My Love Rafa Aditya

My Love Rafa Aditya
Hari baru


__ADS_3

BACALAH DENGAN CERMAT


Pilihlah genre yang sesuai dengan umur yaa. Beberapa adegan tidak patut ditiru. Karya fiksi asli pemikiran author yang menghayalnya tingkat tinggi.


Rafa dan Ira semakin lengket saja seperti perekat layang-layang. Saat berada di restoran yang ada di cabang, Rafa selalu melempar senyum ke Ira begitu juga dengan Ira.


Keadaan Ira masih sama saja masih bisa membaca hati orang lain. Bahkan ada beberapa yang tidak menyukai kehadiran Ira di restoran suaminya.


Dasar wanita genit, aku tahu jika dia istrinya. Apa tidak bisa pura-pura ramahnya tidak usah di ada-adakan. Ucap salah satu waiters Rafa dalam hati. Tetapi Ira mendengarnya dengan jelas.


Ira tidak memperdulikannya, ia malah bergelayut manja di lengan Rafa.


Suara notifikasi ponsel Rafa terdengar, ternyata dari Meisie. Rafa menatap Ira sekilas, dan menyodorkan ponselnya ke Ira. Ira yang melihat pesan Meisie berkobar-kobar api di dalam tubuhnya.


"Sayang, aku mohon jangan marah sama aku. Aku sama sekali tidak menjawab pesannya. Serius Ira, aku tidak bohong." Ucap Rafa dengan dua jarinya berbentuk V. Rafa berusaha meyakinkan Ira dengan wajah imutnya.


"Aku tahu, sini aku balas pesannya," langsung mengambil ponsel Rafa. Rafa merasa lega karena di pikirannya Ira akan marah padanya.


Ira mengetik pesan yang romantis untuk Meisie. Rafa yang melihat wajah Ira yang penuh strategi hanya menelan salivanya.


GGLLLEEKKK...


Apa yang akan di lakukan oleh Ira aku tidak sanggup, hikss.... Dalam batin Rafa.


Ira menyodorkan ponselnya ke Rafa, saat Rafa mau melihat isi pesan yang di ketik Ira ternyata sudah di hapus oleh Ira.


"Sayang apa yang barusan kamu ketik di sini?" menunjukkan ponselnya.


"Rahasia, sana lakukan misimu. Bicaralah dengan jujur jika dirimu sudah pulih kembali dari hilang ingatanmu!" mendorong tubuh Rafa dengan pelan.


Rafa menatap Ira dengan wajah sedih memelas. Para karyawan yang melihat Rafa seperti itu hanya menahan tawa, pasalnya Rafa terkenal tegas dan tidak segan-segan langsung memecat karyawannya tanpa ampun.


Rafa langsung menatap karyawannya satu persatu dengan tatapan mematikan, semuanya langsung menunduk ketakutan.


Ira yang melihat Rafa seperti itu langsung mengancam dengan tangannya seperti pisau di leher berkali-kali. Saat Rafa menatapnya.


"Hikss...." Rafa segera berlalu pergi keluar dari restorannya dan menemui Meisie di suatu tempat.


Saat sudah sampai di taman Rafa binggung dengan suasana taman yang terlihat sepi tanpa ada satu orang pun. Meisie langsung mengejutkan Rafa dengan memeluk badan Rafa dengan kencang.


Rafa langsung melepaskan pelukan dari orang yang berada di belakangnya.


"Meisie aku mau bicara sesuatu kepadamu. Ingatanku sudah pulih sangat lama, aku harap kamu jangan mendekatiku." Ucap tegas Rafa.

__ADS_1


"Aku sudah tahu, makanya aku datang kesini." Ucap Meisie santai.


"Kamu tidak marah?"


"Buat apa marah, aku sebenarnya sudah lama curiga. Mana mungkin seorang Rafa yang bucin tingkat tinggi ke istrinya bisa melupakan istrinya begitu lama. Dan pesan tadi dari Ira kan yang mengirimnya?" tanya Meisie tersenyum.


Rafa menganggukkan kepalanya. Meisie tersenyum lagi.


"Lebih baik kamu jaga Ira, banyak laki-laki yang berusaha mendekatinya, termasuk Rudi." Ucap Meisie.


"Maksud kamu?" Rafa tidak mengerti.


"Yaa dia menyimpan rasa pada Ira istrimu, mungkin sudah lama. Kemarin apakah Aldo masuk ke tahanan?" Meisie memainkan ponselnya.


"Iya betul, bahkan Ira yang melaporkannya!" Rafa duduk di kursi taman tersebut.


Sedangkan Meisie berdiri tidak jauh dari Meisie. Meisie melipat tangannya kedepan dadanya.


"Bukankah Ira putri kandung Aldo?" tanya Meisie menatap mata hitam Rafa.


"Benar Ira putrinya, putri yang ia tinggalkan saat berumur satu bulan di perut Mamanya!" Rafa sedih jika mengingat cerita pengalaman pahit Mamanya dan Ira.


Meisie paham dengan posisi itu. Bagaimana pun ia pernah mengandung dan di sakiti orang yang ia cintai(Rudi) tetapi sekarang Meisie sudah berdamai dengan takdirnya.


"Aku kecelakaan 2 minggu lalu, dan menyebabkan kehilangan bayiku. Tapi aku bahagia tidak mengandung anak ba***** itu!" Meisie tersenyum kecut.


Aku baru kali ini melihat orang yang begitu santainya, setelah kehilangan bayinya. Benar-benar bodoh aku dulu mencintainya. Untungnya Ira telah meluluhkan hatiku, jika tidak aku akan terluka saat ini. Batin Rafa tertawa.


Meisie yang melihat Rafa tersenyum-senyum sendiri langsung menyindir Rafa.


"Tidak usah mengumpatku dalam hati, terus terang saja. Aku tahu kamu pasti menganggapku wanita tidak punya hati kan, setelah kehilangan bayiku?" tanya Meisie berterus terang.


Rafa menatap sekilas.


"Benar sekali ucapanmu, apa kamu segitu bencinya sama dia?" Rafa melihat ke arah jalan raya.


"Iya, bahkan sagat Raf, lebih besar dari rasa cintaku. Dan dia juga yang telah tega menjualku ke Aldo!" jawab Meisie dengan tatapan kosong ke arah langit.


Rafa terdiam sebentar.


"Ohhh yaa dari mana kamu tahu jika Ira putri kandungnya Aldo? dan kamu tahu dari mana jika Aldo masuk sel tahanan?" Rafa berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kearah air mancur dekat taman.


"Aku kemarin memasang kamera kecil di bagian vas bunga yang menghadap langsung ke arah sofa!" Meisie mengetik beberapa pesan ke Rais.

__ADS_1


"Ooo..." Rafa segera membalikkan badannya, berjalan kearah parkiran mobil.


"Raf, mau kemana?" Meisie sedikit teriak.


"Pulang!" Rafa melambaikan tangannya dan masuk ke dalam mobil.


Meisie segera menelpon Rais. Suara deringan ponsel Rais terdengar nyaring di telinga.


"Hallo ada apa ulet keket?"


"Rais apa tidak ada panggilan lain, terlalu geli tau panggilan itu!" ucap Meisie menggerutu.


"Bukankah benar jika selama ini kamu seperti ulet keket?" Rais tertawa kecil.


"Sudah jangan bahas lagi, ayo ketemuan." Ajaknya pada Rais.


"Oke, dimana?" Rais memasang jasnya kembali.


"Di club yuk, aku sudah lama tidak pergi kesana!" Meisie menanti jawaban Rais.


"Oke, asalkan tidak banyak minum, bisakan?" ucap Rais mematikan ponselnya.


Meisie dan Rais memesan tempat yang agak sepi di pojokan club tersebut. Ada beberapa wanita yang datang tiba-tiba bergelayut manja di samping Rais.


Meisie hanya diam dan meminum sedikit wine. Rais langsung membuang gelas yang baru saja di gunakan Meisie.


"Kenapa??? apa aku tidak boleh minum, kata kamu tadi boleh minum sedikit?" Meisie hampir tidak sadarkan diri.


Memang pembawa sial nih cewek, untung aku ngak jatuh hati dengannya, jika aku sampai jatuh hati, bagaimana nasib anak-anakku kelak, jika ibunya seperti ini. Gerutu Rais membopong Meisie keluar dari club.


Setelah melakukan pembayaran dengan transaksi online, Rais melajukan mobilnya ke rumah Meisie.


Meisie masih belum sadar, untungnya di rumah Meisie ada pembantu. Rais tidak memulangkan Meisie ke villa.


"Bik tolong jaga Meisie, saya mau kembali pulang dulu." Rais berpamitan kepada pembantunya Meisie.


Saat berada di jalan Rais hanya fokus mengemudi, dan ingin cepat-cepat kembali ke kediamannya.


Bersambung.


Dukung author terus ya teman-teman, dukungan kalian sangat berarti untuk author, aku mencintai kalian. Di bawah ada visual Rais ya teman-teman.


__ADS_1


__ADS_2