
**Semoga di part ini kalian semua suka. Karya asli pemikiran author yang super tinggi.
Baca kisahnya**.
_ _ _
Aldo Chand yang di berhentikan oleh Ira kemudian tersenyum dan langsung memeluknya.
Aduhhhh, sampai kapan ini berakhir, jika Mama tahu aku di kediaman Aldo Chand. Mama pasti sakit hati banget. Walaupun Mama kurang perhatian untukku, tetapi setidaknya ia tidak jahat ke aku dan tidak meninggalkan aku seperti dia.
Ira hanya pura-pura tersenyum dan tidak terjadi apa-apa, dalam pikirannya akting lebih baik semua di keluarkan saja agar tidak setengah-setengah.
Cckkrekk... Ira mendengar suara kamera, terdengar sekali. Tetapi Ira segera menepis jika itu suara kamera. Ira bahkan tidak menyadari jika ada orang yang memata-matainya diam-diam entah apa yang akan di buat oleh orang yang mengambil gambar Ira.
Pelukan dari Aldo Chand terlepas, kemudian Aldo Chand mengusap surai gelombang Ira dengan lembut. Sebenarnya Aldo Chand sangat takut kehilangan putri kecilnya ini. Menurutnya Ira masih anak kecil.
"Ayo kembali ke ruangan Papa nak." Ajaknya ke Ira. Ira kini hanya terdiam di atas kursi rodanya yang di dorong oleh sekretaris Aldo Chand.
Dunia penuh drama, aku akan melihat seberapa hebatnya anda berakting di depan publik seperti ini. Dasar mencari populer. Ira merutuki Aldo Chand yang sedari tadi melempar senyum kepada karyawannya.
Saat berada satu lift rasanya tubuh Ira sesak dan sulit bernafas lega. Ia harus satu ruangan sempit dan berbagi oksigen dengan orang yang menorehkan luka di hati, jiwa raganya.
Andai Ira tidak pernah mendengar kisah percintaan Aldo Chand dan orang tua Rafa, mungkin saat ini ia tidak memendam luka yang teramat dalam. Kisah cinta yang sampai tak berujung itu membuat hati yang tidak bersalah menjadi terluka.
TTRINGGG..., suara lift terbuka. Kursi roda yang dikenakan Ira didorong keluar oleh sekretaris Aldo Chand. Di dadanya tertera nama Luna. Perawakan Luna sangat ideal, cantik dan sedap di pandang mata.
Luna sedari tadi melemparkan senyum entah itu senyum asli atau palsu.
Aku benar-benar tidak bisa mendengar isi hati lagi ternyata, bahkan umpatan-umpatan untukku sama sekali tidak ada. Aku lega setidaknya aku tidak akan menjadi gila karena omongan orang yang tidak penting. Hati Ira bersorak gembira.
__ADS_1
Saat sampai di ruangan Aldo Chand. Ira tidak sadar jika ia tersenyum-senyum dalam lamunannya. Aldo Chand yang melihat Ira tersenyum, membuat hati Aldo sangat bahagia sekali. Kemudian Aldo menepuk pundak Ira dengan pelan, dan itu membuat Ira langsung menoleh ke arah sasarannya.
"Ira, ruangan ini kedepannya akan menjadi milikmu. Karena kamu akan berkerja di sini." Aldo Chand berharap Ira mau menggunakan ruangan tersebut.
"Aku tidak bisa menggunakan ruangan ini Pa, aku ingin dekat dengan Papa. Bagaimana jika aku satu ruangan dengan Papa, apa boleh Pa?" tanya Ira penuh dengan kepura-puraan.
Saat ini Ira berusaha menyingkirkan sekretaris Papanya yang terlihat menggumbar kegenitan sana sini.
Sekretaris tersebut berusaha tersenyum walaupun dalam hatinya, berkobar-kobar api kebencian dengan sosok Ira yang ada di depannya. Namun sebisa mungkin akting ketidak sukaanya untuk Ira tidak setengah-setengah. Sebagai pemeran antagonis ia berpura-pura baik untuk mencari kepopuleran.
Padahal di dalam hatinya bermacam-macam cara dan gaya untuk menghancurkan apapun yang menghalangi impiannya.
Walaupun aku tidak bisa membaca hati orang lagi, setidaknya aku masih bisa menatap raut wajah orang yang penuh kepura-puraan atau tidak. Aduhhh kenapa aku merasa seperti psekiater saja. Ira tertawa gelak dalam hatinya.
"Baiklah kalau begitu, kamu satu ruangan dengan Papa. Sementara kamu sekretaris Luna di pindahkan di luar ruangan saya," ucap Aldo Chand dengan tersenyum. Luna yang mendengar ucapa Aldo segera berpamitan untuk mengemasi barang-barang yang ada di ruangan Aldo Chand.
Dengan begini aktingku tidak terlihat jelas, aku berjaga-jaga jika Rudi kesini maupun mata-matanya ada yang melihat, pasti tidak akan curiga. Selain itu aku juga ingin menghempaskan orang-orang licik di kantor ini, kenapa banyak sekali rubah berbulu domba disini. Seperti acara drama pentas sekolah saja, penuh karakter akting. Ira yang melihat Aldo Chand menggantikan Luna mendorong kursi rodanya.
Ruangan yang bersih rapi dan elegant, terkesan glamour, penuh taburan warna emas dan perak di setiap furniturnya. Ira berusaha berdiri sendiri tanpa bantuan Aldo Chand. Ira menolak bantuan Aldo karena ia tidak pandai akting saat ia benar-benar masih bisa melakukannya.
"Sini Papa bantu ya?" Aldo Chand yang berusaha membantu Ira, langsung di tepis oleh Ira.
"Aku bisa sendiri anda tidak usah membantu saya. Terimaksih atas bantuan aktingnya, terus terang aku tidak suka kepura-puraan. Jadi dari pada tadi nanggung aktingnya jadi aku buat saja sekalian. Dan satu lagi, suatu hari nanti aku tidak membutuhkan bantuanmu lagi. Ini memang terdengar kurang ajar dan tidak sopan. Perlu anda tahu Tuan Aldo Chand, saya Atiya Bahira belum bisa melupakan rasa sakit yang anda torehkan ke hati saya." Ira berbicara panjang lebar kepada Aldo Chand.
Ira mengeluarkan semua beban yang ada pada dirinya. Rasa lega menyelimuti tubuh Ira, keluh kesahnya dan rasa pada dirinya di ungkapkan terang-teranga.
Jika orang lain mendengarnya, memang terlihat tidak sopan kepada orang tua. Tetapi apalah daya Ira hanya manusia biasa.
TTRRINNGG..., suara notifikasi ponsel Ira terdengar. Ia segera merogoh tas kecilnya yang berisi ponsel yang di berikan oleh Aldo Chand.
__ADS_1
SUAMI BUCIN tertera di layar ponsel Ira.
💬 Sayang kamu lagi dimana? (SUAMI BUCIN)
💬 Aku di kantor Aldo Chand hari ini Raf, melakukan drama kolosal hari ini! (PANDA BUCIN)
Rafa tertawa terbahak-bahak dengan apa yang barusan ia baca.
💬 Apakah dramanya sangat menarik? (SUAMI BUCIN)
💬 Sangat menarik Raf, bahkan aku sudah berhasil mebuat kerecohan di sini! (PANDA BUCIN)
💬 Jangan terlalu jahil, kasihan dengan orang yang berpura-pura akting. Sudah makan atau belum kamu sayang? (SUAMI BUCIN)
Rafa malah menambahkan percikan apa di langkah yang Ira hadapi.
💬 Aku tidak seperti itu Raf, aku kan cuma ingin melihat drama kolosal secara langsung tanpa ada kata-kata CUT saat aktingnya gagal! 😢😢😢 (PANDA BUCIN)
💬 Cup cup cup, jangan sedih yaa. Sini-sini aku peluk dari layar ponsel. (SUAMI BUCIN)
💬 Aduh, pelukanmu sangat terasa di layar ponsel Rafa, (PANDA BUCIN)
💬 😂😂😂😂😂😂, jangan berakting lagi. Aku tidak ingin kamu kelelahan dalam dramamu ini. Jaga kesehatan oke, bye bye eeemuahh.... (SUAMI BUCIN)
💬 Hati-hati sayang, orang-orang suruhan Rudi mungkin bergerak. (PANDA BUCIN)
💬 Iya panda imutku😚😚 (SUAMI BUCIN)
Ira sudah tidak membalas pesan Rafa karena ia saat ini fokus dengan penjelasan Aldo Chand tentan pekerjaan yang akan digelutinya.
__ADS_1
Bersambung.
Tinggalkan jejak yaa😊