
'siapa ya kira kira cowok yang tergila gila dengan istriku itu' batin Saifan
"dia juga sangat tulus mencintai kakak meskipun tergila gila sih, dan ya dia rela berbuat apapun demi kakak" ucap Frendi
'segitu cintanya kah dia dengan istriku sampai rela berbuat apapun. huh ini nggak bisa dibiarin, aku harus segera memastikan perasaan ku. jika memang benar aku mencintai istriku sendiri, aku akan menjaganya agar tak seorang lelaki pun dapat merebut dirinya dariku' batin Saifan
"dek diem, jangan banyak bicara lagi. itu privasi kakakmu. biar kakakmu saja yang akan menjelaskannya langsung kepada kakak iparmu itu" titah Miyaz kepada Frendi membuat frendi bungkam seketika
"baik bang" jawab Frendi
"yasudah, fan lebih baik kau samperin saja Dhifa sana" ucap Miyaz
"bukannya Abang tadi bilang kalo dhifa nggak usah disamperin kalo lagi kesal" ucap Saifan
"ya itu tadi, mungkin saja sekarang dia sudah tidak kesal lagi. sudah sana" ucap Miyaz
"baiklah, aku akan samperin dia" jawab saifan, ia pun kemudian pergi menuju tempat dhifa. sesampainya disana
"ngelamun aja nih" ucap Saifan membuat dhifa langsung menengok ke arahnya
"ngapain kamu disini, hus hus sana jangan ganggu aku" ucap Nadhifa dengan ketusnya
"hilih kayak Syahrini saja pake hus hus sana segala" ucap Saifan
__ADS_1
"bodo amat, pergi sana" ucap Nadhifa
"nggak mau" jawab Saifan. lalu nadhifa pun langsung berdiri dan melangkah pergi, tapi sebelum itu Saifan langsung menarik tangan sang istri hingga menabrak dada bidangnya tersebut. ia pun kemudian langsung memeluk istrinya dengan eratnya
"ish lepasin gak" gerutu Nadhifa
"nggak mau, kamu kok suka banget sih marah marah dari tadi, nanti cepet tua baru tau rasa lho" ucap Saifan
"bodo amat, gak peduli aku. udah lepasin pelukanmu itu" ucap Nadhifa
"no no no no" ucap Saifan
"LEPASIN" teriak Nadhifa
"ya" jawab Nadhifa dengan singkatnya, jujur ia masih sangat kesal dengan suaminya itu. tapi apa mau dikata jika sang suami sudah meminta maaf dengannya
"kok pendek banget jawabnya, apa masih marah dengan suamimu ini hm" ucap Saifan lalu kembali membelai kepala istri nya tersebut. sedang Nadhifa hanya menggelengkan kepalanya saja pertanda tidak
"kalo nggak kenapa jawabnya hanya satu kata saja" ucap Saifan yang masih memeluk sang istri
"nggak papa" jawab Nadhifa
"tuh kan pendek lagi jawabnya, yang panjang dong jawabnya" ucap Saifan
__ADS_1
"Yyaaaaaaaaaa" ucap Nadhifa dengan panjang nya
"ya gak gitu juga kalik kalo jawab panjang" ucap Saifan
"terus" ucap Nadhifa
"ya jawab apa gitu asal gak pendek jawaban nya" ucap Saifan
"terus" ucap Nadhifa membuat sang suami mendengkus
'hahahaha seru juga ya kalo buat dia kesal begini' batin Nadhifa
"terus nabrak" ucap Saifan dengan raut kesalnya
"uluh uluh ada yang kesal nih kayaknya" ledek Nadhifa
"sudah diem nanti aku cium kamu kalo gak diem" ucap Saifan membuat Nadhifa bungkam seketika
"nah bagus, gini kan cantik jadinya kalo kamu diem" ucap Saifan dengan senyumnya
'nih orang kesambet apa lagi coba sampai sampai mulutnya manis begini udah kayak gulali saja, gak tadi gak sekarang tetep aja sama biasanya aja datar dan cuek begitu' batin nadhifa.
.
__ADS_1
makasih yg udh baca maaf kalo byk typo see you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu.