My Husband Is Doctor

My Husband Is Doctor
MHID 39


__ADS_3

"gak usah bohong kamu, aku sudah tau semuanya" ucap Saifan


"Pergi sana, jangan kembali untuk menghancurkan rumah tanggaku. Jika kamu lakukan itu tak segan segan aku menghabisi dirimu detik itu juga" sambung Saifan


"Kalo kamu lakukan itu aku akan lakukan yg lebih dari apa yang kamu lakukan. Kamu hanya milikku mas, bukan wanita itu, jika aku tak dapat memilikimu maka ia pun sama hal nya denganku" ucap Wanita tersebut


"Gak usah banyak omong kamu Annisa, pergi sana" ucap Saifan yang marah dengan ucapan wanita dihadapan nya tersebut


"Oke aku akan pergi tapi jangan harap kamu akan bertemu istrimu kembali mas" ucap wanita bernama Annisa. Lalu ia pun melangkah pergi, namun belum beberapa langkah Saifan memanggilnya


"Lo mau apa" ucap Saifan to the point. Membuat Annisa tersenyum licik, ia pun menghampiri kembali Saifan


"Aku mau dirimu mas, jadilah kekasihku kembali. Maka aku tidak akan menyakiti Wanitamu itu aku akan membebaskan dirinya dari rencanaku" ucap Annisa dengan senyum liciknya


"Kamu sudah gila ya, bagaimana mungkin aku menyakiti perasaan istriku sendiri dengan menjadi kekasihmu kembali" ucap Saifan dengan raut emosinya


"Ya memang aku gila karena kamu mas. Sudahlah, pilihan ada di tanganmu. Kamu pilih denganku tapi istrimu selamat atau kamu tetap memilih istrimu tapi kamu tak akan lama bersamanya ya bisa dibilang aku akan menghabisinya sih" ucap Annisa


'huh aku tak mau kalau sampai Dhifa kenapa Napa. Baiklah aku akan menuruti ucapannya, sembari memikirkan rencana untuk menghancurkan dirinya' ucap Saifan


'awal kehancuran rumah tanggamu akan dimulai sekarang mas' batin Annisa


"Oke aku memilihmu" ucap Saifan


Ia tidak tau bahwa ucapannya tersebut akan jadi Boomerang untuk dirinya sendiri serta rumah tangganya dengan sang istri.


"Pilihan bagus honey. Yasudah sekarang antar aku ke mall ya" ucap Annisa


"Hm" gumam Saifan


Mereka pun kemudian menuju mall dengan Annisa yang terus memeluk pinggang Saifan, Saifan sedari tadi masih saja tidak menyadari kepergian sang istri akibat terlalu berlarut bersama dengan wanita tersebut.


Sementara dikantor milik At


"Edgar" panggil Nadhifa membuat pria bernama Edgar tersebut langsung menghampiri dirinya


"Iya nona" ucap Edgar


"Tolong kamu selesaikan ini ya. Saya mau keluar dulu" ucap Nadhifa


"Baik nona" ucap Edgar

__ADS_1


Lalu Nadhifa pun keluar dari kantor At


"Mending aku ke mall saja menjernihkan otakku ini yang terlalu banyak beban fikirkan. Sekalian makan deh disana, kebetulan sekali aku lapar. Tapi aku suruh Frendi kesini lah untuk menemaiku" gumam Nadhifa


Ia pun langsung menghubungi sang adik, setelah terhubung


"Assalamualaikum Fren" ucap Nadhifa


"Waalaikumsalam kak, ada apa kakak nelfon" ucap Frendi


"Kamu ke kantor bang At ya. Jemput kakak disini" ucap Nadhifa


"Oke kak tunggu 15 menit ya" ucap Frendi


"hm. Kakak tutup telfonnya ya, assalamualaikum" jawab Nadhifa


"Waalaikumsalam" jawab Frendi


.


.


.


Frendi pun sampai di kantor At, ia melihat sang kakak yang tengah menunggunya sedari tadi


"Ayo kak" ajak Frendi yang diangguki oleh Nadhifa. Ia pun masuk ke dalam mobil yang dikendarai sang adik, setelah berada di mobil


"Kita ke mall dulu ya, kakak mau menjernihkan fikiran kakak. Sekalian nanti kita makan ya" ucap Nadhifa


"Oke kak, siyap deh" ucap Frendi dengan senyumnya


Ia langsung melajukan mobilnya menuju mall. Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di mall tersebut


"Yuk kak" ucap Frendi


"Iya" jawab Nadhifa


Mereka pun masuk ke mall tersebut


"Kita kemana dulu nih kak" tanya Frendi

__ADS_1


"Makan dulu saja lah" ucap Nadhifa lalu menarik tangan sang adik menuju sebuah restoran dimall tersebut, namun saat masuk ia melihat kedua insan yang membuat dirinya harus menahan tangis


"Kamu tega mas, selingkuh dibelakangku. Jika kamu sudah tidak mau denganku, seengaknya kamu bilang biar aku yang akan pergi. Sekarang aku sudah putuskan" gumam Nadhifa dengan lirihnya namun masih di dengar oleh sang adik. Sang adik pun melihat apa yang tengah dilihat oleh sang kakak


"Kak" ucap Frendi membuat Nadhifa langsung menghapus air matanya yang sudah mengalir


'kurang ajar sekali kau Bang, sampai membuat kak dhifa menangis. Aku akan manjauhkan kak dhifa darimu mulai detik ini' batin Frendi


"Kita pulang saja ya kak, kakak jangan sedih hanya karena pria brengsek seperti dirinya" ucap Frendi yang menahan emosinya setelah melihat sang kakak menangis


'benar kata Frendi aku tidak boleh sedih. Tadi aku sudah berjanji pada Abang. Tapi kenapa aku malah seperti ini lagi' batin Nadhifa


"Antar kakak ke bandara Fren" ucap Nadhifa


Sedang pria yang diperhatikan Nadhifa, menyadari bahwa ia tengah ditatap oleh Nadhifa. Ia pun menengok ke arah Nadhifa


"Itu kan istriku, apa dia melihatku bersama dengan wanita ular ini. Huh nanti saja lah ku jelaskan kepadanya saat pulang" gumam Pria yang tak lain adalah suami dari nadhifa


Kembali lagi ke Nadhifa


"Antar kakak ya, kakak mohon" ucap Nadhifa dengan lirih nya membuat Frendi tak tega melihat sang kakak


"Tapi kakak kan belum izin sama Abang, kalo mereka nyariin kakak gimana" ucap Frendi


"Nanti saat dimobil kakak akan menghubungi Abang, sekarang kita pergi dulu oke" ucap Nadhifa yang terpaksa diangguki oleh Frendi


Mereka pun kembali kemobil untuk menuju bandara. Setelah berada di dalam mobil Frendi langsung melanjukan mobilnya, sementara Nadhifa menghubungi sang Abang


"Assalamualaikum bang" ucap Nadhifa dengan suara serak sehabis menangis


"Waalaikumsalam dek, kamu kenapa kok suaramu begitu. Apa kamu habis menangis" tanya sang abang


"Udah bang masalah suaraku gak perlu dibahas. Sekarang aku mau pergi dari negara ini menuju negara tempat Arvi kuliah" ucap Nadhifa membuat abangnya tersebut terkejut


.


.


.


.

__ADS_1


Sampai sini dulu ya, kelanjutannya dipart selanjutnya. 😁 Maaf ngegantung. Jgn lupa vote, comment and follow guys see you next part ya assalamualikum warahmatullah wabarakatu.


__ADS_2