My Husband Is Doctor

My Husband Is Doctor
Extra Bab MHID Calon Istri


__ADS_3

Boncap 22


Happy reading !!


******


Pagi - pagi sekali Anita bangun,dia segera membersihkan rumah beserta pergi ke supermarket untuk berbelanja dan memasak untuk di jadikan hidangan kedua orang tua andra.


Brian yang melihat kesibukan anaknya,sangat sedih karna di usianya yang masih muda dia sudah kehilangan Ibunya. Ibu adalah tempat anita berkeluh kesah bahkan tempat untuk dirinya belajar memasak dan membersihkan rumah.


Pesan terakhirnya yang saat itu anita masih duduk di sebuah perguruan menengah atas.


" Nita ingat pesan ibu kau harus pandai memasak dan mengurus rumah,apabila nanti ibu sudah tidak ada maka kau tidak akan kerepotan merawat ayah sendirian " kata - kata itu masih terngiang - ngiang di telinga brian.


" Sayang biar ayah bantu ya " ucap brian mendekati anita yang sedang mengelap meja makan.


" Jangan yah,nanti ayah capek duduk saja di sana sebentar lagi masakan nita hampir selesai " jawab nita sambil mengelap keringat yang membasahi dahinya.


" Kau capek sekali ya,maaf ayah tidak membantumu " ucap brian.


" Ayah udah bantu nita agar ayah tidak capek,nita takut kalau ayah sakit " jawab nita sambil tersenyum.


" Kau selalu berkata seperti ibumu saja,cerewet " ujar brian sambil berdiri mencubit pipi anaknya.


" Tapi ayah sayang kan ? " tanya nita sambil cengengesan.


" Kau ini sudah mau menikah tetap saja bersikap seperti anak kecil " Brian kali ini mencium pipi anaknya bergantian.


" Biarin selamanya nita akan seperti ini apabila dengan ayah " kali ini nita memeluk tubuh ayahnya yang mulai renta.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian masakan anita selesai,dia menatanya di atas meja makan. Tak lupa membuat air minum dan beberapa kue di letakkannya di atas piring saji.


Hape nita berdering sejak pagi namun tak di hiraukan oleh nita karna Ia sibuk untuk mempersiapkan jamuan untuk keluarga andra.


Saat mengetahui hapenya berbunyi dengan sigap anita menerima panggilan tersebut.


" Hallo sayang " jawab nita.


" Kau ini kemana saja Ta,aku menghubungimu sejak pagi " ucap andra yang suaranya terdengar marah.


" Maaf aku sejak pagi sibuk menyiapkan jamuan untuk keluarga kamu " mendengar itu andra ingat kalau nitanya itu cuma hidup berdua,keluarganya juga bukan orang berada wajar kalau segala persiapan dia sendiri yang melakukannya.


" Kau masih di situ sayang ? " tanya nita memecah lamunan andra.


" Em,oh iya sayang maaf aku melamun. Kau segera bersiap ya karna sebentar lagi aku dan mama akan datang " ucap andra kali ini nada bicaranya melemah dan anita yang mendengarkannya memakluminya mungkin tadi andra marah karna nita mengabaikan panggilannya.


" Dandan yang cantik ya biar aku terpesona melihatmu " goda andra.


" Kamu mulai lagi deh!! " anita segera mematikan sambungan telponnya karna kalau di ladenin andra akan semakin menjadi bucinnya.


Satu jam kemudian keluarga andra sudah sampai de depan teras nita,karna pintu terbuka lebar maka yang empunya rumah segera menyuruh kedua orang tua andra untuk masuk ke dalam.


" Selamat datang Tuan dan Nyonya di rumah kami yang jelek dan kecil ini " ucap brian.


" Jangan merendah Tuan kami sangat senang bisa datang ke sini untuk memenuhi undangan Tuan,melamar anak Tuan " jawab andi ramah.


" Sebaiknya kita bicaranya santai saja jangan seformal ini,saya hanya orang biasa saja " Brian kembali merendah.


" Di mana nita Om ?" tanya andra sambil celingak celinguk mencari kekasihnya.

__ADS_1


" Ndra yang sopan " tutur mamanya.


" Sudah terbiasa Nyonya biarkan saja andra menjemput nita yang masih berdandan di kamarnya " mendengar Brian berbicara seperti itu andra seperti mendapat ijin untuk menjemput nita di kamarnya. Ia berlari menuju kamar nita.


" Dra " andi berteriak dan melotot melihat tingkah ankanya.


" Sudah biarkan saja,mari kita bicara masalah lamaran anak - anak kita " ucap brian sambil menyuruh kedua orang tua andra meminum dan makan makanan kecil yang sudah tersedia di atas meja.


" Maafkan anak kami Tuan " anisa sangat malu terhadap kelakuan anaknya.


Akhirnya sampai juga andra di depan kamar nita


" Ta,boleh aku masuk ? " tanya andra.


Nita yang terkejut memperbolehkan kekasihnya untuk masuk ke dalam kamarnya.


" Kenapa ke sini ? " tanya nita.


" Aku sudah dapat ijin dari camer agar menjemputmu " andra langsung mendudukkan tubuhnya di ranjang anita.


" Tunggu dulu aku menyelesaikan make upku sebentar " nita kembali menyapukan blush on ke tulang pipinya,lalu memoles bibirnya dengan lipstik yang senada dengan warna gaunnya.


" Calon istriku cantik sekali " andra mencoba mencium nita tapi sebelum mendekat wajah andra di dorongnya.


" Jangan sekarang sayang,tunggu bentar lagi kita akan segera menghalalkan hubungan kita " nita terkekeh,sedangkan andra memajukan bibirnya dia sungguh kecewa karna tak bisa mencium wajah cantik kekasihnya.


****


Hahaha... perutku sakit ketawa sambil nulis bagian yang terakhir,oke nanti di lanjut lagi ya karna aku akan segera meamatkan novel ini.

__ADS_1


__ADS_2