paman" ucap alby
"baiklah nak paman bolehkan, nanti biar paman yang akan memberi tahukan kepada kepala sekolah" ucap Arfan
"oke paman, makasih ya. kalo begitu aku tutup telfonnya dulu assalamualikum" ucap alby
setelah menelfon alby pun langsung melajukan mobilnya menuju mall bersama dengan ketiga saudaranya
sedangkan dikediaman keluarga Abrisam
"yah siapa tadi yang nelfon" tanya saifan
"oh ini anaknya temen ayah" ucap Arfan membuat saifan hanya mengangguk saja
"hm, gimana dengan gadis itu fan" tanya Arfan membuat saifan mengernyit bingung
__ADS_1
"siapa gadis yang ayah maksud" tanya saifan
"itu lho calon istrimu, bukannya kamu kemarin sudah ayah tunjukan ya fotonya" ucap Arfan
"oh gadis itu, hm aku belum liat fotonya" ucap saifan
"masa sih perasaan sudah ayah beritahu deh" ucap Arfan
"beneran yah, ayah belum memperlihatkan kepadaku foto dirinya
"mungkin ayah kelupaan deh, baiklah ayah akan memperlihatkan foto calon istrimu" ucap Arfan yang memperlihatkan sebuah foto di handphonenya
"nih calon istrimu" ucap Arfan sambil memperlihatkan foto tersebut dan
'DEG'
'bukannya gadis ini adalah dia yang tak sengaja ku tabrak di koridor tadi' batin saifan
"gimana fan menurutmu" tanya Arfan membuat saifan tersadar dari lamunannya
"em jika dilihat dia itu manis, cantik dan lemah lembut itu menurutku sih" ucap saifan
"tau darimana kamu kalo dia itu lemah lembut" tanya Arfan membuat saifan gelagapan seketika
'duh kenapa bisa keceplosan gini, huh harus cari alasan ini agar ayah tak curiga bahwa aku sempat bertemu dengannya disekolah' batin saifan
.
__ADS_1
.
makasih yg udh baca maaf kalo byk typo see you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu